
ia melihat jam yang tenyata menunjukkan pukul 22.03,
"astaga sudah larut, aku harus pulang. nanti Dean khawatir denganku, karena aku tidak ada dirumah" kata Kesya mengambil tasnya dan hendak membuka pintu.
namun ia tersadar dan tertawa terbahak-bahak.
astaga sepertinya dia sudah gila, karena mengharap Dean mengkhawatirkannya. ia yakin walaupun dirinya tidak pulang sekalipun, Dean tidak akan mengkhawatirkannya, atau mungkin Dean sangat senang, karena dirinya tidak ada. bukankah itu memang keinginan Dean.
Kesya pun menuju kamar di ruangannya itu untuk tidur, ya malam ini dia akan menginap disini.
sementara itu Dean baru pulang dari Cafe, saat akan memasuki rumah, rumah ternyata terkunci, ia pun mengambil kunci cadangan di dalam mobilnya untuk membuka rumah, saat masuk rumah, seluruh ruangan gelap, ia pun memanggil-manggil Kesya.
"Kesya..." tidak ada sahutan. ia memmutuskan untuk ke kamar Kesya .
tok...tok...
Dean mengetuk pintu kamar Kesya berkali-kali, namun tidak ada jawaban. ia pun membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu.
namun yang Dean lihat hanya kegelapan, ia pun menyalakan lampu, dan kamar itu terlihat tapi, sepertinya Kesya sedang keluar.
"mungkin dia keluar jadi jalang" kata Dean dalam hati namun ia sangat kesal jika itu benar.
Dean pun memilih menonton tv untuk menunggu Kesya pulang, namun ia tidak tenang jika membayangkan Kesya bersama pria lain, Dean pun melempar remot tv saat membayangkannya, ia sangat kesal.
"awas aja kalau dia pulang nanti" gumam Dean
Dean melihat jam yang menunjukkan pukul 23.59.
"dia ke mana sih" kata Dean Frustasi.
tiba-tiba dia melihat teleponnya, ia pun segera mengambilnya, berniat untuk menghubungi Kesya, namun dia urungkan. kenapa dia harus peduli?
Dean pun tertidur di sofa depan tv.
pagi hari tiba...
Kesya segera bangun dan sholat, dia memilih untuk mandi saja dan melanjutkan desainnya, buat apa juga ia pulang, Dean pasti akan membuatnya sakit hati, jadi ia memilih pulang sore saja.
sedangkan Dean, ia tidak bisa tidur dengan nyenyak tadi malam, karena Kesya tidak pulang.
__ADS_1
ia pun memutuskan tidak ke kantor, karena badannya sakit semua, akibat tidar di sofa di tambah lagi kepalanya pusing, karena kurang tidur.
ia pun menuju kamarnya, agar bisa lebih enakan.
Wina sedang menuju ke rumah Dean, hari ini ia akan mengajak Kesya untuk pergi ke salon.
ting...tong...ting...tong...ting....tong...
Dean terusik saat mendengar seseorang memencet bel rumah terlalu sering, Dean pun dengan tertatih menuju lantai bawa untuk membuka pintu.
"siap..." ucapan Dean terpotong saat melihat Wina yang berdiri di depan pintu.
"eh bunda, ayo masuk" ajak Dean
"kamu kok lama benget sih buka pintunya?" tanya Wina sambil masuk ke rumah.
"oh ya Kesya mana?" tanya Wina.
Dean jadi bingung, apa yang harus di jawab?
"kamu kok diam aja sih?" tanya Wina curiga
"ya padahal bunda mau ajak dia ke salon" kata Wina kecewa, "yaudah deh bunda tunggu dia pulang aja, nanti bunda mau ajak dia masak bersama" kata Wina sambil menuju sofa depan tv.
Dean hanya diam dan mengikuti Wina, bagaimana kalau nanti Kesya tidak pulang lagi? dia harus bilang apa sama Wina?
sepertinya dia harus menghubungi Kesya.
"bun, Dean ke kamar bentar ya" kata Dean sambil ke kamarnya, dia pun mengambil hp nya dan mengirim pesan pada Kesya.
to Kesya,
bunda ada rumah cari kamu.
Dean pun mengirim pesan tersebut, lalu ke turun ke bawa untuk menemani Wina.
Kesya melihat ada pesan masuk di ponselnya, ia pun segera membacanya.
from Dean,
__ADS_1
bunda ada rumah cari kamu.
ternyata pesan dari Dean, Kesya pun segera merapikan perlatannya, kemudian pulang, karena Wina sedang ada di rumahnya.
sesampainya di rumah, Kesya segera masuk dan melihat Dean dan Wina sedang duduk menonton tv,
"Assalamualaikum, bunda sudah dari tadi?" tanya Kesya sambil menyalimi tangan Wina, sebenarnya ia ragu untuk menyalimi tangan Dean, namun karena Wina memperhatikannya Kesya pun segera menyalimi tangan Dean, sedangkan Dean tidak menyangka kalu Kesya akan menyalimi tangannya.
"waalaikumsalam, iya. hari bunda mau ajak kamu ke salon, tapi karena kamu pergi ke butik tadi, jadi bunda putusin untuk ajak kamu masak bareng aja" jelas Wina.
"ya sudah, kebetulan kemarin Kesya sudah belanja bahan makanan" kata Kesya.
"mending sekarang kamu bersih-bersih dulu gih, baru kita memasak" suruh Wina, Kesya pun ke kamarnya untuk bersih-bersih.
setelah Kesya membersihkan dirinya, dia pun segera turun menenui Wina untuk masak,
"bunda kita masak apa?" tanya Kesya.
" ehm, gimana kalau kita masak kepiting saus tiram sebagai menu utamanya" usul Wina
Kesya pun hanya mengangguk.
"tapi, Kesya tidak beli kepiting" kata Kesya.
" itu mah gampang, mending kamu sama Dean ke supermarker untuk beli kepiting" suruh Wina.
"biar Kesya sendiri aja bun" kat Kesya menolak pergi bersama Dean.
"sudah, kalian pergi berdua aja, lagian supermarketnya lumayan jauh" kata Wina.
Kesya dan Dean pun terpaksa pergi bersama.
tak lama Kemudian, mereka pun sampai di supermarket,
Dean dan Kesya pun menuju tempat kepiting, Kesya memilih kepiting-kepiting itu, tapi ia tidak tahu harus mengambil yang mana? pasalnya ia tidak pernah membeli kepiting sebelumnya.
Dean yang melihat Kesya bingung pun langsung mengambil kepiting yang agak besar dan berat, ia segera menyimpannya di troli. kemudian pergi untuk membayarnya.
sedari tadi mereka tidak ada yang memulai pembicaraan, entahlah kedua merasa canggung.
__ADS_1
"mah ini kepitingnya" kata Dean menghampiri Wina di dapur.