
Seorang gadis kecil menangis sesenggukkan di tanah sedangkan teman-temannya hanya memandanginya tanpa berani bergerak sedikitpun.
"loh Rara, kok nangis. Sini bangun sayang.."
Bu guru membantunya berdiri lalu membersihkan seragamnya dan menghapus air matanya.
"kenapa Rara nangis hmmm? "
"Tata bu... "
Gadis tersebut menunjuk pada salah satu anak yang tengah duduk di ayunan sambil menunduk.
"Tata dorong Rara bu"
Adu seorang anak lain.
"Tata, kok Rara di dorong. Kenapa sayang? "
Anak tersebut masih terdiam menunduk karena takut.
"Tata, bilang sama ibu nak, Ibu gak marah kok"
"Tata mau main ayunan bu"
Bu guru tersebut pengusap pelan rambut anak laki-laki tersebut sambil tersenyum.
"besok-besok kalau Tata mau main ayunan,Tata bilang permisi dulu, jangan di dorong temennya ya sayang. Nanti pasti dikasi kok"
Anak laki-laki tersebut mengangguk pelan.
"sekarang minta maaf dulu ke Rara sayang... "
Anak laki-laki tersebut mengulurkan tangannya.
"aku minta maaf ke Rara"
Anak gadis tersebut pun membalas uluran tangannya dan merekapun berjabat tangan.
"bagus, kalian berdua memang anak pintar. Sekarang main bareng lagi ya"
Rara mengangguk pelan.
"Rara, main sama aku aja. kita main itu"
Anak tersebut menunjuk pada mainan jungkat-jungkit. Rara pun tersenyum dan mengangguk lalu mengikuti temannya untuk bermain.
"kenapa itu? "
"biasa rebutan mainan. Kamu awasi dulu ya, aku mau ketoilet sebentar"
"iya,sana ketoilet.."
Guru tersebut pun mengawasi anakcanak di sekolah taman kanak-kanak tersebut.
"kira-kira mereka akan bisa berteman sampai besar gak ya? "
__ADS_1
###
Amanda tengah menemani putrinya bermain bersama kelinci baru di taman belakang.
"ma, kelincinya kok gak loncat? "
Amanda tersenyum.
"iya sayang kan mereka lagi makan. Nanti habis makan baru mereka loncat-loncat"
"ma, yang itu jantan atau betina? "
"yang itu jantan, yang dua itu betina sayang"
"kok betinanya 2? Kan harusnya satu jantan satu betina"
"oh iya? Iya udah, besok kita beli yang jantannya satu lagi ya"
"iya ma... "
Seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"nyonya, tuan sudah datang" ucapnya menunduk.
Amanda terlihat sangat senang. Sudah 3 bulan suaminya harus bekerja jauh karena tuntutan tugas.
"iya udah bik, saya kesana sekarang"
"tapi nyonya... " wajah pelayan itu terlihat sedih.
Amanda mengerutkan keningnya.
###
Rachel mengayuh sepedanya dengan kekuatan penuh sambil tersenyum senang. Segera setelah tiba di suatu rumah, security membukakan gerbang dan dengan segera Rachel memarkir sepedanya.
"pak aku menang... Aku menang"
Rachel mendatangi securitynya lalu mengajaknya loncat girang.
"iya... Iya non... Tapi menang apa non? Bapak gak ngerti"
Rachel membuka tas Ranselnya lalu mengeluarkan sebuah paperbag dan memberikannya pada security tersebut.
"nih pak oleh-oleh buat cemilan"
Rachel dengan senyum sumbringah langsung berlari ke dalam rumah
"makasi non Rachel... "
Rachel segera masuk ke dalam rumah dan berteriak memanggil nenek dan kakeknya.
"nenek... Kakek... Yuhu... Ada orang dirumah? "
Semua pelayan datang mendengar suara Rachel. Kakek dan neneknya pun ikut berlari karena kaget.
__ADS_1
"Rachel? Kamu kenapa teriak-teriak sayang? "
Rachel segera menghampiri kakek dan neneknya lalu memeluk mereka secara bergilir.
"nek...kek... Rachel menang... Rachel menang olimpiadenya"
Semua orang yang ada disana langsung ikut merasa bahagia.
"kamu serius Hel? " tanya nenek senang.
"iya nek... "
Rachel membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah piagam lalu memberikannya pada neneknya.
"tuh kan, apa kakek bilang. Cucu kakek pasti menang! Pelayan, malam ini siapkan makanan yang enak. Cucuku menang..."
"baik tuan besar... "
Kakek,nenek dan Rachel tersenyum bahagia.
"kamu udah bilang sama mamamu? "
Rachel menggeleng pelan.
"sekarang Rachel mandi dulu, biar wangi ketemu mama"
Rachel mencium pipi kakek dan neneknya lalu berlari ke kamarnya.
"kamu lihat, itu cucuku. Cerdas dan penuh semangat! " kakek tersenyum bangga.
"iya, cerdas dan semangat. Tapi jangan lupa, cantiknya dari nenek sama mamanya"
Kakek tersenyum.
"iya lah, istri,putri dan cucuku adalah wanita yang paling cantik di dunia"
Nenek tersenyum lalu menatap piagam yang ada di tangannya.
"kamu pasti bangga sama dia, sayang"
###
Rachel merapikan bajunya sambil tersenyum senang. Tidak lupa dia membawa bunga kesukaan mamanya yang biasanya bisa membuat mamanya tersenyum walau hanya melihatnya.
"mama... Lihat apa yang Rachel bawa buat mama. Cantik kan? Ini bunga kesukaan mama kan? "
Rachel merapikan bunganya lalu meletakkannya di atas nisan mamanya.
"ma, Rachel menang ma. Rachel juara olimpiade matematika. Mama seneng kan dengernya? "
Rachel tersenyum semangat dengan mata berkaca-kaca.
"mama selalu liat aku kan dari atas sana?"
Rachel menatap ke arah langit. Ia memejamkan matanya dan merentangkan tangannya.
__ADS_1
"mama, Rachel kangen. Rachel pengen dipeluk. Rachel sayang banget sama mama... "
###