
Fira, siswi yang dibantu Rachel kemarin segera menghampiri Rachel saat Rachel memasuki kantin dengan santai.
Semua anak terlihat kaget dengan kehadiran Rachel setelah mendengar Rachel dipanggil kepala sekolah.
"kak Rachel, kakak gapapa? "
"maksud kamu apa Fir? "
"tadi... Tadi mereka bilang kakak dipanggil kepsek"
"iya terus? Aku kan cuman dipanggil kenapa kamu jadi khawatir? Udah ayo aku laper banget"
Rachel segera mengajak Fira membeli makan.
"Bry, kok dia bisa senyam senyum gitu? Katamu tadi... "
"papa... "
Febry segera bangkit dari kursinya dan berjalan keluar kantin.
"loh Febry, tunggu... "
Dian pun segera menyusulnya.
"kok gue curiga sama tu anak ya? "
Dikta menatap Rachel.
"lo curigaan mulu"
"emang lo semua gak curiga gitu. Anak baru mendadak dateng terus berani ngelawan Febry, dan malah selamet dari kepala sekolah"
"menurut gue, omongan tu cewe kmarin bener. Mungkin Febry slama ini cuma ngancem doang"
"tapi gue masih bingung, kok muka tu anak kayak gak asing. Tapi gue gatau siapa"
"gue semaleman mikirin itu. Gue nginget nginget terus dimana kiranya gue pernah liat dia"
"kenapa gak tanya langsung aja sama orangnya? "
"maksud lo? "
"gini... "
Semua menatap ke arah Juna sedangkan Juna mengawasi Rachel yang akan melewati mereka.
Saat Rachel hendak lewat, Juna langsung menghadang dengan tangannya.
"ke-kenapa? " tanya Rachel.
"lo kenal mereka? " tanya Juna menunjuk teman-temannya.
"oh, mereka. Tata, Kaka sama Ian, kan? "
Dikta, Raka dan Riyan langsung kaget.
"permisi..."
Rachel langsung melewati mereka begitu saja.
"hahahaha.... Sejak kapan nama kalian jadi gitu? "
__ADS_1
Risky tertawa puas.
"kok dia tau nama itu? "
Risky jadi terdiam serius.
"jadi bener itu nama lo semua? "
Dikta memukul kepala Rangga dengan pulpen.
"itu nama panggilan kita waktu kecil. Apa jangan-jangan... "
###
Rachel berjalan santai di trotoar sambil menggendong tas ranselnya.
"gak ada pemandangan, gak kayak dirumah" keluhnya.
Mendadak sebuah motor menghampirinya di sisi jalan. Rachel mencoba menoleh ke wajah pengendara yang menggunakan helm tersebut.
"Juna? "
"naik... "
"hah? "
"budek? "
"enggak"
"iya udah naik"
"pegangan"
"dimana? "
"aish... "
Juna menarik tangan Rachel lalu meletakkan di pinggangnya membuat Rachel kaget.
"gue gak mau bayarin RS lo"
Segera Juna menjalankan motornya.
Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan antara mereka berdua sampai akhirnya mereka tiba di depan kontrakan.
"makasi... "
Rachel turun dari motor Juna.
"gausah masak, ntar dibawain"
"tapi... Tapi kan... "
Juna segera menjalankan motornya dan masuk ke pekarangan rumahnya.
"tapi kan bahan makanan di kamar masih ada"
###
Rachel baru saja habis mencuci rantang selesai makan tadi.
__ADS_1
Dia membaringkan tubuhnya di kasur sambil melepas lelah.
Tiba-tiba Hp Rachel berbunyi.
"nomor siapa nih? "
Rachel pun mengangkat panggilan tersebut.
(on call)
"halo? "
"aku di depan kontrakanmu"
"siapa? "
"Bagas"
"pergi"
"keluar atau aku cari ke atas? "
"aish... Iya sekarang... "
(end call)
Rachel dengan malas turun ke depan kontrakannya.
Dilihatnya Bagas sudah berdiri menyender di pintu mobilnya.
"apa? "
Bagas membuka pintu belakang mobil dan mengeluarkan beberapa paperbag lalu memberikannya pada Rachel.
"sogokan? "
"walaupun kamu gak bisa terima aku, tapi gimanapun kamu juga tanggung jawabku."
"gaperlu, kasi Febry aja"
"kamu harusnya bersyukur, aku malah gak pernah beliin Febry apapun"
Rachel mengerutkan alisnya.
"kok gitu? "
"aku muak sama semuanya. Mereka semua sama-sama menyebalkan"
Rachel tertawa pelan.
"baru sadar? "
Bagas menatap Rachel lalu tersenyum tipis.
"kalau ada apa-apa telfon aku."
Bagas segera masuk kedalam mobilnya lalu segera meninggalkan kontrakan itu.
"dasar aneh... "
###
__ADS_1