Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 27


__ADS_3

Rachel terdiam menutup mulutnya rapat-rapat saat Johnny mencoba menyuapinya makan.


"Makan Hel, seharian ini kamu nolak makan. Makan ya Sayang"


Rachel tetap diam tak bergeming.


"Hel, jangan uji kesabaranku"


Rachel tetap tak bergeming.


Johnny membanting piring di tangannya ke lantai.


"Kamu sama Jasmine sama aja! Apa sih bagusnya Juna sampai kalian kaya gini buat dia hah?!"


"Juna lebih baik dari kamu"


Johnny tersenyum smirk.


"Kamu tau, terakhir kali sebelum Jasmine gak ada,dia juga bilang hal yang sama"


"Lalu kamu dikit aku takut sama ancaman kamu?"


"Dasar cewek keras kepala"


Johnny menampar pipi Rachel dengan sangat keras hingga sudut bibir Rachel berdarah.


Johnny pun segera keluar dari kamar tersebut dan tidak lupa mengunci pintu kamarnya.


Rachel menangis menahan rasa sakit di pipinya.


"Juna..."


####


"jadi dia benar-benar hilang?"


"Iya pak. Keluarganya seakan tutup mulut jadi saya perlu bantuan bapak buat ngelacak Hp Rachel"


Polisi tersebut mengangguk pelan.


"Tunggu sebentar"


Polisi tersebut meninggalkan Risky dan teman-temannya.


"Jadi Rachel sempet lapor polisi?"


Risky mengangguk.


"Waktu gue sama dia diinterview polisi,dia cerita sempet ketemu orang aneh yang kayaknya sengaja ngikutin dia. Jadi polisi pasang aplikasi pelacak di Hpnya Rachel.


"Orang aneh?siapa?" Tanya Raka.


"Johnny...!!"

__ADS_1


###


Rachel akhirnya berhasil membuka baut jendela tralis di kamar tersebut menggunakan bantuan alat yang dia temukan di kamar tersebut.


Perlahan,Rachel melepas tralisnya dan melihat keadaan di luar.


"Kemana penjaganya?"


Rachel keluar dari kamar tersebut lalu terdengar suara tembakan pistol sangat keras beberapa kali.


"Ada apa itu?"


Rachel mencoba mencari jalan keluar dari rumah tersebut dan memutuskan untuk memanjat sebuah tembok yang tidak terlalu tinggi.


Awalnya Rachel merasa sangat kesulitan karena tubuh Rachel yang lemas belum makan sama sekali sejak pagi. Namun dia memantapkan diri dan terus berusaha hingga akhirnya dia berhasil melewati tembok tersebut.


Dia berhasil keluar dari rumah tersebut namun dilihatnya beberapa orang berseragam polisi lengkap tengah berjaga di sana. Samar-samar dikegelapan itu,Rachel juga melihat Juna dan beberapa temannya.


Namun dari lain sisi, Rachel mendengar suara deru mobil tanpa lampu yang melaju ke arah Juna.


"Itu...itu pasti Johnny..."


Rachel segera berlari ke arah Juna.


"Juna..."


Semua menoleh ke arah Rachel dan Juna merasa sangat senang melihat Rachel ada di depan matanya.


"Juna awas..."


"Awas mobil!!"


Teriak seorang brimop saat mobil sudah sangat dekat dengan Juna.


Juna hendak menoleh namun tubuhnya sudah lebih dulu di dorong Rachel hingga mobil yang dikendarai Johnny tersebut menabrak tubuh Rachel dengan sangat keras.


"Rachel!!!!"


Suara teriakan terdengar sangat ramai di telinga Rachel namun pandangannya sudah kabur.


Juna mengangkat Rachel dan melihat Juna baik-baik saja Rachel tersenyum lega.


"Juna..."


####


"mama?"


Amanda berbalik dan tersenyum menatap putrinya tersebut.


Rachel berlari dan memeluk Amanda dengan sangat erat.


"Mama Rachel kangen mama"

__ADS_1


Rachel terisak keras.


Amanda mengusap Rambut Rachel sambil tersenyum.


"Sayang,kamu udah besar. Cantik pula..."


Rachel melepas pelukannya dan menatap mamanya.


"Kan anaknya mama. Pasti cantik kaya mamanya"


Amanda tersenyum menatap Rachel.


"Kamu memang anak mama yang paling hebat dan kuat"


Puji Amanda pada putrinya.


"Mama tau, Rachel udah sama papa sama kak Bagas"


"Mama tau. Lalu kenapa kamu disini sekarang? Apa kamu gak mau jaga papa sama Bagas?"


Rachel terdiam dan melihat sekelilingnya. Dia teringat akan kejadian terakhir sebelum dia disini.


"Kok aku bisa disini?"


Amanda mengelus rambut putrinya.


"Kalungnya cantik"


"Iya ma, ini kalungnya dari...dari..."


Rachel merasa ada yang salah pada dirinya.


"Kamu akan inget semuanya. Ingat,kamu harus dengerin kata hati kamu. Faham?"


"Tapi ma, aku kan..."


Rachel kembali terdiam. Dia lupa apa yang ingin dia katakan.


"Kamu pasti sembuh. Percaya sama mama"


Amanda mencium kening putrinya dan Rachel menutup matanya.


Di telinganya dia mendengar beberapa suara dan dia merasa sesak. Spontan dia membuka matanya dan menarik nafas panjang dan melihat samar-samar cahaya terang dan beberapa orang disekitarnya yang tidak jelas wujudnya.


"Kita mendapatkannya...kita mendapatkannya lagi"


Suara seorang pria paruh baya terdengar ditelinga Rachel dan beberapa ucapan syukur dari suara perempuan.


Beberapa saat kemudian seorang menyuntikan sesuatu pada lengan Rachel hingga dia kembali tidak sadarkan diri.


"Mama..."


###

__ADS_1


__ADS_2