AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
Chapter 13


__ADS_3

beberapa menit kemudian, tamu undangan pun satu-persatu meninggalkan pesta. Dean dan Kesya menuju hotel dekat pantai yang sudah disiapkan untuk menginap serta beberapa keluarha lainnya.


sesampainya di kamar, Kesya membersihkan make upnya terlebih dahulu, sedangkan Dean membersihkan dirinya di kamar mandi.


setelah Dean mandi, Kesya pun segera mandi juga agar lelahnya bisa berkurang setelah mandi.


setelah itu ia pun keluar kamar mandi dengan pakaian tidurnya. Kesya jadi blushing saat melihat Dean yang melihatnya, tapi tiba-tiba ia heran melihat Dean yang berpakaian rapi seperti akan pergi keluar.


Dean pun pergi tanpa berkata-kata kepada Kesya, Kesya yang melihat hal itu hanya tersenyum miring. ia merasa tidak di hargai, setidaknya Dean mengatakan sepata kata sebelum keluar dan memberitahu Kesya kemana ia akan pergi? tapi Dean meninggalkannya begitu saja.


Setelah Kesya pikir-pikir, Dean selalu saja bersikap dingin dengannya, Dean seakan-akan tidak menginginkan dirinya, tapi kenapa Dean menikahinya, jika tidak menginginkannya?


Kesya pun memilih untuk tidur dan menata hatinya yang sakit.


sementara itu....


Dean sedang berada di apartemennya, ya ia lebih memilih untuk pulang ke sini dari pada bersama Kesya. biarkan saja Kesya berfikiran buruk tentangnya, ia tidak peduli. ia yakin jika Kesya sama seperti wanita yang pernah di kencaninya dulu, karena menurutnya semua perempuan itu sama saja, hanya menginginkan kemewahan saja.


Dean pun memejamkan matanya untuk istirahat.


ya sepertu itulah awal pernikahan mereka, tidak ada malam pertama seperti pengantin lainnya, tidak ada raut wajah bahagia dengan tulus, semuanya hanya topeng mereka saja, terlebih Dean. ini baru awal pernikahan terus bagaimana dengan selanjutnya?

__ADS_1


pagi pun tiba...


terdengar suara pintu kamar Kesya terbuka, Kesya yakin itu Dean. ia pun memilih untuk tetap berpura-pura tidur, Kesya sudah bangun 20 menit yang lalu, karena melaksanakan kewajibannga yaitu sholat subuh.


Kesya membuka sedikit matanya dan melihat Dean duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. suasana kamar itu sangat Hening.


tiba-tiba terdengar ketukan pintu.


tok... tok...


Kesya pun berpura-pura baru bangun saat mendengar ketukan pintu, dan hendak berjalan membuka pintu, namun Dean mendahuluinya, sehingga ia mengurungkan niatnya.


Saat Dean membuka pintu, ia melihat Wina sedang berdiri di sana.


"ayo kita sarapan dulu di bawah, ajak Kesya juga ya" kata Wina


Dean hanya mengangguk saja sebagai jawaban.


Wina pun pergi menuju lantai bawa tempat sarapan, ia sudah memesan makanan dengan pegawai hotel tadi untuk sarapan mereka.


Dean pun menutup pintu saat Wina tak terlihat lagu di depan pintu,

__ADS_1


"siapa? " tanya Kesya.


"bunda, dia menyuruh kita untuk ikut sarapan di bawah" kata Dean.


Kesya hanya mengangguk, dan ke kamar mandi.


setelah Kesya mandi dan berganti pakaian, ia pun hendak keluar kamar untuk pergi sarapan, ia tidak menyadari kalau Dean menunggunya.


"apa kamu tidak melihatku disini" kata Dean saat Kesya hedak keluar.


Kesya kaget saat mendengar Dean yang tiba-tiba bicara. ia pikir Dean sudah keluar duluan tadi.


"oh maaf, aku pikir kamu sudah keluar tadi"


Dean pun berdiri dan keluar kamar diikutis oleh Kesya.


sesampainya di lobi ia melihat beberapa keluarga yang sedang sarapan juga, ia pun mengedarkan pandangannya untuk mencari mereka, sampai ia melihat Bunda yang melambai kearahnya. Dean pun segera berjalan menuju meja mereka, diikuti Kesya untuk sarapan bersama.


terlihat haya ada Wina, Haris, Aris, Mira dan Rian di meja itu ditambah lagi Dean dan Kesya.


mereka makan dengan sesekali bercanda, apalagi saat mendengar kata Rian yang menurut mereka lucu, sehingga membuat Wina ingin segera memiliki cucu, tapi tidak akan membahas itu disini, pasalnya ada Rian.

__ADS_1


"kak Kesya, Rian kemarin ketemu sama kakak ganteng loh" kata Rian.


__ADS_2