Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 4


__ADS_3

Febry dan Dian tengah berbincang sambil tertawa melewati koridor sekolah. Tiba-tiba seorang anak datang dan tidak sengaja menabraknya hingga menjatuhkan minuman di sepatu Febry.


"what?! Mata lo dimana hah?? "


Anak-anak disepanjang koridor bahkan yang tengah di dalam kelas ramai-ramai menoleh ke arah mereka.


"aseekkk... Mari kita menyaksikan keributan"


Dikta menyenderkan tangannya pada bahu Juna.


Surya, Raka dan Riyan pun hanya terdiam ikut menyaksikan.


"maaf kak, aku gak sengaja... "


"apa? Gak sengaja lo bilang? Lo fikir dengan lo ngomong gitu, sepatu gue bisa kering hah?! "


"Bry, udah. Lagian tinggal di lap aja selesai"


Aditya mencoba melerai mereka.


"lo denger yang Aditya bilang? Sekarang lap sepatu gue sampe bersih!"


Febry melemparkan tisu sakunya pada siswi tersebut.


"astaga, gak gitu juga kali. Lo gak ada perasaan banget ya Bry nyuruh orang lap sepatu lo? " keluh Luke.


"orang dia yang numpahin minuman, jelas lah dia harus bersihin. Kalau gak mau, dia harus ganti 2x lipat dari harga sepatu yang gue pake"


Febry menatap tajam ke siswi tersebut.


Saat gadis tersebut akan menunduk untuk mengelap sepatu Febry, seseorang menahan lengannya.


"gue ganti 3x lipat"


Febry membulatkan matanya kaget. Anak-anak yang lain pun ikut kaget mendengar ucapan Rachel tersebut.


"waw... Mendadak ada bunga cantik muncul. Tapi dia siapa? " tanya Dikta.


"ya mana gue tau, emang gue petugas sekolah? " jawab Juna.


"ye... Gausah ngegas"


"lo yang banyak bacot,ganggu orang nonton aja"

__ADS_1


"gak usah kak... Ini salah saya"


Siswi tersebut hendak kembali membungkuk namun tangannya tetap di tahan oleh Rachel.


"siapa lo? "


Tanya Febry kesal.


"siapa gue, itu gak penting. Sekarang gue tanya ke lo, lo siapa berani-beraninya bersikap sewenang-wenang disini? "


Rachel menaikkan sebelah alisnya.


Para siswa mulai saling berbisik. Kebanyakan mereka memuji keberanian dan kecantikan Rachel.


"gue? Gue cucu yang punya sekolah ini"


Rachel berdecih pelan.


"lo cuma cucunya, bukan pemiliknya. Jadi gausah sok kuat disini"


Febry mengepalkan tangannya kesal.


"gue bisa bikin lo keluar dari sekolah ini dengan mudah"


ancam Febry menatap tajam Rachel.


Rachel tersenyum tipis.


Mendengar keberanian Rachel, membuat siswa lain jadi makin riuh.


Aditya pun tersenyum simpul sambil menggeleng pelan mendengar jawaban Rachel.


"tapi, kalau gue yang bisa ngeluarin lo dari sekolah ini, lo yang harus gendong dia keliling sekolah ini."


Rachel menunjuk kepada siswi yang menjadi sasaran Febry tadi.


"lo nantangin gue? "


Rachel tertawa pelan.


"racun harus dilawan sama racun kan? "


Febry mendekat pada Rachel sambil menunjuk ke arahnya.

__ADS_1


"lo bakal nyesel berurusan sama gue"


"kita liat aja. Seberapa menyesal gue nanti"


Rachel tersenyum santai.


"Dian, ayo cabut... "


Febry segera meninggalkan tempat tersebut disusul oleh Dian. Seluruh siswa pun menatap heran pada Rachel.


"kak, harusnya kakak gak usah ngelakuin itu. Kak Febry itu bener-bener bisa ngeluarin kakak dari sekolah ini"


"oh iya, apa sebelumnya dia pernah ngeluarin murid dari sekolah ini? "


Siswi tersebut menggeleng.


"itu artinya, omongannya cuman gretakan. Walaupun dia cucu yang punya sekolah, dia gak berhak ngatur apapun dan siapapun disini. Dan kalian semua gak perlu takut sama dia"


Siswi tersebut memandang heran terhadap Rachel.


"makasi ya kak udah mau belain aku. Aku gatau harus gimana buat ngungkapin rasa terimakasi aku "


"emm... Gimana kalau kamu anter aku ke kelas 11matematika1? Aku gatau kelasku dimana" jawab Rachel terkekeh pelan.


Siswi tersebut tersenyum senang.


"boleh. Ayo aku anterin... "


Rachelpun mengikuti siswi tersebut.


"siapa dia? " tanya Luke pada Aditya.


"siapapun dia, gue kasi nama dia cewek savage sekolah ini" puji Luke.


"tu cewek anak baru? " tanya Surya.


"kayaknya... Tapi... Kok wajahnya kayak gak asing ya?"


Dikta mencoba mengingat sesuatu.


"gue kira cuman gue yang ngerasa muka dia gak asing" sambung Raka


"menurut lo,Yan?"

__ADS_1


"entahlah... Mungkin cuman kebetulan... "


###


__ADS_2