
" loh kalian kok cepat banget sih, harusnya kalian itu jalan-jalan dulu" kata Wina.
"jalan-jalannya masih bisa di lain waktu bun, masa bunda di rumah kita malah pergi jalan-jalan" sahut Dean.
" ih Dean enggak peka banget deh" kata Wina.
"ayok Kesya kita masak aja" kata Wina merajuk pada Dean,
Kesya dan Wina pun mulai memasak sedangkan Dean sedang jalan-jalan di sekitar rumahnya.
ia melihat sangat banyak rumput liar yang tumbuh, memang rumah ini jarang ia tinggali. karena dulu Wina selalu menyuruhnya pulang ke rumah, ia hanya sesekali berkunjung ke rumah ini. sehingga tidak terawat.
tiba-tiba ia melihat mobil berwarnah hitam memasuki pekarangan rumahnya, itu adalah ayahnya. Dean pun segera menghampiri Haris saat melihat Haria turun dari mobil.
mereka berdua masuk ke dalam rumah,
"oh Dean bagaimana pernikahan kamu sama Kesya?" tanya Haris .
Dean bingung harus menjawab bagaimana, Haris yang melihat itu pun paham bagaimana pernikahan mereka.
"Dean, ayah tahu kamu belum mencintai Kesya, tapi cobalah untuk membuka hatimu untuknya, dia itu perempuan baik-baik, apa kamu tidak bisa melihatnya?" kata Haris.
__ADS_1
"yah, semuanya butuh proses. Dean akan usahakan membuka hati untuknya" kata Dean dengan gusar, karena ragu.
"baiklah semua terserah kamu saja, tapi jangan sampai kamu terlalu mementingkan ego, sehingga kamu menyesal nantinya" kata Haris.
"eh ayah, sudah lama datangnya?" tanya Wina saat melihay Haris,
" baru aja kok, bunda lagi masak apa?" tanya Haris sambil mendekati Wina.
" ini bunda lagi masak kepiting saus tiram" kata Wina sambik terus mengaduk masakannya.
Haris memeluk Wina dari belakang, sedangkan Kesya yang melihat pemandangan itu pun jadi malu sendiri, bagaimana tidak mertuanya itu bermesraan di depannya.
"biarin aja, kalau Kesya juga mau, kan ada Dean" kat Haris menggoda Kesya, Kesya pun tambah malu di buatnya, ia jadi salah tingkah.
Wina dan Haris yang melihat Kesya yang salah tingka pun tertawa.
Kesya menggerutu dalam hati melihat mertuanya itu menertawainya.
"*kok mereka bisa-bisanya sih mesra-mesraan di dapur, *"
"ayah mending tunggu di meja makan aja" kata Wina, Haris pun menurut dan duduk di meja makan sambil memperhatikan mereka memasak.
__ADS_1
sedangkan Dean yang sedari tadi menunggu di meja makan, hanya cuek saja, tapi ia memperhatikan Kesya sedari tadi.
semua masakan pun akhirnya masak, Kesya dan Wina segera menghidangkannya di meja makan. Kesya merasa dirinya terus di perhatikan oleh seseorang, ia pun mendongakkan kepalanya dan melihat Dean yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan, Kesya segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. setelah meghidangkan makanan Kesya dan Wina duduk di kusi masing-masing.
Wina segera mengambilkan makanan untuk Haris, sedangkan Kesya hanya diam, ia ragu apakah Dean mau diambilkan nasi juga olehnya?, sedangkan Dean menunggu Kesya mengambilkan makanan untuknya, Wina yang melihat itu pun segera bicara.
"sayang kamu enggak ambilin Dean makanan?" kata Wina.
"ehm, emangnya boleh?" tanya Kesya, membuat Wina tersenyum maklum. sepertinya hubungan mereka masih canggung.
"tentu saja boleh dong, Dean kan suami kamu, mengambilkan makanan untuknya itu adalah kewajiban kamu" jelas Wina.
Kesya dengan ragu mengambil piring Dean dan mengisinya dengan nasi dan tak lupa beberapa lauk.
mereka pun makan dengan tenang, Haris yang melihat interaksi anak dan menantunya itu pun harus melakukan sesuatu, agar mereka bisa menyadari perasaan masing-masing. Haris yakin mereka berdua sebenarnya sudah mulai saling menyukai, tapi mereka tidak menyadarinya.
Kesya lagi-lagi di buat terkejut oleh perkataan Feno, ia tidak tahu kalau ternyata...
"jadi kamu temannya Dean yang datang di pernikahanku dengan Dean" kata Kesya kaget, ia sama sakali tidak mengenal Feno saat itu.
Feno hanya tertawa geli melihat Kesya yang masih syok.
__ADS_1