AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
chapter 5


__ADS_3

"kamu pemilik butiknya?" kata Zindi memandang rendah Kesya, yah orang yang komplain adalah Zindi.


"iya, saya pemilik butik ini" kata Kesya dengan tenang.


" lihat nih, butik kamu baju-bajunya enggak berkulitas masa jual baju Robek begini, emangnya kamu enggak punya uang untuk beli bahan yang lebih bagus? dasar enggak becus" Kata Zindi menyodorkan baju yang di belinya kemarin, serta makian yang di tujukan kepada Kesya.


Kesya yang mendengar makian itu masih terlihat tenang walau dalam hati ia sudah sangat ingin merobek mulut orang itu.


Kesya mengambil dan melihat baju yang di sodorkan Zindi, memang baju itu robek di bagian lengannya dan sobekannya lumayan panjang.


Kesya yakin kalau orang ini berbohong, karena jika sobekannya dari kemarin sebelum terjual, pasti pegawainya akan langsung melihatnya. apalagi robekannya yang lumayan panjang. ia percaya pada ketelitian pegawainya. tapi tetap saja ia tidak boleh langsung mengatakannya kepada Zindi karena hal itu akan mempermalukan Zindi.


"baiklah anda bisa ikut keruangan saja kita


akan bicara di sana" kata Kesya berlalu menuju ruangannya dan Di ikuti Zindi yang terlihat angkuh di belakangannya.


"silahkan duduk" kata Kesya mempersilahkan Zindi duduk setenang mungkin.


Zindi duduk dengan angkuh


" jadi bisa kamu mengganti rugi baju saya sekarang karena sebentar lagi akan pergi bertemu dengan pacar saya" kata Zindi sinis.

__ADS_1


"maaf sebelumnya mbak, tapi kami tidak akan mengganti baju yang sudah terjual di butik kami, karena saya yakin pegawai saya memeriksa baju yang akan kamu jual. lagi pula kalau memang bajunya robek kami tidak akan menjualnya, karena sudah pasti di lihat oleh karyawan saya. kalau anda tidak percaya saya akan memperlihatkan cctv saat pengecekan barang akan di jual" kata Kesya menjelaskan dengan dengan nada dingin.


Zindi yang mendengarnya pun mulai gelagapan.


"alah... kamu pasti cari alasan ajakan, bisa jadi cctv nya kalian manipulasi" kata Zindi masih dengan sikap angkuhnya.


Kesya yang mendengar hal itu pun Menelpon Fira.


"halo Fira segera keruangan saya sekaligus dengan cctv pemeriksaan produk " kata Kesya setelah Fira menjawab sambungan teleponnya.


"anda tenang saja kami tidak ada waktu untuk memenipulasi ccrv nya, karena anda baru membeli bajunya tadi malam dan datang komplain sepagi ini" kata Kesya


kepada Zindi setelah memutuskan sambungan telpon dengan Fira.


" ini mbak rekaman cctv nya" kata Fira menyerahkan rekaman tersebut pada Kesya.


Kesya pun menerimanya dan memutar rekaman di laptopnya, sedangkan Zindi sudah mulai pucak dan panik.


"sudah kalian tidak perlu memutar rekamannya, baik kalau kalian memang tidak mau menggantinya saya akan pergi saja karena saya masih bisa membeli baju yang lebih bagus dari baju milik kalian" kata Zindi sombong keluar dari ruangan Kesya.


Kesya yang melihat itupun menyungkinkan senyum puas karena akhirnya Zindi secara tidak langsung mengakui kebohongannya.

__ADS_1


Di tempat lain.


Dean sedang memikirkan tentang perjodohannya, ia sebenarnya tidak ingin di jodohkan apalagi ia tidak mengenal wanita mana yang akan di jodohkan dengannya, bagaiamana sifatnya apakah ia sama seperti wanita-wanita yang sering di kencaninya? Dean tidak ingin menikah dengan perempuan yang hanya menginginkan hartanya.


"permisi tuan saya dapat laporan kalau nona Zindi membuat keributan di salah satu butik, kalau tidak salah di Kesya's Butik tuan" kata sekertarisnya membuyarkan lamunan Dean.


"biarkan saja dia" kata Dean santai. ya hari ini ia akan memutuskan hubungannya dengan Zindi karena ia menemukan bukti bahwa Zindi berselingkuh dengan temannya sendiri.


"dan atur pertemuan saya dengannya sebentar siang" kata Dean dan di angguki oleh sekertarisnya.


Cafe Anyers.


" sayang ada apa kamu menemuiku, kamu pasti merindukanku" kata Zindi baru datang kepada Dean sambil duduk di depan Dean.


"aku mau memutuskan hubungan kita" kata Dean to the point, karena ia malas melihat wanita ular di depannya ini.


"hahaha kamu pasti bercanda kan, kamu pasti mau kan ngeprank aku" kata Zindi tertawa tidak percaya.


"aku serius, aku sudah tidak minat dengan wanita tukang selingkuh. dan kamu jangan sekali-kali ganggu hidup aku lagi atau kamu akan menderita, paham" kata Dean dengan menekan setiap ucapannya muak dengan wanita di depannya dan dia juga melemparkan foto perselingkuhan Zindi dengan temannya di atas meja.


Dean pun berlalu meninggalkan Zindi yang terdiam kaku karena kepergok selingkuh dengan Dean.

__ADS_1


"sialan, atm aku udah pergi aku harus segera cari mangsa baru atau aku jadi gembel di jalanan" kata Zindi dalam hati, karena sekarang ini ia tidak punya pekerjaan lagi. ia di pecat karena tidak becus bekerja.


setelah Dean dari cafe, ia pun memlih untuk pulang kerumah, karena kebetulan hari ini ia tidak punya banyak kerjaan di kantor.


__ADS_2