
namun setelah percakapan itu Geri tidak pernah menemui Kesya lagi, sampai hari ini Geri tiba-tiba muncul.
"enggak" jawab Rian menggelengkan kepala sambil memakan cemilannya.
"kakak masih bisa dong sama kak Kesya..."
"tidak boleh!" potong Rian sambil menatap Geri garang, tapi terlihat imut di mata Geri.
"kenapa?" pancing Geri.
"soalnya kak Kesya udah nikah sama kak Dean" jawab Rian sambil melanjutkan memakan Cemilannya.
Geri syok mendengar kata Rian, ia pun melihat Kesya yang hanya diam sedari tadi.
Geri merasa kecewa, ia merasa di permainkan oleh Kesya.
Geri kembali karena ingin menagih jawaban Kesya, tapi sekarang ternyata Kesya menikah dengan pria lain.
"benar kata Rian?" tanya Geri pada Kesya untuk memastikan.
Kesya hanya mengangguk.
melihat hal itu Geri merasa sesak, ia ingin mengatakan banyak hal pada Kesya, tapi ia tahan karena ada Rian.
mereka saling diam sedangkan Rian tetap fokus pada cemilannya.
"kak, pulang yuk Rian ngantuk" ajak Rian.
mereka pun pulang dengan di antar Geri.
__ADS_1
sesampainya di depan rumah Rian, Rian dengan cepat turun sambil masuk ke dalam rumah. saat Kesya akan turun dari mobil, Geri mengatakan sesuatu yang membuat Kesya mengurunkan niatnya untuk turun.
"aku angin bicara sama kamu"
saat Kesya duduk seperti semula, Geri pun melajukan mobilnya ke Cafe untuk bicara dengan Kesya.
hanya ada keheningan selama perjalanan.
sesampainya di Cafe Geri dan Kesya mencari tempat duduk yang nyaman untuk mengobrol.
mereka duduk di pojok ruangan dan segera memesan minuman.
"aku nggak nyangka kamu sudah nikah" kata Geri membuka obrolan.
"aku di jodohkan" jawab Kesya.
"segitu nggak berartinya ya perasaan aku buat kamu. ini juga salahku karena tiba-tiba pergi tanpa memberitahu kamu, aku sengaja karena aku ingin memberimu waktu, tapi ternyata kamu malah menikah dengan orang lain"
Geri hanya diam mendengar semuanya.
"apa kamu bahagia?" tanya Geri setelah terdiam cukup lama.
"iya, aku bahagia"
"kamu mencintainya?" tanya Geri lagi.
"iya, aku sangat mencintainya" jawab Kesy yang membuat Geri sakit hati mendengarnya.
"apa dia mencintaimu juga?" tanya Geri terakhir.
__ADS_1
Kesya terdiam cukup lama, ia tidak tahu apakah Dean mencintainya atau tidak apalagi dulu Dean selalu saja mengeluarkan kata-kata kasar padanya, tapi melihat perlakuan Dean belakangan ini ia merasa kalau dirinya di cintai.
"kami bahagia" hanya itu jawaban Kesya.
Geri merasa heran mendengar jawaban Kesya.
"baiklah, aku bahagia kalau kamu bahagia, tapi ingat jika dia tidak membahagiakanmu maka aku akan merebutmu darinya" kata Geri dengan serius.
Kesya hanya diam tidak tahu harus berkata apa.
tanpa Kesya dan Geri sadari ada seseorang yang sedang mengikuti dan memotret mereka sejak di taman sampai di Cafe ini, orang itu tersenyum licik saat melihat hasil potretnya ia pun menyimpan kameranya dan akan mengirimkan foto-foto itu pada Dean.
"sebentar lagi Dean akan jadi milikku lagi dan wanita itu akan segera di tendang dari kehidupan Dean" kata wanita itu tertawa bahagia.
beberapa hari pun berlalu, mereka melakukan aktivitas seperti biasanya.
Singapura
seorang pria mudah sedang duduk di kursi kebesarannya dengan beberapa orang di depannya yang berasal dari berbagai negara di Asia. ia sedang menjelaskan mengenai proyek yang bermasalah di Bangkok yang menyebabkan beberapa orang di depannya komplain bahkan ada beberapa yang ingin mencabut saham di perusahaan itu karena mengalami kerugian.
"I hope you all want to be patient about this project, because this is a big project, it will take a little time to fix it, but I promise to give a big profit for all of you, who want to retain shares in our company and if any of you disagree it's up to you." kata Dean.
semua orang terdiam, dan dengan serentak mereka bertepuk tangan bertanda setuju akan rencana Dean.
Dean pun mengakhiri meeting saat mencapai kesepakatan.
saat akan kembali ke apartemennya tiba-tiba ada notifikasi yang masuk ke ponselnya, ia pun dengan segera melihatnya karena mengirah Kesya yang mengiriminya pesan.
saat membuka ponselnya Dean sangat terkejut dengan apa isi dari pesan itu, rahangnya mengeras menandakan ia sedang menahan emosinya.
__ADS_1
ia segera menelepon asisten sekaligus sekertarisnya.
"Ke apartemenku sekarang!" kata Dean saat panggilan terhubung dan segera mematikan ponselnya setelah mengatakan kata tersebut.