
Ardian memutar-mutar pulpen di tangannya.
"apa dia anak broken home? " tanya Cristian
"dia gak keliatan kayak anak broken home. Dia sehat, pinter, rapi, sopan pula..." jawab Edo
"kalian ngomongin apa? "
Mendadak Lisa, guru bahasa mendatangi mereka.
"enggak, ini kita lagi mikir persiapan peserta lomba aja"
"oh iya, pak Cristian, saya mau kirim Jihan untuk lomba pidato bahasa nya dan kata bu Rose dia mau kirim Surya buat pidato bhs inggrisnya"
"iya bu Lis, nanti saya infokan ke kepala sekolah"
Lisa tersenyum tipis lalu berjalan menuju mejanya.
Agni tersenyum simpul.
"jantung lo masih aman Cris? "
Cristian memegang dada kirinya.
"tertampar kecantikan Lisa... "
###
Febry diam-diam masuk kedalam toilet dan mendatangi siswi yang tengah menunduk mencuci wajah.
Dia berdiri di belakang siswi tersebut lalu mengangkat tangannya yang berisi buku tebal hendak memukul siswi tersebut dari belakang.
Namun dengan cepat kaki siswi tersebut bergerak mengait kaki Febry hingga membuatnya terjatuh ke lantai.
"aduuhhh...."
Rachel berbalik lalu tersenyum smirk.
"besok-besok gausah bernafas kalo mau nyerang gue"
Rachel tersenyum lalu meninggalkan Febry yang masih duduk di lantai.
"br****ek lo Hel! "
Febry berteriak kesal.
"kenapa lo harus balik kesini hah? "
__ADS_1
###
Rachel yang baru tiba di lontrakannya kaget melihat paket besar di depan kamarnya.
"punya siapa nih? "
Di paket tersebut tertulis bahwa paket itu memang untuknya namun pengirimnya anonim.
"apaan ya isinya? Gede banget"
Rachel segera membawa masuk paket tersebut kedalam kamarnya. Setelah meletakkan tasnya, dia segera mengambil cutter untuk membuka paketnya.
"wah... Boneka beruang"
Rachel tersenyum senang melihat boneka beruang berwarna cokat muda dengan pita coklat yang sangat besar.
"taruh diranjang kegedean"
Rachelpun meletakkan boneka tersebut di sudut ruangan kamarnya.
"bisa jadi senderan empuk"
Rachel segera menuju merapikan bekas paketnya lalu segera mandi.
Saat tengah mandi, hpnya terus berdering dan tidak lama kemudian pintu kamarnya diketuk seseorang.
"siapa? "
"Juna"
Rachel membuka sedikit pintunya.
"ngapain Jun? "
Juna heran dengan tingkah Rachel yang bersembunyi dibalik pintu.
"belum kelar mandi. Kenapa? "
"nih makanannya..."
Juna menyodorkan rantang pada Rachel.
"makasi... "
"emmm... "
Juna hendak pergi namun matanya menangkap sesuatu yang berbeda di dalam kamar Rachel.
__ADS_1
Segera dia menerobos masuk kedalam kamar Rachel dan mendekat ke boneka tersebut.
"astaga Jun, keluar dulu aku belum kelar mandi"
"dari siapa? "
"gatau tadi nemu di depan kamar dipaketin"
Juna menarik tangan Rachel hingga tubuh Rachel menabrak tubuhnya lalu mengunci pinggang Rachel.
"dari siapa? "
"gatau... Sumpah... Nan-nanti aku buang"
"kalo gatau dari siapa kenapa disimpen? "
"iya nanti abis mandi aku buang"
"bohong. Dari siapa? "
Juna menatap tajam ke mata Rachel.
"Jun sumpah aku gak tau"
Mata Rachel mulai berkaca-kaca katena takut. Juna pun luluh juga.
Perlahan Juna menyatukan keningnya dengan kening Rachel.
"buang itu, kalau kamu mau, aku beliin sekarang. Aku gak suka kamu nyimpen barang dari orang lain. Faham? "
Rachel mengangguk pelan.
Dengan lembut, Renjun menarik kepala Rachel dan memeluknya.
"emmm... Jun... "
"hhhmmm?? "
"aku belum kelar mandi"
Juna baru teringat dengan ucapan Rachel tadi. Ia pun segera melepas pelukannya.
"aku balik dulu..."
Juna segera keluar dari kamar Rachel dengan agak canggung membuat Rachel tertawa pelan.
"dasar kang ngegas... "
__ADS_1
###