AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
Chapter 14


__ADS_3

membuat Kesya menghentikan makannya.


"oh ya dimana? " kata Kesya antusias disertai dengan penasaran, pasalnya 6 bulan ini ia tidak pernah lagi bertemu denga laki-laki yang di bicarakan Rian.


mereka yang mendengarnya pun penasaran.


"om ganteng itu siapa? " tanya Aris mewakili mereka.


"oh iya papa sama mama belum ketemu sama om ganteng, om ganteng itu baik banget, dia dulu pernah bantuin Rian sama kak Kesya. Dia juga pernah bilang kalau dia sayang sama kak Kesya" cerita Rian dengan antusias.


"Rian, lanjutin aja makan ya." potong Kesya saat melihat Rian hendak melanjutkan ceritanya lagi. Rian pun menurut dan lanjut makan lagi.


berbeda dengan empat orang dewasa itu yang kelihatan penasaran, siapa sebenarnya om ganteng dalam cerita Rian?, apalagi saat mendengar pria itu mengatakan kalau dia sayang pada Kesya. mungkinkah itu pacar Kesya? tapi bukankah Kesya tidak pernah berpacaran?


sedangkan Dean ia merasa kesal mendengar cerita Rian, saat mendengar pria itu menyayangi Kesya, mungkin itu pacarnya? tapi hal itu yang membuat Dean tambah kesal, ia jadi tidak bernafsu makan lagi.


"kalian habis ini rencananya mau kerumah bunda atau rumah om Aria dulu?" tanya Wina mengalihkan perharian mereka.

__ADS_1


" kami langsung ke rumahku saja" kata Dean menjawab.


hal itu membuat Kesya menatap Dean protes, karena hal ini Dean tidak pernah membicarakan hal ini.


"kenapa terlalu cepat? bundakan ingin bersama Kesya" tanya Wina protes.


" bun, kami ingin mandiri, kalau untuk bersama Kesya, nanti dia kerumah bunda" kata Dean.


"benar ya, kamu jangan larang dia temui bunda" kata Wina dengan terpaksa.


"yaudah kami duluan ya, soalnya Kesya harus menyiapkan barang-barangnya untuk pindah" kata Dean setelah mereka selesai sarapan.


"kok kamu enggak diskusi dulu sama aku kalau mau pindah?" tanya Kesya protes.


"diskusi enggak diskusi sama aja, ujung-ujung kamu harus ikut akukan" kata Dean santai.


Kesya pun lebih memilih diam dari pada berbicara dengan Dean yang malah akan membuat dia emosi.

__ADS_1


sesampainya di depan rumah Kesya, Kesya, pun segera turun dan meninggalkan Dean, ia sangat kesal dengan Dean yang hanya seenaknya saja.


Kesya pun segera mengambil satu koper besar dan menyiapkan baju-baju yang akan di bawanya. setelah menyiapkannya ia pun membawa kopernya menuju lantai satu di mana Dean sedang duduk menunggunya di temani oleh Aris dan Mira juga Rian.


"huaaaa.... kak Kesya hiks tinggalin Rian lagi hiks" tangis Rian pecah saat melihat Kesya membawa kopernya.


Kesya yang melihat Rian menangis pun hendak memeluknya, tapi Rian malah bersembunyi di pelukan Mira, agar Kesya tidak memeluknya.


"huaa... hiks.. hika.. kak Kesya jahat hiks..." kata Rian terisak-isak, membuat Kesya tidak tahan melihatnya.


"ust... udah jangan nangis sayang, kak Kesya enggak tinggalin Rian kok" kata Mira menenangkan Dean.


"dan Rian enggak boleh ngomong gitu sih sama kak Kesya. kasian kak Kesya kan sedih, lagian Rian boleh kok nanti kerumah Kak Kesya" kata Mira menghibur Rian saat sudah berhenti terisak.


Rian pun mengangguk dan berdiri untuk memeluk Kesya, Rian kembali terisak saat di pelukan Kesya.


***

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote 😁😳


__ADS_2