Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 2


__ADS_3

Jihan terlihat tidak fokus bahkan bisa dibilang melamun membuat Rachel merasa kesal.


"Jihan... Lo denger gue ngomong gak? "


Rachel menatap tajam Jihan dari layar laptop. Kedua sahabat tersebut tengah melakukan video call namun Jihan selalu lepas kendali hingga terus melamun.


"sorry Hel, lo bilang apa tadi? "


Rachel menepuk keningnya merutuki kesialannya.


"lo ada masalah? Kalau ada masalah, lo bisa cerita ke gue Han"


"eng-enggak kok Hel. Gue cuman lagi kepikiran banyak tugas aja"


Rachel memicingkan matanya.


"sejak kapan lo mikirin tugas? Perasaan biasanya masabodo banget"


"i-iya kan sebelumnya tugasnya gampang. Sekarang tugasnya susah-susah gak ada yang bantuin pula"


Rachel terkekeh pelan.


"mana sini tunjukin tugasnya biar gue bantu jawab"


Mata Jihan membulat kaget.


"oh.. Itu... Itu... Tunggu sebentar. Gue ambilin"


Jihan segera berjalan menuju meja belajarnya.


"aduh... Gimana nih? "


Jihan membuka seluruh bukunya sampai akhirnya dia menemukan buku tugas matematika yang memang belum selesai dikerjakannya.


"untung ada ini"


Jihan segera membawa buku itu kedepan laptopnya.


"nih... Susah tau gak. Gue lagi males mikir juga"


Rachel terkekeh.


"Iya udah, foto kirim ke gue"


Jihan tersenyum senang.


"siap... "


Jihan segera memfoto buku tugasnya lalu mengirimkan pada Rachel.


"sorry Hel, gue gamau lo kepikiran"


###

__ADS_1


Febry dan Dianmenarik paksa Jihan ke kolam renang sekolah.


"kenapa tugas gue gak lo kerjain? "


"maaf kak, tapi tugasnya susah, aku gak ngerti"


"lo kan anak pinter, masak gitu aja gak bisa? "


"tapi kan kak, itu tugas kelas 12, aku baru kelas 11"


"oh, udah berani nyari alesan rupanya ya? "


Febry perlahan melangkah mendekati Jihan sedangkan Jihan terus melangkah mundur sampai akhirnya kakinya berada di ujung kolam.


"orang kaya' lo harus dikasi pelajaran biar gak kebiasaan bikin alesan"


Febry mendorong Jihan kedalam kolam lalu bersama Dian dia meninggalkan tempat tersebut.


Tanpa mereka sadari, kolam tempat Jihan jatuh merupakan kolam dangkal sehingga kepala jihan terbentur dasar kolam hingga berdarah. Jihan pun pingsan seketika dalam posisi wajah menghadap keatas.


Untungnya beberapa saat kemudian, petugas sekolah datang lalu melihat Jihan yang mengambang.


"astaga... Siapa itu? "


Petugas tersebut langsung menyeburkan diri ke kolam dan mengangkat Jihan ke sisi kolam.


"kepalanya berdarah... Tuhan, apa yang terjadi? "


###


"Rachel... "


Rachel segera mendekat ke ranjang Jihan.


"Han, kok lo bisa kaya' gini? Siapa yang bikin lo gini? "


Jihan menggeleng pelan.


"gue cuma kepeleset aja Hel"


Rachel tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jihan. Namun dia hanya mengangguk lalu mengusap tangan Jihan.


"siapa yang ngasi tau lo gue disini?"


"tadi Rachel nelfon mama, katanya nomor kamu gak aktif. Jadi mama cerita ke Rachel, sayang"


"oh iya! Hp aku gimana ma? "


Rachel memukul keningnya kesal.


"lo kayak gini masih mikirin Hp? Lo mau hp apa? Mau berapa? Gue beliin Han sekarang juga"


Jihan terkekeh mendengar kekesalan Rachel.

__ADS_1


"lo lucu kalo lagi ngomel"


Rachel memutar bola matanya.


"tante liat kan tan? Gimana aku gak emosi coba ngomong sama dia"


Mama Jihan tertawa pelan.


"kalian udah kenal lama masih aja kaya' anak kecil. Ribut terus"


"gatau nih ma, Rachel sensian mulu"


Rachel membulatkan bola matanya.


"what?! Gue?! Awas aja lo kalo udah sembuh!"


Jihan dan mamanya tertawa pelan.


"terus, sampai kapan Jihan dirawat tan? "


"jihan masih harus dicek dulu kepalanya. Nanti kalau aman, baru bisa pulang"


Rachel mengangguk pelan.


"lo gak sekolah besok? "


"gak, gue mau bolos sampe lo sembuh"


"gausah ngadi-ngadi lo Hel! "


"bener... Gue serius. Gue mau bolos sampe lo sembuh"


"nilai lo gimana? Gue udah ada mama sama papa disini. Jadi gausah bolos"


"iya Hel, kakaknya Jihan, Nila juga mau balik dari London."


"iya udah deh, gue sekolah. Tapi pulang sekolah gue bakal kesini"


"lo pikir jarak kota kita deket? 3 jam perjalanan Hel. Belum macet"


"apapun kulakukan untukmu, my Jihan"


Jihan dan mamanya tertawa geli.


"siapa yang ngajarin lo ngomong gitu?"


"nyomot di sinetron tv"


"dasar kurang kerjaan"


Jihan terkekeh pelan membuat Rachel tersenyum lega.


"gue serius Han, gue bakal lakuin apapun buat lo. Karena lo satu-satunya sahabat gue sejak gue kehilangan segalanya"

__ADS_1


###


__ADS_2