Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 13


__ADS_3

Rachel berdiri tenang sambil menutup matanya.


Beberapa helai rambutnya menari ditiup hembusan angin pantai.


Juna tersenyum lalu menghampiri Rachel lalu memeluknya dari belakang membuat Rachel kaget.


"Jun, malu nanti diliat orang"


"gak ada orang disini"


Juna membenamkan wajahnya di ceruk leher Rachel.


Wajah Rachel pun mulai terasa panas seketika.


Juna mencium pipi Rachel dan mengusap pucuk kepalanya.


"kamu suka disini? "


Rachel mengangguk.


"udah lama aku gak kepantai. Rumah kakek sama nenek ada di perbukitan"


Rachel menarik nafas panjang.


"dulu mama suka ajak piknik di pantai"


Juna membaliikan tubuh Rachel lalu menyelipkan Rambutnya ke belakang telinganya.


"mama kamu pasti bangga punya anak berani dan pinter kaya kamu"


Rachel tersenyum.


"apa kamu punya kepribadian ganda? "


Juna menaikkan aebelah alisnya.


"kadang cuek banget, kadang romantis banget"


Juna tertawa pelan lalu menggosokkan hidungnya dengan hidung Rachel.


"biar kamu gak nyari cowok lain gara-gara aku yang gak romantis"


Rachel memainkan jarinya di pipi Juna.


"kalau gitu pertahankan. Aku suka"


Juna menarik rubuh Rachel kedalam pelukannya.


"apapun asal kamu tetep sama aku, Sayang"


###


Setibanya di kontrakan, Rachel dan Juna melihat buket bunga mawar merah berasa di depan pintu kamar Rachel.


Juna mengambil bunga mawar tersebut dan menatap ke arah Rachel penuh tanya.


"jangan tanya dari siapa, aku bener-bener gak tau"


Juna mengerutkan alisnya lalu membuang bunga tersebut di tong sampah depan kamar tetangga sebelah.

__ADS_1


"masuk... "


Rachel membuka pintunya dan merekapun masuk kedalam kamar Rachel.


"aku mandi dulu... "


Rachel segera masuk kedalam kamar mandinya. Setelah itu Juna mengambil Hp Rachel dan mengecek isinya.


"gak ada yang mencurigakan. Kalau gitu siapa yang ngirim?"


Juna berusaha menebak-nebak orang yang dia curigai.


"udahlah, masak aja dulu. Rachel pasti udah laper"


###


Rachel tiba di Restoran yang sudah lama tidak pernah ia datangi.


"nona Rachel? "


sapa seorang pelayan disana.


"iya... "


"mari ikut saya... "


Rachel mengangguk dan mengikuti pelayan tersebut ke rooftop restoran.


pemandangan kota disiang hari yang indah ditambah hiasan restoran yang cantik membuat Rachel tersenyum.


"coba aja Juna juga ikut" gumamnya.


Rachel menoleh dan kaget dengan apa yang dilihatnya.


"Juna? "


Juna ada disana dengan orang tuanya juga Alex dan Bagas.


"jadi dia Rara? "


Alex tersenyum.


"iya, dia Rara... "


"astaga... maaf Rara,tante sama om sampai gak ngenalin"


Rachel tersenyum tapi masih bingung.


"pa, ini kenapa? "


"mungkin kamu lupa Ra sama tante Widya dan Om Andre. tapi kamu pasti inget dulu waktu kecil kamu sering main di kantor sama anaknya Om Andre"


"anak Om Andre? tapi kan anaknya Om cuma Juna"


Rachel menatap ke arah Juna bingung sedangkan Juna hanya tersenyum simpul.


"gak nyangka, tanpa bantuan kita mereka bisa ketemu lagi, Andre"


"iya Pak, saya juga gak nyangka... "

__ADS_1


"jadi maksudnya Juna... "


###


"gimana kamu bisa tau? "


Juna tersenyum lalu menggenggam tangan Rachel.


"feelingku gak akan salah. Lagipula, kamu dari kecil emang gatau takut"


"aku takut sama kamu"


Juna menatap mata Rachel.


"emang aku serem? "


"gak sih, cuman patut diwaspadai aja"


Rachel terkekeh puas.


"nanti malem order makan aja,gimana?"


"kenapa? Bosen makan masakanku?"


"enggak, cuman kasian aja kamu masak terus"


Juna tersenyum.


"sebelum kamu dateng juga aku biasa masak setiap hari"


"kenapa gitu? "


"karena feeling aku bilang, kalau kamu bakalan doyan makan.jadi aku harus bisa masak"


Rachel tertawa pelan.


"siapa yang ngajarin gombal gitu hah? "


"Rian... Casanova sekolah... "


"dasar Rian. Oh iya, besok harus ada kelas bimbingan lagi"


"gapapa,Kan lombanya bentar lagi"


"iya sih... 3 hari 3 malem loh karantinanya"


"tau... Jangan aja kamu macem macem disana."


"buat apa macem-macem. Orang udah punya yang paling pas"


Rachel memeluk pinggang Juna.


Juna mengusap pipi Rachel lalu memeluknya balik.


"jangan pergi lagi"


Juna mengeratkan pelukannya.


"aku gak akan pergi lagi... "

__ADS_1


###


__ADS_2