Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 6


__ADS_3

"serius sayang? "


Rossa mengelus rambut putrinya yang terlihat kesal tersebut.


"serius ma... Kan aku jadi malu tadi disekolah"


"pa, kamu harus lakuin sesuatu. Masa iya Febry dipermaluin disekolah kita kamu diem aja"


Bagas yang tengah makan ikut melirik ke arah papanya.


Alex pun menarik nafas panjang.


"memangnya Siapa nama anak itu? "


"gatau pa, dia anak baru adik kelas"


"mama gak mau tau pa, besok pokoknya papa harus datengin anak itu"


"iya udah, kebetulan juga besok papa sama Bagas ada urusan kesana"


Febry tersenyum lalu bangkit dan memeluk papanya dari belakang.


"makasi pa, aku sayang banget sama papa"


"iya sayang, papa juga"


Rossa pun tersenyum senang melihat putrinya bahagia sedangkan Bagas hanya menggeleng pelan.


"kebiasaan dimanja"


###


Rachel datang ke rumah ibu kosnya dan mengetuk pintu.


Beberapa saat kemudian, anak ibu kos pun membukakan pintunya.


"ini rantangnya. Makasi makanannya tapi minta tolong bilang ke ibu kos gausah repot-repot masakin lagi"


"emang kenapa? Gak enak? "

__ADS_1


"eng-enggak gitu. Takut ngerepotin"


"oh... Udah? "


Rachel mengangguk, namun saat pria tersebut akan menutup pintu, Rachel menahannya.


"tu-tunggu. Boleh tau nama kamu? "


"Juna"


Pria tersebut segera menutup pintunya membuat Rachel kaget.


"astaga... Untung masih sabar... "


Rachel segera berbalik dan kembali ke kontrakannya.


Juna yang baru sadar rantang tersebut sedikit berat, merasa curiga. Dia segera membuka rantang tersebut ternyata berisi beberapa kue dan secarik surat.


*makasi bu,masakannya enak. Ini kue aku masak sendiri semoga kalian suka*


Juna tersenyum tipis lalu memakan salah satu kuenya.


###


Bu Irma masuk lagi kedalam kelas dengan wajah sedikit tegang.


"Rachel, kamu dipanggil kepala sekolah di ruangannya"


Semua anak sontak kaget. Banyak dari mereka sudah menduga Rachel pasti akan kena masalah karena kelakuannya kemarin menantang Febry.


"baik bu"


Dengan tenang Rachel berdiri dan meninggalkan kelasnya menuju ruang kepsek.


Di kelas lain, Febry tersenyum smirk sehingga membuat Adrian yang tengah mengajar ikut menoleh ke arah jendela.


"Rachel? " gumamnya heran.


Tentu saja Adrian sudah mendapatkan berita tentang perang dingin antara Rachel dan Febry kemarin. Dia sedikit khawatir dengan Rachel.

__ADS_1


"dia cuma anak baru. Dia mana tau tentang keadaan sekolah ini terutama tentang Febry"


###


"pak,bu, saya mohon maaf untuk kali ini saya benar-benar tidak bisa membantu"


"gak bisa gitu pak. Dia sudah menghina putri saya didepan umum" ucap Rossa dengan nada suara tingginya.


"pa, pokoknya anak itu harus diberi pelajaran. Supaya dia tahu diri"


"tenang ma... Kita lihat dulu siapa anaknya"


Tidak lama kemudian pintu ruangan tersebut terbuka dan Rachel masuk kedalam kantor tersebut.


Dilihatnya orang-orang disana satu persatu sambil tersenyum tipis.


"bapak memanggil saya? " tanya Rachel kepada kepala sekolah.


Rossa berdiri kesal lalu berjalan ke arah Rachel.


"jadi kamu yang ngehina anak saya? Berani sekali kamu ya! "


Bagas dan Alex terdiam dengan alis yang berkerut. Mereka seakan mencoba mengingat sesuatu hal.


"saya hanya memperingati anak tante supaya tidak berani sewena-wena disini"


"siapa kamu hah berani memerintah putri saya? Apa kamu tidak tahu dia siapa? Dia cucu pemilik sekolah ini dan papanya yang mengurus sekolah ini"


"cuma cucu kan? Belum pemiliknya? Pemiliknya saja gak sebrutal itu sikapnya"


Rahang Rossa mengeras sedangkan yang lain tampak kaget dengan jawaban Rachel yang berani tersebut.


"siapa kamu berani berbicara seperti itu pada saya? "


Rachel tersenyum smirk.


"saya pemegang kunci kehancuran Febry"


###

__ADS_1


__ADS_2