Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 17


__ADS_3

*flashback*


"siapa dia? "


"bukan urusan lo"


"gue tanya siapa dia? "


"kalo dia pacar gue, emang kenapa? Masalah buat lo? "


Jawab Rachel yang ikut terpancing emosi.


Juna menarik pinggang Rachel hingga tubuh Rachel terbentur dengan tubuhnya.


"putusin dia"


Rachel membulatkan matanya kaget.


"ma-maksud lo? "


"gue bilang putusin dia!"


"ke-kenapa?"


"gue gak suka, gue benci dan gue gak mau lo dimilikin cowok lain!"


"iya kenapa? "


"karena gue suka sama lo Hel! Gue suka sama lo! "


Mata Juna terlihat berkaca-kaca.


"tapi Jun, gue belum ada rasa apapun ke lo"


Juna tersenyum tipis lalu menempelkan keningnya pada kening Rachel


"jadi pacar gue, dan gue bakal bikin lo suka sama gue"


*end off flash back*


Adrian dengan lemas keluar dari kamar Rachel.


"aroma-romanya kayaknya ditolak nih"


ucap Edo sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal.


Bagas pun tertawa pelan.


"sabar Dri, masih banyak bintang di langit"


Bagas menepuk bahu Adrian.


"tapi gue maunya dia"


"susah Dri. Mereka udah deket dari kecil. Kepisah lama, malah takdir yang nemuin mereka lagi disini"


"deket dari kecil? "

__ADS_1


"gitu sih kata papa. Bokapnya Juna kerja di kantor papa. Terus mereka ketemu pas acara kantor. Jadi sering main bareng. Pastinya sebelum gue ada di keluarga itu kejadiannya"


Edo tertawa.


"kalo gitu,nunggu Rachel lupa ingatan dulu baru dia bisa lupain Juna. Udah takdir sendiri yang bawa mereka bareng"


"gue gak boleh nyerah gitu aja. Gue Adrian dan gue selalu usaha buat dapetin apa yang gue mau"


###


"kenapa gak makan dari tadi? " tanya Juna.


"salahmu. Kenapa setiap hari akunya dimasakin. Kan jadi kebiasaan makan masakanmu"


Juna tersenyum simpul


"Hel, jajan lo banyak bener"


Dikta yang mengecek kulkas lalu mengambil beberapa cemilan.


"masa? "


Rangga ingin ikut memantau isi kulkas Rachel.


"liat aja. Coklat, kue, kinderjoy, jelly, permen, marsmellow eskrim berbagai varian. Berasa kaya liat barang display minimarket"


"lo kesini mau jenguk apa ngabisin isi kulkas orang? "tanya Risky


"kalau bisa keduanya kenapa harus satu. Boleh kan Hel? "


"iya makan aja... "


"besok-besok kalau bosen enak juga kesini banyak makanan"


"makan aja lo berdua"


Anak-anak yang lain tertawa melihat tingkah Dikta dan Rangga.


"Hel, katanya ada guru sekolah tadi kesini. Siapa? " tanya Surya


"pak Edo sama pak Adrian"


"ngapain aja mereka disini? "


Rachelpun menceritakan semuanya sambil meminum obatnya.


"pinter... "


"siapa dulu, pacarnya Una"


"Juna... "


"tapi enakan manggil Una"


"udah Jun, ngalah aja sama cewek"


"iya, pasal pertama dalam hubungan pacaran adalah wanita selalu benar"

__ADS_1


"tuh denger. Wanita selalu benar Jun"


"iya... Iya... "


"eh iya Hel, hasil lombanya udah diumumin" ucap Eka.


"terus hasilnya? "


"iya menang lah. Para calon dokter dikirim" sambung Dikta.


"Btw, Rachel anak matematika Ta"


"iya kan bisa aja jadi dokter kalau dia mau"


"iya suka-suka Dikta aja lah"


"tapi lucu sih. Diantara kita semua, cuman lo yang anak matematika Hel. Yang lain anak IPA"


"besok gue pindah jurusan" jawab Rachel asal.


"emang bisa? " tanya Rangga heran.


"Rangga!!! "


###


"sini... "


Juna membantu Rachel memakai helmnya.


"makasi... "


Ucap Juna tersenyum senang.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti dibelakang motor Juna dan Adrian keluar dari mobil tersebut.


"ngapain lagi dia disini"


Keluh Juna.


"pagi Hel, Jun... "


"pagi pak... "


"Hel, bareng aku aja gimana? Tangan kamu masih sakit kan susah pegangan naik motor"


Juna menatap Adrian kesal.


"oh, iya sih pak. Tapi aku gak biasa naik mobil pak. Malah dulu aku biasa naik sepeda. Jadi aku naik motor aja pak. Permisi"


Juna tersenyum smirk saat Rachel naik ke motornya.


"pacar pinter" bisik Juna.


"pastinya... "


Juna pun menjalankan motornya meninggalkan Adrian disana.

__ADS_1


"banyak banget alibinya... "


###


__ADS_2