Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 5


__ADS_3

Seorang guru masuk ke dalam kelas dan meletakkan tas dan beberapa buku di mejanya.


"baik anak-anak silahkan buka buku kalian halaman 48"


Rachel yang duduk paling belakang segera membuka bukunya tanpa menoleh.


Guru tersebut berdiri dan hendak menulis sesuatu di papan. Namun atensinya teralihkan saat meluhat sosok baru di kelas tersebut.


"kamu? "


Semua anak menoleh ke arah yang dituju guru tersebut, yaitu Rachel. Sedangkan Rachel menoleh kedepan dan merasa kaget.


"maaf pak, dia siswi baru dikelas ini"


Sadhu sang ketua kelas berdiri menghadap gurunya.


Rachel yang malu pun hanya menunduk diam.


"siapa namamu? "


Rachel berdiri pelan.


"Rachel pak"


Guru tersebut mengangguk.


"saya pak Adrian, guru matematikamu disini. Karena kamu siswi baru, saya akan memberitahukan aturan di kelas saya. Kamu dengarkan baik-baik"


"i-iya pak"


"seminggu sekali, saya akan mengadakan ulangan harian. Saya tidak akan mengampuni anak yang mencontek. Saya tidak suka diabaikan saat saya mengajar, jika malas di kelas saya, saya akan izinkan kamu keluar. Saya tidak suka dengan anak yang lambat dalam berfikir. Jika saya sudah memberi perintah, saya mau langsung kalian kerjakan tanpa pertanyaan. Ketika saya menjelaskan, tidak ada yang boleh menulis atau mencatat sebelum saya izinkan. Dan pelanggaran dari semua aturan, saya sendiri yang akan memberikan hukumannya tanpa ada pilihan lain. Kamu faham? "


Rachel menelan ludah kasar.

__ADS_1


"faham pak... "


"baik, silahkan duduk. Saya akan mulai pelajarannya"


Rachel segera duduk memandang kedepan.


"perasaan kemarin dia halus banget, kenapa mendadak jadi gini? "


###


Bel pulang berbunyi dan semua anak mulai meninggalkan kelasnya.


Rachel pun menjadi yang terakhir keluar dari kelas tersebut.


Di koridor yang sudah sepi, Rachel tidak sengaja melihat Adrian dan Febry yang tengah ribut. Dia pun segera bersembunyi dengan masuk kesalah satu kelas sambil mengintip.


"kenapa coba? Masalahnya apa? "


"yang kamu lakuin sudah keterlaluan. Kamu tau seandainya petugas sekolah gak segera nemuin dia, mungkin dia sudah meninggal di kolam renang"


Rachel membulatkan matanya lalu meremas ujung seragamnya.


"tapi dia gak mati kan? Jadi gak masalah"


"kalau sampai dia buka mulut, kamu akan tau akibatnya"


Febry tersenyum smirk.


"dia gak akan berani buka mulut, papanya kerja di kantor papa. Jadi gak mungkin dia mau bikin papanya jadi pengangguran"


"terserah lah. Itu urusan kamu. Yang penting saya sudah ambil keputusan kalau hubungan kita sesai sampai disini. Faham? "


Adrian pergi meninggalkan Febry sendiri.

__ADS_1


"kak Adrian! Gak bisa gitu kak! "


Febry berlari meninggalkan tempat tersebut.


"jadi lo yang bikin Jihan masuk rumah sakit? Gue bakal bikin harga diri yang lo junjung tinggi itu hancur secepatnya"


###


Rachel baru saja tiba di kontrakannya, namun anak ibu kos terlihat baru saja keluar dari gedung tersebut. Rachel sudah tau bahwa anak itu berada satu sekolah dengannya karena dia sempat melihat Pria tersebut dikantin sekolah tadi.


Pria tersebut menatap Rachel sekilas lalu melewatinya begitu saja menuju rumahnya yang ada di sebelah bangunan kontrakan.


"jutek banget. Pengen tak hiiihhh... "


Rachel segera menuju kamarnya yang ada di lantai 2.


Namun saat dia tiba di kamarnya, dia menemukan rantang makanan yang kemarin ada di meja depan kamarnya.


"perasaan kemarin udah aku balikin rantangnya"


Rachel pun membuka Rantang tersebut dan ternyata berisi makanan lagi.


"Apa dia disuruh sama mamanya buat bawa ini lagi? "


Rachel terdiam sejenak.


"udah lah, lagian masakannya juga enak."


Rachel tersenyum lalu segera masuk kedalam kamarnya.


"dimana lagi coba nemu kontrakan yang dapet makan gratis"


###

__ADS_1


__ADS_2