AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
Chapter 16


__ADS_3

" lagi nonton tv bun, bunda sendiri ngapain?" tanya balik Kesya.


"bunda lagi bosan nih, soalnya ayah lagi pergi ke kantor" kata Wina lesuh


"bunda main ke sinu aja" ajak Kesya


"enggak ah, bunda enggak mau ganggu kalian nanti cucu bunda lambat jadi" kata Wina diseberang telepon sambil tertawa.


Kesya yang mendengarnya pun hanya tersenyum kecut, bagaiamana mau punya cucu ? Dean saja, sudah berencana akan membuangnya ketika sudah bosan.


"* halo, Kesya kamu masih di sana*?" tanya Wina dari seberang telepon saat tidak mendengar suara Kesya.


" iya bun...bun udah dulu ya, Kesya mau ke toilet bentar. Assalamualikum" kata Kesya.


"* iya sayang, Waalaikumsalam*" mereka pun mengakhiri panggilan telepon.


sedangkan Dean sedang melamun dikamarnya, ia merasa sudah berprasangka buruk dengan Kesya. kalau Kesya adalah perempuan jahat, pasti Kesya tidak akan memasakkannya? apalagi dia sudah berkata kasar pada Kesya, harusnya Kesya tidak usah melakukan itu, harusnya Kesya membiarkan Dean kelaparan saja.


Dean pun memilih menghubungi sahabat-sahabatnya untuk bertemu sahabatnya di cafe tempat mereka biasanya berkumpul.

__ADS_1


ia pun bersiap-siap menuju Cafe. saat akan menuruni tangga, ia melihat Kesya sedang berteleponan dengan seseorang, terlihat Kesya sedang tertawa dengan lepas.


"enggak mungkinlah aku lupain kamu, akukan sayang banget sama kamu" kata Kesya kepada orang yang sedang di teleponnya.


Dean yang mendengar Kesya berbicara seperti itu pun, jadi salah mengartikan pembicaraan itu.


"dasar jalang, ternyata dia hanya berpura-pura melakukan semuanya, cih" kata Dean dalam hati dengan kesal.


Dean pun berjalan menuju pintu keluar, tanpa mengucapkan sesuatu kepada Kesya.


Kesya yang melihat Dean keluar pun, mengakhiri sambungan teleponnya.


" Dean kamu mau kemana?" tanya Kesya sambil mengejar Dean yang sudah keluar.


"aku mau kemana, itu tuh urusan aku, kamu enggak usah ikut campur" kata Dean sambil memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.


Kesya sedih, karena Dean selalu saja menyakiti hatinya.


tadi Praily menelpon Kesya, Praily adalah sahabat Kesya saat sekolah di London lalu, Praily kuliah di jurusan Kuliner, sehingga sekarang ini ia sedang membuka sebuah restoran. karena sibuk meniti karier, mereka jadi jarang bertukar kabar, sampai tadi Praily meneleponnya.

__ADS_1


Praily adalah satu-satunya sahabat Kesya yang mendekatinya dengan tulus, bukan karena hartanya, sehingga mereka sangat dekat, bahkan Kesya dan Praily menganggap diri mereka bersaudara. Praily yang dewasa sangatlah cocok dengan Kesya yang lugu.


sesampainya di Cafe, Dean segara masuk menuju meja yang sudah di pesan oleh Candra sebelumnya.


"kok lo bisa sih, ninggalin bidadari lo di rumah?" tanya Feno heran, pasalnya sekarang ini seharusnya, Dean sedang bermesraan dengan Kesya, bukan malah ke Cafe bertemu mereka.


" iya kalau gw, gw enggak bakalan tinggalin dia, mending gw manja-manja sama dia" kata Candra menimpali.


"yah mungkin Deannya lagi rindu sama aike" kata Fendi sambil mengedipkan matanya ke Dean. sehingga membuat yang lain jijik.


sedangkan Sean hanya diam saja, sambil menatap Dean dengan pendangan yang sulit diartikan.


Dean hanya cuek saja, saat mendengar ucapan sahabatnya, ia pun memanggil pelayan Cafe untuk memesan makanan.


setelah Dean pergi Kesya memilih untuk ke butiknya, lebih baik ia melanjutkan Desain-desain bajunya daripada sendiri dirumah, apalagi kalau Dean ada dirumah yang selalu selalu saja membuat dia sakit hati.


Kesya pun menuju ruangannya. dia mulai mendesain baju pengantin pesanan pelanggangganya tiga hari yang lalu.


Kesya tidak sadar, kalau sudah mulai larut malam, ia terus saja mendesain dengan fokus.

__ADS_1


__ADS_2