Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 3


__ADS_3

"ini kamarnya. Silahkan diliat dulu"


Rachel tersenyum lalu mengecek keadaan kamar tersebut.


"gak terlalu besar, lengkap juga semuanya. Pas banget... "


"nak Rachel suka? "


Rachel mengangguk.


"iya bu. Saya ambil kamar yang ini aja"


Rachel mengeluarkan dompetnya lalu memberikan uang pembayaran pada pemilik kamar.


"baik nak Rachel. Nanti kalau ada apa-apa bisa telfon saya. Saya permisi dulu"


Pemilik kamar tersebut pun pergi dari kamar tersebut.


Rachel segera meletakkan tas dan kopernya lalu menelfon seseorang.


(on call)


"halo kakek"


"halo sayang. Gimana? Kamu sudah sampai? "


"udah kek. Ini aku baru aja sampe di tempat kontrakannya. Tempatnya nyaman banget"


"bagus kalau kamu suka. Nenek kamu dari tadi khawatir nunggu telfon dari kamu"


"oh iya, terus nenek dimana sekarang? "


"dia lagi keluar belanja. Nanti kamu telfon saja ke nenekmu langsung"


"iya kek. Iya udah aku mau mandi dulu kek, terus mau beli keperluan lain buat disini"


"iya udah... Oh iya, Nanti ada orang suruhan kakek yang bawa keperluan sekolah kamu kesana"


"siap kek. Iya udah aku tutup dulu ya kek"


"iya sayang. Jaga diri baik-baik"


(end call)


"mari kita mandi dulu. Abis itu belanja"


###


Rachel melihat barang-barang yang terpajang di toko keperluan rumah tangga tersebut.


"apa lagi yang kurang ya? "


Tiba-tiba rachel melihat set pisau cantik dan lengkap.


Dengan senyum dia hendak mengambil set pisau tersebut namun ketika tangannya menyentuh pisau tersebut, tangannya malah disentuh orang lain.


"maaf... "


Tanpa menoleh Rachel menarik kembali tangannya.


"maaf saya gak bermaksud... " ucap pria berbadan tinggi tersebut.


"emmm... " Rachel mengangguk pelan.


Pria tersebut mengambil set pisau tersebut dan memberikannya pada Rachel.


"ini... "


Rachel menerimanya dan tersenyum.


"makasi..."


"kamu sendiri? Mamanya mana? "


Rachel membulatkan matanya.


"apa kesini harus bawa mama? "


"iya... Eng-gak juga sih... "


Pria tersebut menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"kalau begitu saya permisi... "

__ADS_1


Rachel segera meninggalkan tempat tersebut.


Pria itu tersenyum menatapnya.


"lucu... "


###


Rachel memilih beberapa stok bahan makanan untuk di kontrakannya.


Dia lebih banyak membeli buah karena dia sangat menyukai minum jus.


"beli daging sama sosis kali ya..."


Rachel berjalan ke rak daging dan ketika dia melihat kedepan, dia merasa kaget.


"kamu? " ucap pria itu sambil tertawa pelan.


Rachel membungkuk lalu berbaik menjauh.


"eh tunggu... "


Pria tersebut menyusul Rachel dan merah tangannya.


"kok lari? "


"si-siapa yang lari? "


Pria tersebut melihat sekeliling.


"kamu beneran sendiri disini? "


"apa kesini harus rame-rame? "


Pria tersebut tertawa pelan.


"kamu kayaknya masih anak sekolah. Biasanya anak sekolah kesini pasti ditemenin bukannya sendiri gini"


"oh gitu, saya baru disini jadi belum ada kenal siapa-siapa"


Pria tersebut mengerutkan alisnya.


"kamu tinggal sendiri? "


Rachel mengangguk.


"tujuh belas..."


"berarti SMA kelas 2. Iya kan? "


Rachel mengangguk.


"saya permisi dulu. Udah mau malem. Permisi... "


Rachel segera berjalan cepat menjauh dari pria tersebut.


Pria tersebut hanya tersenyum dan menggeleng pelan.


Hp pria tersebut berbunyi dan dia segera mengangkatnya.


"iya kenapa? Iya udah sekarang kakak kesana. Tunggu sebentar"


Dia mengakhiri panggilan lalu memasukkan ponselnya kedalam kantong.


Mendadak ia kembali tersenyum ketika melihat Rachel.


"ada apa sama otakmu? "


###


Rachel dibantu supir taxi membawa barang belanjaannya ke kamar.


"taruh disini aja pak"


"baik... "


Rachel mengeluarkan dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang pada supir tersebut.


"ini nak kembaliannya"


"gak usah pak, anggep ucapan makasi saya bapak bantu saya bawa barang kesini"


"beneran ini nak? "

__ADS_1


"iya pak... " Rachel tersenyum.


"makasi ya nak. Saya permisi pamit dulu"


"iya pak, makasi banyak pak bantuannya"


"sama-sama nak... "


Rachel segera mengeluarkan kunci kamarnya dan hendak membawa barang-barangnya masuk ke kamar tersebut. Namun atensinya teralih melihat kotak paket di dekat pintunya.


"pasti ini kirimannya"


Rachel segera masuk membawa barang-barangnya kedalam.


Segera ia membuka paket tersebut dan mencoba beberapa seragam.


"lumayan, tapi apa gak kekecilan? "


Rachel memfoto dirinya menggunakan seragam dan mengirimkannya pada neneknya.


Tidak lama kemudian, neneknya pun menelfonnya.


(on call)


"halo nek... "


"halo Hel, kok seragamnya kekecilan? "


"gatau nek, kan kakek yang pesenin"


Dari seberang neneknya langsung berteriak memanggil kakeknya.


"kok baju seragamnya kecil gitu? "


"itu bukan kecil, itu memang modelnya seperti itu"


"jadi maksudmu cucumu kamu suruh sekolah pakai baju yang kekecilan itu? "


Rachel tertawa membayangkan ekspresi nenek dan kakeknya saat bertengkar.


"kamu tenang saja. Disana dia ada yang jaga. "


"aih... Rachel, jaga diri kamu baik baik disana. Ingat, jangan sembarangan berteman. Kamu faham? "


"iya nek, aku ngerti. Iya udah, aku mau masak dulu nek. Udah laper"


"masak? Kenapa gak beli makan?"


"kakek, Rachel harus mandiri. Bukan cuma tinghal sendiri tapi gak bisa ngapa-ngapain kan? "


"iya udah, tapi hati-hati jangan sampai luka kena pisau atau kena minyak panas"


Rachel memutar bola matanya heran.


"iya-iya kek... Iya udah aku tutup dulu telfonnya"


"iya sayang"


(end call)


"ada ada aja... "


Rachel terkekeh pelan. Dia pun segera merapikan barang-barang yang baru dibelinya dan bersiap memulai memasak. Namun belum juga dia memulai,mendadak pintu kamar Rachel diketuk seseorang. Segera Rachel menuju pintu untuk melihatnya.


Seorang pria kurang lebih seusianya tengah berdiri di depan kamarnya sambil membawa sebuah rantang makanan.


"titipan dari mama"


Ucap pria tersebut dengan tatapan dingin sambil menyodorkan rantang tersebut pada Rachel.


"mama? "


Rachel mengerutkan alisnya.


"ibu kos mu"


"oh... Ibu kos. Kamu anaknya ibu kos? "


"bukan, gue kakeknya"


Pria tersebut langsung pergi begitu saja.


Rachel membulatkan matanya kaget.

__ADS_1


"jutek banget. Tapi lumayan dapet makan gratis... "


###


__ADS_2