AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
Chapter 21


__ADS_3

Kesya mengerutkan keningnya,


"iya, Kesya juga kenal sama Sean" kata Feno


"Sean siapa sih?" tanya Kesya pasalnya dia lupa Sean itu siapa.


"itu loh Kesya, Sean yang selalu main bulu tangkis bareng kita dulu" kata Feno.


Kesya mengingatnya,


"benarkah? tapi semenjak dia pindak aku enggak pernah lagi ketemu sama dia" kata Kesya.


"dia datang saat hari pernikahan kita" kata Dean, dia juga bilang akan merebut kamu lagi lanjut Dean dalam hati.


"benarkah, tapi aku sama sekali tidak menyadarinya"


"ya sudah aku pulang dulu ya, soalnya aku mau antar nyokap ke pesta" pamit Feno yang di angguki oleh Kesya.


" kita pulang yuk, sketsa kamu lanjut di rumah aja ya" kata Dean .


"baiklah, aku ambil dulu"


"mah, kok kak Kesya udah jarang temuin Rian sih?" tanya Rian saat duduk di pangkuan Mira,


Mira mengusap kepala Rian dengan sayang. Mira sudah mulai berubah sejak Aris mengancam akan menceraikannya, jika dia tidak memperhatikan Rian dan selalu keluar bertemu dengan sosialitanya. Mira pun menolak saat Aris akan menceraikannya, ia lebih memilih untuk mengubah sifatnya itu.


"mungkin kak Kesya lagi sibuk" kata Mira lembut.


"tapikan Rian kangen sama kak Kesya"


"em, gimana kalau kita pergi ke rumahnya kak Kesya?"

__ADS_1


"beneran, Rian mau"


"yaudah sekarang Rian ganti baju dulu gih, terus kita pergi"


Dengan antusias Rian berlari menuju kamarnya untuk berganti baju.


Mira hanya geleng-geleng Rian.


huwaaaa!


Mira dengan cepat berlari saat mendengar tangisan Rian.


"astaga Rian" kaget Mira melihat Rian yang terjatuh sehingga membuat lututnya berdarah dan tergores, Mira segera memeriksa lutut Rian dan menggendong Rian ke sofa untuk di dudukkan.


"Rian kenapa?" tanya Aris saat memasuki rumah dan melihat Rian yang menangis dengan lutut berdarah.


"hiks...hiks..." tangis Rian semakin pecah saat melihat Aris.


"hust... sudah sayang, enggak apa-apa kok" Mira menenangkan Rian yang menangis semakin kencang.


"hiks...Rian nggak jadi hiks... ketemu sama kak Kesya hiks..." Rian menangis terisak.


"anak papakan hebat, nggak boleh nangis. kalau Rian mau ketemu kak Kesya nanti papa suruh dia datang temui Rian" Aris berusaha menenangkan Rian.


"hiks bener?" Rian sedikit antusias dan mulai meredakan tangisnya.


Aris mengangguk.


Kesya sedang menyiapkan makan malam, sedangkan Dean hanya memperhatikan kegiatan Kesya.


dreett...drettt....

__ADS_1


ponsel Dean berdering, ia segera mengangkatnya saat melihat nama Aris tertera di layar ponselnya.


"Waalaikumsalam om" jawab Dean.


"nggak kok aku lagi di rumah sama Kesya"


"saya bilang sama Kesya dulu om" kata Dean sambil melihat Kesya,


"Kes om ngajak kita ke rumahnya, dia bilang Rian rindu sama kamu. apa kau mau pergi?"


"iya, aku mau"


Kesya juga merindukan Rian, akhir-akhir ini ia jarang menemui Rian.


"yasudah kita siap-siap aja dulu" kata Dean sambil mengajak Kesya.


"kakn Kesya!" teriak Rian girang saat melihat Kesya dan Dean memasuki rumahnya.


Kesya mencium tangan Aria dan Mira yang diikuti Dean, kemudian menghampiri Rian yang duduk. Kesya melihat lutut Rian yang tergores.


"lutut Rian kenapa?" tanya Kesya cemas melihat luka gores di lutut Rian.


"nggak apa-apa kok" kata Rian tersenyum sambil memeluk leher Kesya, karena Kesya saat ini tengah jongkok ke arah Rian.


"tadi dia jatuh saat akan ganti baju" kata Mira menjawab pertanyaan Kesya.


"ish... Rian bendel banget sih, kan kak Kesya sudah bilang jangan lari-lari nanti jatuh" kata Kesya sambil menarik hidung Rian,


"hehehe,aduh hidung Rian sakit" kata Rian cemberut.


Kesya dan Rian mengobrol sambil bercanda hal itu tak luput dari pandangan Dean yang sedari tadi memandangi Kesya.

__ADS_1


"Kesya sudah cocok jadi ibu" kata Mira ikut melihat hal itu, Dean tersenyum membayangkan anaknya nanti bersama Kesya.


"oh ya ayo kita makan malam dulu baru lanjut lagi ngobrolnya" ajak Mira di sela-sela obrolan mereka.


__ADS_2