Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 23


__ADS_3

"bunuh diri?"


Rachel dan Risky saling melempar pandangan kaget dengan apa yang baru di dengarnya.


Kepala sekolahpun masih terlihat cukup syok dengan berita tersebut.


"Tapi kok bisa pak?"


"Iya pak,pasti ada alasannya"


Kepala sekolah menarik nafas panjang.


"Semua sedang diselidiki termasuk kegiatan terakhirnya saat kemah bersama sekolah"


Rachel terperanga heran.


"Nanti sepulang sekolah kalian berdua bersama pak Cristian dan Bu Lisa datang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Jadi jawab sejujurnya saja,dan jangan sampai kalian tertekan. mengerti?"


"Baik pak"


Rachel dan Risky meninggalkan ruang kepala sekolah.


"Kok bisa?"


"Gue juga heran Hel. Aneh gak sih perasaan dia keliatan biasa-biasa aja waktu itu"


"Apa karena Juna?"


###


Juna dan yang lain tampak kaget dengan berita tersebut.


"Tu anak emang keliatan gak beres sih" ucap Jihan.


"Maksud Lo Han?"


"Kalian ingat gak waktu dia ngaku kepleset terus dianter Juna ke gazebo?"


Semua mengangguk pelan menunggu kelanjutan cerita Jihan.


"Tu anak kakinya sehat,alias dia bohong bilang kekilir"


"Iya,gue juga saksinya di sana"


Sambung Raka.


"Pas gue mau ngurus kakinya, dia bilang dia udah gapapa terus pergi gitu aja ke tendanya"

__ADS_1


Juna berdecih pelan.


"Jijik banget gue dengernya sumpah"


"Jun..."


Rachel menepuk paha Juna supaya Juna menjaga ucapannya.


"Berarti entar kalian berdua ke kantor polisi ngasi keterangan gitu?"


"Iya kurang lebih. Lagian juga kita kan gak ada sangkut pautnya sama kematian dia"


"Kasian,mana masih muda"


Rachel terdiam mencoba mengira motif bunuh diri Jasmine.


"Apa iya dia patah hati sampe segitunya? Kayaknya gak mungkin dia punya giliran dangkal kaya gitu" gumamnya heran.


"Hel...jangan terlalu dipikirin. Entar yang ada kamu malah jadi gak konsen disekolah" ucap Juna yang dibalas senyuman dari Rachel.


"Kalaupun bener,itu bukan salah kita juga kan?"


###


Rachel,Risky,Cristian dan Lisa baru saja tiba di kantor polisi dan turun dari mobil.


"Ngapain dia disini?"


"Siapa?" Tanya Risky heran.


"Ntar gue cerita..."


"Ayo kita masuk..." Ajak Cristian dan merekapun masuk kedalam kantor polisi tersebut


####


Adrian datang ke kantor polisi tersebut dan terlihat sangat khawatir.


"Dri, Lo ngapain disini?"


"Rachel mana?"


"Dia lagi di ruangan interview sama Risky"


Adrian merasa tidak tenang.


"Pak Adrian,ada masalah apa?"

__ADS_1


Tanya Lisa.


"Masalah hati kayaknya..."


Adrian menatap tajam Cristian membuat Cristian pura-pura tidak bersalah.


"Saya hanya khawatir sama anak-anak Bu Lisa. Mereka pasti belum pernah mengalami seperti ini sebelumnya"


Lisa mengangguk faham.


"Saya juga berfikir begitu. Rachel dan Risky terlihat kurang nyaman sejak tiba disini"


"Mereka anak-anak baik dan dari keluarga berada. Gak mungkin pernah kepikiran sama mereka bakal sampai diinterview polisi gini"


Adrian meremas tangannya menahan kekhawatirannya. Dia bahkan tidak enak duduk dan terus mundar-mandir menunggu Rachel selesai diinterview.


30 menit berselang barulah Rachel dan Risky keluar dari sebuah pintu bersama seorang polisi dengan wajah yang cukup tegang.


"Baiklah, kami ucapkan terimakasih atas kerjasama kalian yang baik. Saya harap jika suatu saat kami memerlukan informasi dari kalian lagi,kalian bisa membantu kami"


"Sebenarnya kematiannya karena apa pak?" Tanya Adrian.


"korban meminum obat tidur dengan dosis tinggi dan karena kondisi kesehatannya yang tidak baik juga akhirnya dia mengalami overdosis hingga meninggal dunia"


Semua mengangguk faham.


"Hel,kamu gapapa?"


Tanya Adrian khawatir.


"Gapapa pak,kita berdua cuma laper" jawab Risky.


"Iya udah,sekarang kita makan dulu. Bapak yang traktir" ajak Adrian.


"Gak usah pak,saya mau langsung pulang aja. Mau istirahat"


"Iya pak,saya juga masih banyak PR..." Sambung Risky.


"Baik pak,kita permisi dulu" pamit Cristian.


"Iya...hati-hati di jalan"


Merekapun segera meninggalkan tempat tersebut.


"Gue harap dugaan kita salah,Hel..."


###

__ADS_1


__ADS_2