Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 18


__ADS_3

"aku bisa makan sendiri Jun"


"udah diem... "


Juna terus menyuapi Rachel.


Hari ini Juna menyiapkan bekal supaya bisa menyuapi Rachel makan di kelas karena menurutnya pasti Rachel akan sulit makan dengan satu tangan saja.


"udah. Sekarang kamu makan"


"iya... Iya... "


Juna pun mulai memakan bekalnya dengan Rachel yang menatapnya sambil tersenyum.


"kenapa senyam-senyum hmmm? "


"gak kenapa. Rasanya aku hoki banget dapet pacar kaya' kamu"


Juna tersenyum simpul.


"aku yang beruntung punya kamu" jawab Juna lalu menatap tangan Rachel yang terperban.


"gara-gara aku tanganmu jadi luka"


"kan papa udah bilang itu bukan salah kamu. Udah gausah itu dibahas lagi"


Juna mengusap pelan kepala Rachel lalu kembali makan.


"oh iya, aku lupa"


"lupa apa? "


Juna mengecek sakunya lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil.


"buat kamu"


"apaan isinya? "


"buka aja"


Rachel menatap curiga pada Juna lalu membuka kotaknya.


Didalamnya berisi lakung liontin putih berbentuk bulat dengan ukiran yang sangat cantik.


"wah... Cantik... "


"suka? "


Rachel mengangguk senang.


"aku disign khusus kalung ini. Jadi cuma ada 1 aja buat kamu"


"serius? "

__ADS_1


"tanya aja sama Risky. Dia bantu aku buat ke pandai emas bikin kalung ini"


Juna memakaikan kalung tersebut pada Rachel.


"kamu harus pakai terus. Supaya kalau kamu mau macem-macem, kamu bakal inget kalau kamu udah punya aku"


Rachel tertawa.


"iya aku inget lah kalau udah ada yang punya. Gamungkin lupa. Makasi Jun"


"sama-sama... "


Rachel tersenyum senang menatap Juna.


"aku gak akan lupa kalau aku punya kamu. Karena Jantung aku cuma berdetak cepat kalau di deket kamu"


###


"wah... Slamet Rachel, Risky, juara 1,2 diembat juga"


"traktiran nih... "


"mata lo traktiran mulu. Tiap hari juga udah di traktir Risky. "


"Dikta mah gapake mata masalah makan"


"iya bener, lo tutup matanya juga dia tau mana makanan mana bukan"


"selamat buat juaranya"


"selamat juga atas kenaikan nilainya"


Rachel tersenyum senang.


"couple goals banget... " ucap Jihan senang.


"mau? Sama Rangga sana. Cocok kalian" ucap Dikta.


Tiba-tiba Risky menarik tangan Jihan.


"Jihan punya gue"


Semua orang kaget termasuk Jihan.


"se-sejak kapan?" ucap Jihan terbata.


"sejak hari ini. Lo mau?"


Rachel tersenyum jahil.


"mau lah Ky, dia udah suka sama lo dari dulu."


"Rachel!! "

__ADS_1


Jihan mendengus kesal membuat Chenle tertawa pelan.


"gue bakal jagain temen lo Hel"


"harus... Jagain yang bener"


Jihan tertunduk malu.


"asiikk.... PJ... PJ... "


"iya udah hari ini gue yang traktir semua"


"yess....!! Bos senang bos bayar!! "


"gaskan!"


Merekapun menuju kendaraan masing-masing dan akan berkumpul di cafe tempat mereka biasa nongkrong.


"pegangan..."


"iya... "


Rachel memeluk erat Juna dan Juna pun menjalankan motornya.


"akhirnya jadi kelas 12 juga"


"kenapa emangnya? "


"gapapa... Cuman kan kelas 12 udah gak harus ikut lomba-lombaan lagi tuh. Jadi gausah sibuk lagi"


"inget, tugasmu jadi ketua osis masih 6 bulan lagi"


"hehe... Iya juga ya. Tapi gapapa, kan sama kamu juga"


"seneng? "


"banget... "


"kalo bukan kamu yang minta, males banget ikut begituan"


"kalau gak dipaksa, aku juga gak akan jadi osis"


Juna mengusap tangan Rachel.


"kamu pantes jadi osis, pinter, cerdik dan berani"


"kalau gitu kamu juga pantes jadi osis. kan kamu juga berani dan tegas orangnya"


Juna menggeleng pelan sambil tersenyum.


"Jun, makasi selalu sayang sama aku. Aku berunrung banget punya kamu dihidup aku"


###

__ADS_1


__ADS_2