Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 24


__ADS_3

Juna mengusap rambut Rachel yang tengah berbaring di pangkuannya sambil memakan coklat.


"Segitu dropnya?"


"Aku khawatir tau Jun, kefikiran terus"


"Kan bukan salah kita Hel"


"Iya iya sih..."


Juna melihat bibir Rachel yang belepotan coklat.


"Udahakan coklatnya itu berantakan banget"


"Masa?"


Rachel hendak mengusap bibirnya dengan tangan namun dengan cepat Juna menahan tangannya dan mencium bibir Rachel sambil ******* dan membersihkan sisa coklat di bibir Rachel. Setelah beberapa saat, Juna pun melepaskan ciumannya.


"Dah bersih"


"Mencari kesempatan dalam kesempitan"


"Kan lumayan dapet kesempatan"


Juna tersenyum puas.


"Jun..."


"Hhhmmm??"


"Malem ini tidur disini ya?"


Juna mengusap rambut Rachel pelan.


"Iya...setiap hari juga gak masalah"


Rachel menepuk kaki Juna hingga Juna meringis kesakitan.


"Itu mah maumu"


Juna tertawa pelan dan Rachel tersenyum melihatnya.


"Maaf Jun,aku belum bisa jujur sekarang"


####


Rachel tengah bersama Jihan di toko buku membeli beberapa novel. Juna tidak bisa menemaninya karena kebetulan ada keluarga jauhnya datang ke rumahnya.


"Hel,ini kayak nya bagus ceritanya"


Jihan menunjukkan buku Dengan sampul berwarna merah jambu tersebut.


"Iya udah beli aja Gan..."


Rachel tersenyum lalu kembali memilih buku. Saat dia hendak mengambil sebuah buku, ternyata seseorang juga mengambil buku tersebut.


Rachel menoleh dan pria tersebut tersenyum.


"Kita ketemu lagi. Kebetulan banget" ucap Johnny.

__ADS_1


Rachel tersenyum tipis.


"Nih..."


Johnny memberikan buku tersebut pada Rachel.


"Gak makasi. Ambil aja..."


Rachel meninggalkan Johnny sendiri membuat Johnny berdecih pelan.


"Makin kamu cuek, makin tertarik aku sama kamu"


###


Rachel mengaduk-aduk jus alpukat nya dengan tatapan kosong. Jihan yang menyadari itu pun merasa kesal.


"Lo mikirin apa sih Hel?"


"Em?bukan apa-apa..."


Rachel meminum jusnya.


Seorang pelayan menghampiri mereka lalu meletakkan sebuah piring berisi 3muffin cake dihadapan Rachel.


Rachel dan Jihan pun merasa kebingungan karena tidak merasa memesan makanan tersebut.


"Maaf mbak ini bukan punya saya"


"Ini punya mbak. Tadi ada pria yang beli ini buat mbaknya"


Rachel dan Jihan sontak menoleh ke segala arah.


"Aduh saya gak tau namanya. Yang pasti orangnya tinggi, wajahnya agak mirip bule gitu"


"Berarti bukan Juna" ucap Jihan.


"Iya udah makasi mbak"


"Iya,saya permisi dulu"


Pelayan tersebut meninggalkan mereka yang masih kebingungan.


"Siapa Hel?"


"Ma-mana gue tau Han"


"Raka kali. Kan mukanya rada bule gitu"


"Yang bener dikit. Kalo Raka pasti udah nyamperin kita bukannya beliin makan"


"Iya juga ya..."


"Nih Lo mau? Lo aja yang makan"


"Serius?"


Rachel mengangguk pelan.


"Lo gak doyan atau gimana?"

__ADS_1


"Diet..."


Jawab Rachel asal lalu kembali ke lamunannya.


"Pasti dia ada disini juga..."


####


Rachel berjalan naik menuju kamarnya, tapi entah kenapa dia merasa sedang dipantau seseorang. Rachel segera berbalik dan melihat sekeliling namun tidak menemukan siapapun.


"Hel...tenang,gausah panik"


Rachel berbalik lagi hendak naik ke tangga namun dia mendengar suara langkah sepatu. Karena merasa takut, Rachel segera berlari secepat mungkin dan dia bisa mendengar langkah sepatu tersebut masih mengikutinya.


Dia berlari sambil agak menutup matanya dan...


Bbbrrruuugghhh......!!!


Rachel menabrak seseorang dan orang itu langsung memeluknya.


"Hel,sayang,kamu kenapa?"


Juna mengusap rambut Rachel mencoba menenangkan kekasihnya tersebut.


Rachel terus memeluk erat Juna.


"Jun, kamu...kamu nginep disini kan?"tanya Rachel dengan nafas tersengal.


"Iya kan aku udah bilang. Emang kenapa?kenapa kamu panik gini?"


"Tadi..tadi aku ngerasa ada yang ngikutin aku Jun..."


"Ngikutin?"


Juna mengerutkan alisnya lalu mencoba mendekati tangga namun tangannya ditahan Rachel.


"Udah Jun masuk aja ke kamar"


Ajak Rachel


Juna pun menuruti permintaan Rachel dan merekapun masuk kedalam kamar.


Rachel membuka sepatu dan jaketnya lalu memeluk Juna.


"Siapa yang ngikutin kamu hhhmmm??"


Rachel menggeleng pelan.


"Mungkin perasaan aku aja soalnya kan tumben aku keluar gak sama kamu"


Juna mengusap rambut Rachel lalu mencium pucuk kepalanya.


"Iya udah sekarang kita tidur,besok sekolah"


Rachel mengangguk lalu mengambil kasur lipat di bawah ranjang dan melebarkannya.


Merekapun segera ke tempat tidur masing-masing.


"Siapa dia?"

__ADS_1


###


__ADS_2