Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 33


__ADS_3

Juna membuka pintunya dan terlihat Adrian yang berdiri di depan pintu tersebut.


"Ngapain?"


"Boleh saya bicara sama Rachel?sebentar aja"


Juna menoleh ke belakang melihat Rachel yang tengah asik menonton film di laptopnya.


"Ngomong apa?biar nanti saya yang ngomong ke dia"


"Plus...sebentar aja dan buat yang terakhir kalinya. Setelah itu saya janji gak bakal ganggu Rachel lagi"


Juna menatap sinis ke Adrian.


"Darimana saya bisa tau anda jujur apa gak?"


Adrian mengusap rambutnya pelan.


"Sebentar aja Jun. Sumpah saya janji ini yang terakhir kalinya"


Juna yang merasa Adrian berkata jujur pun akhirnya luluh juga.


"Tunggu sebentar"


Juna menghampiri Rachel dan menepuk pundaknya membuat Rachel melepaskan earphone ya.


"Kenapa?"


"Pak Adrian mau ngomong sama kamu"


Rachel mengerutkan alisnya.


"Ngapain?"


"Ngomong aja dulu. Dia bilang ini buat yang terakhir kalinya"


Rachel mengangguk lalu berjalan keluar kamar.


Dilihatnya Adrian yang tersenyum melihatnya.


"Kenapa pak?"


"Saya cuman mau ngucapin selamat tinggal ke kamu"


Rachel mengerutkan alisnya bingung.


"Buat apa?"


"Saya mau lanjut kuliah di London. Jadi saya akan selesai mengajar di sekolah"


Rachel mengangguk pelan.


"Semoga sukses di sana pak"


Adrian tersenyum pelan lalu menyerahkan sebuah kotak pada Rachel.


"Ini buat kamu"


Rachel menerima kotak tersebut.


"Ini apa?"


Rachel membuka kotak cukup besar dan berat tersebut dan isinya seperangkat alat masak lengkap.


"Kamu inget,dulu kita pertama ketemu di toko peralatan rumah tangga. Saya dikit waktu itu kamu anak kecil Manja yang kehilangan orangtua"


Rachel tersenyum tipis.


"Waktu kita ketemu di sekolah, saya sempat berharap suatu saat saya bisa dapetin kamu. Tapi semakin lama saya semakin sadar, itu semua rasanya makin mustahil"


Adrian menatap Rachel dengan pandangan sayu.

__ADS_1


"Sekarang,saya mohon hadiah perpisahan saya ini tolong jangan dibuang kaya boneka yang dulu"


Rachel dan Adrian tertawa pelan.


"Iya pak,saya bakal simpen ini"


Adrian mengusap pipi Rachel.


"Kamu tau?saya berharap banget bisa ada di posisi Juna. Bisa meluk kamu,nyayangin kamu,dan dapetin seluruh cinta kamu,Hel.."


###


"satu...dua...tiga..."


Cekreekk....!


Semua tersenyum senang bisa berfoto bersama.


Nenek mencium pipi Rachel yang terlihat cantik menggunakan jubah toga di hari wisudanya saat ini.


"Kamu cantik persis mamamu..."


"Aku kan anak mama,nek" jawab Rachel bangga.


Juna dkk mendatangi Rachel dengan pakaian yang sama dengannya lalu merangkul kekasihnya tersebut.


"Sekarang kalian foto bersama"


Bagas sudah siap dengan kameranya.


Rachel,Juna,Jihan dkk nya pun berpose ala mereka dengan gaya yang normal hingga yang paling konyol.


"Berasa ngefoto anak TK"


Bagas menggeleng pelan membuat Sindy,istrinya yang tengah hamil tertawa pelan.


"Semoga aja anaknya kak Sindy gak kaya bapaknya yang membosankan" ucap Rachel meledek.


"Dan semoga gak kaya bibinya yang suka nyari masalah" sambung Bagas membuat yang lain tertawa melihat perdebatan 2 saudara tersebut.


"Tuh denger kak, kak Sindy aja tau mana yang patut ditiru"


Rachel tersenyum bangga.


"Ni anak bener-bener...aku bapaknya. kalau punya anak kaya kamu,bisa gila ngurusnya"


"Mana ada, tu buktinya nenek,kakek sama papa sehat semua. Emang dasar kakak aja yang udah gila" ledek Rachel.


"Udah-udah kalian berdua. Gak malu udah pada gede masih berantem gini?"


Alex menggeleng heran.


"Sekarang,kita makan-makan bareng. Papa yang traktir"


"Asik...makan!!" Sorak Rangga dan Dikta.


Merekapun segera menuju ke parkiran.


"Hel..."


"Hmmm?"


"Ayo nikah..."


Rachel menoleh ke arah Juna sambil menaikkan sebelah alisnya.


"itu ngelamar atau ngajakin kawin lari?"


Juna terkekeh pelan.


"Mau di lamar atau kawin lari?"

__ADS_1


Rachel berfikir sejenak.


"Kawin lari kayaknya lebih menantang"


Rachel tertawa pelan.


"Yang ada aku dibunuh sama keluargamu"


"Gak akan..."


Juna menoleh ke arah Rachel penuh tanya.


"Nenek,kakek sama papa gak kuat lari"


Rachel dan Juna tertawa pelan.


"Dasar anak nakal"


Juna menarik pelan hidung Rachel.


"Tapi kamu suka kan?"


###


"akhirnya ketemu kasur juga"


Juna membaringkan tubuhnya di ranjang dengan santainya.


"Mandi Jun..."


"Nanti Hel, pegel banget seharian berdiri..."


Rachel menggeleng pelan.


"Aku mandi duluan"


Rachel masuk ke kamar mandi namun saat menutup pintu,pintunya malah ditahan oleh Juna.


Juna menatap mata Rachel dari celah pintu kamar mandi membuat Rachel menelan ludah kasar.


"Jun aku mau mandi"


"Tunggu..."


Juna membuka pintunya lalu menarik Rachel dalam pelukannya.


"Sekarang udah boleh kan?"


Rachel merasakan wajahnya memanas membuatnya merasa tidak nyaman.


"Jun aku mau mandi dulu"


"Udah nanti sekalian mandinya"


Juna mengangkat Rachel ala bridal style dan membaringkannya di ranjang. Sebelum Rachel bisa kabur,Juna segera menindihnya dan menahan kedua tangannya.


"Jun..."


Ucapan Rachel terpotong ketika Juna mencium bibirnya. Kali ini Juna seakan menginginkan lebih dari biasanya.


Awalnya Rachel tidak membalas,namun lama kelamaan Rachel terbawa suasana juga.


Setelah beberapa saat, Juna melepaskan ciumannya untuk memberikan Rachel waktu bernafas.


Juna menatap lekat wajah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya tersebut.


"Boleh kan?" Tanya Juna pelan dan dibalas anggukkan oleh Rachel.


Juna pun tersenyum dan mengusap wajah Rachel.


"Selama ini aku tahan,tapi maaf kalau sekarang aku luapin semuanya"

__ADS_1


####


The end


__ADS_2