
"aku yakin wanita yang kamu lamar akan klepek-klepek, tapi saranku nanti kamu jangan terlalu kelihatan ya gugupnya takutnya dia jadi takut hahaha" sahut Kesya dengan tertawa melihat Geri tadi yang sangat gugup.
sedangkan Geri hanya mendengus melihat Kesya yang tertawa terbahak-bahak. tahukah Kesya kalau saat ini dirinya sangat gugup dan tegang.
"udah ketawanya" sebel Geri, Kesya menghentikan ketawanya saat melihat Geri yang kelihatan sangat kesal.
"abisnya kamu lucu banget deh, yaudah mending sekarang kamu siap-siap untuk ketemu sama pujaan hati dan aku yakin lamaran kamu pasti di terima." kata Kesya.
"makasih ya udah bantuin aku, yaudah aku antar pulang " ajak Geri sambil berdiri.
"nggak usah, aku baik taksi aja. dah" kata Kesya sambil berlalu.
sedangkan Dean sudah tiba di bandara, saat ini ia sedang menunggu asisten sekaligus sekertarisnya itu mengambil koper mereka.
"silahkan pak" kata Herri mempersilahkan Dean masuk di dalam mobil.
"langsung ke rumah pak?" tanya Herri.
"hem" jawab Dean cuek. saat ini ia sangat ingin menemui Kesya, karena ia sudah begitu merindukan istrinya itu, tapi ia juga marah dengan Kesya tentang foto yang Dean terima dari kontak yang tak di kenal.
Di dalam taksi kepala Kesya sangat sakit, sebenarnya sejak tadi ia sudah merasakannya, tapi ia menahannya.
"mbak baik-baik saja?" tanya supir taksi yang melihat Kesya lewat kaca spion, Kesya terlihat yang memegang kepalanya sambil menahan rasa sakit.
__ADS_1
"pak bisa antar saya ke rumah sakit?" kata Kesya dan supir taksi pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
sungguh saat ini kepala Kesya sangat sakit, ia sudah merasakan rasa sakit ini sebelum-sebelumnya tapi tidak sampain sesakit ini. ia fikir mungkin ia hanya kurang tidur, tapi saat ini rasa sakitnya sangat beda sampai-sampai ia tak kuat menahannya, pandangan Kesya pun menjadi gelap dan ia tidak mengingat apa-apa lagi.
Seorang wanita tengah berbaring di brangkar rumah sakit.
"ehm..." gumam wanita tersebut sambil berusaha membuka mata dengan pelan.
"aku di mana?" lirihnya yang hampir tak terdengar, ia pun mengedarkan pandangannya namun tak menemukan seorang pun di ruangan tersebut.
tak lama kemudian datang seorang wanita yang berumur sekirar 40 tahunan dengan jas putihnya dan seorang perawat.
"anda sudah sadar, bagaiamana perasaan anda?" tanya dokter sambil memeriksa Kesya.
"apa boleh saya meminta nomor keluarga anda yang bisa di hubungi?" tanya dokter .
Kesya hanya diam, mana mungkin dia menghubungi Dean yang saat ini masih di luat negeri. akhirnya Kesya pun menggeleng.
"baiklah, anda harus istirahat yang cukup, saya permisi" kata Dokter tersebut.
"dok, kapan saya bisa pulang?" tanya Kesya saat dokter tersebut akan meninggalkan Ruangan.
"anda sudah bisa pulang besok, jika kondisi anda membaik" kata dokter tersebut ramah.
__ADS_1
sementara di tempat lain~
Dean sudah sampai di rumahnya, namun saat memasuki rumah ia tidak menemukan Kesya.
"Kesya!" panggil Dean.
"dia kemana?" gumamnya.
Dean pun memutuskan untuk betistirahat.
beberapa jam kemudian•
"sebenarnya dia kemana sih?"
Dean pun berencana untuk menelpon bundanya.
"Assalamualaikum bunda" salam Dean saat panggilan tersambung.
"bunda, mulai besok Lina kerja di rumah Dean ya" sahut Dean.
"iya, Kesya lagi ke butiknya bun" jawab Dean.
"Dean tutup dulu bun. Assalamualaikum" kata Dean mengakhiri panggilan.
__ADS_1