Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 26


__ADS_3

Johnny memasuki ruangan yang gelap tersebut. Hanya ada sedikit cahaya dari lampu layar yang menyala.


Perlahan dia berjalan mendekati Rachel yang sudah terlelap.


Johnny tersenyum simpul.


"Cantik, tapi sayang jutek"


Johnny melihat bibir merah ranum milik Rachel.


Perlahan dia mendekati bibir tersebut namun hampir saja dia menyentuh bibir Rachel, dia mulai sadar diri.


"Sabar John, secepatnya dia pasti bisa kamu miliki"


Johnny mengusap pucuk kepala Rachel lalu keluar dari ruangan tersebut.


Rachel membuka matanya setelah mendengar suara pintu tertutup.


"Apa rencana dia sebenarnya?"


Beberapa saat kemudian, pintu ruangan tersebut kembali terbuka dan Juna masuk kedalam ruangan tersebut.


"Hel,udah kelar nontonnya?"


Rachel mengangguk samar.


"Jun, tidur yuk udah ngantuk banget"


Rachel menguap pelan.


Juna yang melihatnya merasa gemas lalu mengusap kepalanya.


"Iya udah ayo..."


Merekapun menuju kamar yang menjadi kamar Rachel di apartemen tersebut.


Juna berbaring di ranjang lalu Rachel menyusulnya.


"Ini pertama kali loh kita tidur seranjang"


"Udah..aku gak bakal macem-macem"


Juna memeluk Rachel layaknya bantal guling ya membuat Rachel tertawa pelan.


"Jun,aku sudah gerak"


"Kan mau tidur ngapain gerak"


Rachel mencium bibir Juna lalu mulai menutup matanya.


"good night sayang"


###


Juna tengah sibuk membuat adonan untuk membuat pastry bersama Rachel. Mereka mengikuti instruksi yang ada di YouTube sambil sesekali bercanda.


Rachel selalu menjahili Juna dengan mengoleskan tepung di wajah Juna dan Juna pun hanya bisa pasrah melihat Rachel tertawa puas.


"Hel..."

__ADS_1


"Iya..."


Rachel memandang Juna sambil memangku wajahnya dengan tangannya.


"Semoga kita tetep seperti ini seterusnya"


Rachel tersenyum manis ke arah Juna.


"Sampai kapanpun, Rachel bakal selalu sayang sama Juna" Tiba-tiba hp Rachel berdering.


"Aku angkat..."


Rachel berlari menuju ponselnya membuat Juna tertawa melihat tingkah lucunya.


"Who is it?"


(On call)


"Halo??"


"Datang ke apartemen kakakmu sekarang sebelum kamu menyesal. Jangan berani menelfon polisi karena nyawa keluargamu bisa melayang dengan mudah"


(End call)


"Ha-halo? Hallooo??!"


Rachel langsung merasa sedikit gusar.


"Siapa Hel?"


"Ga tau,orang iseng kayaknya"


Pesan WA dari nomor kakaknya masuk ke hp Rachel.


Rachel langsung menutup mulutnya supaya dia tidak sampai berteriak.


"Hel...kenapa?" Tanya Juna.


"Gapapa in-ini kakak chat aku katanya...katanya nenek sama kakek ada di apartemen. Aku disuruh kesana"


Juna mengerutkan alisnya.


"Tiba-tiba?"


"I-iya Jun..."


"Iya udah kamu kesana aja dulu. Entar aku simpenin pastrynya kalau udah jadi"


Rachel mengangguk lalu mengambil tas dan jaketnya.


Rachel menghampiri Juna dan memeluknya erat.


"Aku pergi dulu..."


Juna merasakan feeling yang aneh tapi dia mencoba mengabaikannya.


Diciumnya kening Rachel sekilas.


"Jaga diri baik-baik"

__ADS_1


"Emm..."


Rachel mengangguk lalu mengenakan sepatunya kemudian meninggalkan rumah Juna.


"Papa...kak Bagas...tunggu aku"


###


3 hari sudah sejak terakhir Rachel terlihat dan sampai sekarang Rachel belum kembali.


Juna dan teman-temannya mencoba menghubunginya dengan berbagai cara namun tidak juga ada jawaban. Para guru juga merasa aneh saat mengetahui hilangnya Rachel namun pihak kepala sekolah meminta para guru untuk diam.


Juna sudah merasa sangat frustasi. Ditambah lagi papa dan kakaknya Rachel juga sama-sama sulit ditemui.


"Rachel...kamu kemana?"


Juna meremas rambutnya kesal sedangkan teman-temannya hanya bisa menatapnya sedih.


Risky yang baru tiba dikelas melihat semuanya keheranan.


"Lo semua kenapa?" Tanya Risky.


Risky baru saja pulang dari luar negeri karena ada acara keluarganya di sana. Jadi wajar dia nampak keheranan.


"Rachel ilang Ky..."


Risky nampak kaget.


"Rachel ilang? Kok gak ada yang bilang ke gue?"


"Lo aja susah dihubungin"


"Terus udah lapor polisi?"


"Mau lapor gimana coba? Kepala sekolah gak ngizinin katanya mungkin ini urusan keluarga jadi jangan ikut campur"


"Papanya?kakaknya?"


"Kita udah usaha temuin mereka kemarin. Tapi mereka gak mau ketemu kita"


"Ada yang gak beres. Gak mungkin Rachel pergi gitu aja"


"Itu dia. Mana barang-barangnya dia di kontrakan aja masih utuh semua"


"Gimana kita nyarinya?!"


Juna nampak makin frustasi.


Risky merasa kasihan dengan kondisi Juna yang terlihat sangat berantakan tersebut.


"Pak polisi!"


Semua menoleh pada Risky.


"Kita gak diizinin ngelapor polisi Ky"


"Aku gak ngajak kalian buat bikin laporan baru ke polisi"


"Terus?"

__ADS_1


"Dugaan Rachel kayaknya bener kali ini"


####


__ADS_2