
Rachel membuka pintu kamarnya saat mendengar ketukan beberapa kali. Raut wajahnya berubah datar begitu saja melihat siapa yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya.
"bisa kita ngobrol sebentar? "
"gak... "
Rachel hendak menutup pintu kamarnya namun ditahan oleh orang tersebut.
"sebentar aja Ra... "
"saya bilang gak, ya gak."
"Ra... Maaf kalau... "
"maaf anda gak akan bisa bikin mama saya hidup lagi"
"tapi Ra itu kecelakaan... "
"tapi anda tetap penyebabnya. Seharusnya anda mendekam dipenjara"
"gimana caranya buat dapet maaf dari kamu Ra? "
Rachel tersenyum smirk.
"apa anda yakin dengan pertanyaan itu? "
###
Febry dengan kesal menghampiri Rachel yang tengah berada di kantin dengan segelas besar air di tangannya. Semua mata siswa tertuju padanya namun dia sudah tidak perduli lagi akan hal itu.
Rachel yang tengah duduk makan dengan Jihan pun sudah bisa membaca situasi. Rachel memindahkan piring makan dan minumannya kesampingnya.
Febry berhenti di hadapannya lalu menyiramkan air kearahnya namun dengan cepat Rachel menangkis airnya dengan nampan hingga air itu berbalik menyiram sebagian tubuh Febry.
Semua siswa pun berdecak kagum dengan kecepatan Rachel.
"lo emang suka banget nyari gara-gara ya??!"
Rachel tersenyum sinis.
"lo yang nyamperin masalah"
"lo cewek liar... "
Febry hendak menarik rambut Rachel namun dengan cepar tangan Febry ditahan oleh Adrian.
Febry, Rachel dan anak-anak lain tampak kaget dengan apa yang Adrian lakukan.
"p-pak... "
Adrian menatap tajam Febry.
__ADS_1
Rachel menatap ke arah Juna dan teman-temannya yang duduk di meja seberang. Terlihat mereka juga kaget dengan tindakan Adrian.
"pak... Sakit pak... "
Febry menahan sakit ditangannya karena cengkraman Adrian yang sangat kuat.
"jangan pernah berani nyentuh Rachel"
ucap Adrian pelan namun penuh penekanan membuat Rachel,Febry,Jihan Juna, dkknya kaget.
"Raka, kakak lo kenapa? "
"mana gue tau. kesambet kali"
"laknat bener lo jadi adik"
"ikut saya... "
Adrian menarik tangan Febry keluar dari kantin tersebut.
Setelah Adrian dan Febry keluar kantin, sontak anak-anak yang lain bersorak ria.
"kalian liat itu? Akhirnya ada yang berani ngelawan dia"
Ucap salah seorang siswa.
"sekarang dia bakal tau rasanya dipermaluin di depan umum"
"iya,memang harus ada orang yang bikin dia sadar"
Semua anak bersorak dan bertepuk tangan termasuk Jihan yang terlihat senang. Namun tidak dengan Rachel.
"masalah deh nih nanti... "
###
Adrian membawa Febry ke taman belakang sekolah.
"maksud kakak apa? Kenapa kakak malah lindungin dia? "
"aku ngelindungin orang yang pantes aku lindungin. Dan mulai sekarang, jangan pernah kamu bikin masalah sama Rachel. Kamu faham? "
"kak Adrian ngancem aku? "
Adrian tersenyum smirk.
"kepala sekolah pun udah mengizinkan para guru buat bertindak jika kamu ngelakuin kesalahan"
Febry membulatkan matanya kaget.
"kayaknya papa kamu udah gak berpihak sama kamu lagi sekarang. Jadi aku peringatin, jangan bikin masalah sama Rachel kalau gak, kamu juga akan berhadapan sama aku"
__ADS_1
"kak-kak Drian.. Jangan bilang kakak suka sama Rachel"
Adrian tersenyum smirk lalu berbalik dan meninggalkan Febry yang masih terlihat syok.
"Rachel....!!!"
###
Jam 5 sore anak-anak peserta lomba baru saja selesai mendapatkan bimbingan dari guru pembimbingnya.
Rachel melakukan sedikit peregangan setelah lelah duduk berjam-jam.
"udah sore aja... "
"Hel, balik sama siapa? " tanya Surya
"em... Aku pesen taxi online,Ya"
"oh, gak mau aku anterin sekalian? " tawar Surya
"iya Hel, kan lumayan irit" sambung Jihan.
"gak usah, aku juga mau mampir beli makan bentar"
"iya udah kalau gitu aku duluan ya Han. Jemputanku udah dateng"
Jihan segera berlari ke arah mobil jemputannya.
"mau aku temenin nunggu taxi? "
"baik banget. Tapi gausah Ya. Udah sore kamu balik aja duluan"
Surya tersenyum.
"kaya kamu gak baik aja. Iya udah,aku balik duluan ya"
Rachel mengangguk pelan.
Surya pun segera menuju mobilnya dan meninggalkan sekolah.
Hp Rachel berdering tanda panggilan masuk.
(on call)
"halo? "
"aku didepan"
"i-iya sekarang... "
(end call)
__ADS_1
"mati aku"
###