Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 12


__ADS_3

Alex terbangun dengan kepala terasa sangat sakit. Dilihatnya sekeliling namun dia tidak mengenali tempat tersebut.


"ini dimana? "


Bagas mendatangi Alex dengan membawa air jeruk nipis.


"minum ini pa"


"Bagas, kita? "


Bagas mengangguk pelan lalu Rachel muncul dari balik pintu.


"udah balik? "


Rachel mengangguk.


"lumayan dapet daging sama sayur"


Alex menatap Rachel yang tersenyum.


"dia memang terlihat seperti mamanya"


Rachel segera membawa belanjaannya kedapur.


"emang kamu bisa masak? "


Rachel berbalik dan menyilangkan tangannya di dada.


"nantangin? "


Bagas tertawa pelan.


"bilang aja kak Bagas yang gak bisa masak, kan? "


Rachel memakai celemeknya lalu mulai mengolah bahan makanan yang ada.


"belajar dimana? "


"bibik... Disekolah yang dulu juga ada kelas masak"


"oh iya? Kayaknya perlu ada kelas masak juga disekolah"


"jangan. Ntar orang tua murid protes lagi kesekolah. Kan rata-rata mereka pasti punya tukang masak dirumahnya"


"iya juga sih... "


Bagas terkekeh.


Alex merasa senang melihatnya. Ini pertama kalinya dia menonton hal seperti ini setelah sekian lama tinggal dirumah yang sedingin es.


Bagas yang dulu jarang bicara pun kini malah terus meledek Rachel.


"Gas, kita harus cari Apartemen"


Bagas tersenyum.


"udah ada yang urus pa. Nanti sore kita ke apartemen"


"Rachel? "


"dia katanya mau disini sampai lulus nanti"

__ADS_1


Alex mengangguk. Dia bisa melihat pasti Rachel bekerja keras untuk menata kamar ini supaya nyaman untuknya.


"stylenya sama dengan mamanya"


Pintu kamar Rachel diketuk seseorang.


"aku buka... "


Bagas bangkit dan membuka pintunya.


"siapa? " tanya Bagas. Rachelpun menoleh ke arah pintu.


"pas... Jun, bantuin"


Bagas pun mengizinkan Juna masuk.


Juna pun dengan sigap langsung membantu Rachel.


"siapa? " tanya Alex berbisik.


"pacarnya mungkin"


Alex membulatkan matanya kaget.


"pacar? "


"mungkin... "


Alex dan Bagas melihat Rachel dan Juna yang terlihat kompak memasak di dapur bahkan sambil sedikit bercanda. Juna terlihat sangat menjaga Rachel dari bahaya di dapur.


"darah muda... "


###


"maaf aku gak punya kopi"


"saya permisi dulu Om, kak... "


"loh, kamu kemana? Disini makan bareng" ajak Alex


Rachel tersenyum dan memegang tangan Juna sambil mengangguk.


"ayo... Pliss.... "


Juna akhirnya ikut duduk makan bersama.


"kalian..."


"pacar... "


Alex tersedak mendengar jawaban Rachel.


"Renjun satu sekolah sama aku"


"oh... Bagus kalau begitu. Kan ada yang jagain disekolah"


"Rachel gak perlu dijaga,Om. Dia gak tau takut anaknya"


Rachel menatap Juna.


"kata siapa? "

__ADS_1


"faktanya gitu"


"enggak, aku takut sama bu Lisa, aku takut juga sama cerewetnya Dikta, aku juga takut kalau kamu lagi kumat sensinya"


Juna melirik ke arah Rachel sekilas.


"sama pak Adrian? "


"kok jadi kesana? "


"kan tanya"


Rachel tersenyum jahil dan menaikkan alisnya beberapa kali.


"jealous? "


"nope... "


"liar... "


"nope... "


"cute... "


Rachel tersenyum senang membuat Alex tertawa heran.


"cemburu itu wajar kok..."


"tapi, Adria bukannya mantannya Febry? "


Juna nampak kaget dan menatap Rachel.


"kan? Curigaan mulu sih"


Rachel memasukkan suapan nasinya ke mulutnya.


"kamu tau? " tanya Juna.


"tau lah, Rachel tau banyak"


"tapi kenapa kemarin dia malah belain Rachel ketimbang Febry? "


###


Jam menunjukkan pukul 4 sore, Mobil Alex pun baru saja meninggalkan kontrakan tersebut.


"mumpung hari minggu, mau jalan-jalan? " ajak Juna.


"kemana? "


"ikut aja, kamu pasti suka"


"aku ambil jaket sama tas bentar"


Juna mengusap rambut Rachel sambil tersenyum.


"iya sana..."


Rachel segera berlari ke kamarnya penuh semangat.


"semoga gak akan ada masalah lagi yang nimpa kamu, Sayang... "

__ADS_1


###


__ADS_2