
Jam menunjukkan pukul setengah 7 saat Rachel baru selesai mandi tiba-tiba pintu kamarnya diketuk seseorang.
"siapa? "
Rachel segera membuka sedikit pintunya dan terlihat Juna didepan kamarnya dengan membawa rantang lagi.
"nih.."
Rachel menerimanya.
"Tunggu bentar, rantang yang tadi siang"
Rachel segera menuju dapurnya mengambil rantang yang kosong. Namun saat dia berbalik, Juna sudah berada di dalam kamarnya sambil menutup pintu.
"siapa cowok tadi siang? "
"hah? "
"budek? "
"oh, itu... Itu tu... "
"kamu gak gagu kan? "
Rachel mennggeleng. Juna melihat beberapa paperbag di meja Rachel.
"kenapa dia ngasi itu ke kamu? "
"itu... Itu tu... Itu... "
"kamu gagap sekarang? "
"enggak... Itu dia itu... "
Rachel berusaha memikirkan alasan yang akan dia gunakan. Dia tidak mengira Juna ternyata melihatnya dengan Bagas.
"apa dia pacar kamu? Selera kamu sugar daddy? "
Juna terkekeh pelan.
"jaga ya omongan kamu!"
Rachel menatap tajam Juna.
Karena kesal, Juna berjalan mendekat pada Rachel lalu memepetnya di tembok kamar.
"siapa dia? "
###
"lo kenapa sih Dri, dari tadi diem mulu" tanya Cristian heran.
"gue lagi mager aja... "
Adrian merapikan jaket yang dikenakannya.
"lo semua denger berita tadi gak? " Tanya Edo
"masalah anak baru itu? "
"iya... Bener...kok bisa tu anak lolos ya? "
__ADS_1
"syukur lolos... Orang dia gak salah kan" jawab Agni
"iya juga sih... Tapi masih heran aja kok bisa gitu dia berhadapan langsung sama pak Alex apalagi istrinya si bu Rossa itu tapi selamat"
"lucky girl... " jawab Adrian.
Adrian melihat beberapa toko di pinggir jalan tersebut lalu melihat toko boneka.
"apa dia suka boneka? " gumamnya sambil tersenyum.
"Dri, lo mau beli boneka? "
"hah? Serius Adrian mau beli boneka? "
"kira-kira apa semua cewek suka boneka? " tanya Adrian
"rata-rata sih iya. Emang lo mau beli buat siapa? Kan lo udah putus sama Febry"
"atau jangan-jangan lo udah ada gebetan lain ya? "
"siapa Dri? kok lo gak cerita? "
"belum gebetan, baru inceran doang"
"emmm... Jangan kelamaan ngincer, entar keburu di tikung orang"
Adrian tersenyum simpul.
"kalaupun dia punya orang, aku gak bakal nyerah gitu aja"
###
"besar kepala lo sekarang ya"
"iya... Udah ada yang belain jadi besar kepala"
Juna dkk melihat kejadian tersebut.
"baru juga si Jihan sekolah udah kena aja" ucap Risky heran.
"kasian Jihan... " sambung Rangga
"lo berdua gak punya kerjaan lain? "
Semua menoleh ke sumber suara.
"Rachel... "
Jihan tersenyum senang.
"lo... Siapa lo sebenernya? "
"kalau gue kasi tau lo, apa lo bakal percaya? "
"gak usah sok deh lo. Emangnya lo siapa? Anak artis? Anak pejabat? "
"Kalian mau tau? Kenalin, Gue Rachel Angelina. Dan Febry, lo tau kan gue anak siapa? "
Rachel menaikkan alisnya sambil tersenyum simpul.
Febry pun membulatkan matanya.
__ADS_1
"kenapa kak? Kena mental breakdown kah?" tanya Jihan membuat Febry makin geram.
"ayo Han, biarin dia memulihkan fikirannya"
Jihan dan Rachel pun segera meninggalkan tempat tersebut menuju kantin.
"gimana bisa? "
###
Setelah selesai makan di kantin Rachel dan Jihan berjalan menuju kelasnya sedangkan tidak jauh di belakang mereka, Juna dkk nya juga hendak kembali ke kelasnya.
"Rachel... "
Tiba-tiba Edo keluar dari salah satu lorong sekolah.
"iya pak? "
Edo tersenyum dan menghampirinya.
"sebentar lagi ada perlombaan karya ilmiah remaja antar sekolah. Apa kamu mau jadi salah satu pesertanya? "
Jihan tampak senang merangkul tangan Rachel.
"tapi pak, saya kan dari kelas matematika"
"saya tau, tapi nilai kamu jauh melebihi nilai anak IPA. Makanya kamu berpeluang besar ikut lomba. Gimana? "
"mau aja Hel. Lumayan kan nambah pengalaman" dukung Jihan.
"tapi sama siapa aja pak? "
"rencananya sih kamu,Zena dan Eka."
Rachel terdiam sejenak.
"i-iya deh pak... "
"bagus... Kita bimbingannya mulai besok pulang sekolah. Kamu izin dulu sama orang tuamu supaya gak dicariin besok. Oke? "
"o-orang... Tua...? "
Jihan merasakan perbedaan suasana hati Rachel lalu merangkul erat temannya itu.
"iya, kenapa Hel? "
"maaf pak, tapi saya disini sendiri. Mama saya udah gak ada"
Edo terdiam kaget sekaligus merasa bersalah.
"maaf saya gak tau tentang itu"
"iya gapapa pak. Iya udah kami permisi dulu pak"
"iya... "
Rachel dan yang lain pun segera menuju kelasnya.
"tunggu, kalau mamanya udah meninggal, tapi kenapa dia sendiri? Papanya? "
###
__ADS_1