Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 11


__ADS_3

Juna menutup pintu kamar Rachel dan menguncinya.


Rachel pun hanya bisa menelan ludah kasar.


"ada hubungan apa sama pak Adrian? "


"ng-nggak ada apa-apa"


Juna menatap tajam ke arah Rachel membuat Rachel makin takut.


"apa boneka kemarin itu dari dia? "


"aku gak tau... "


"bohong!"


"sumpah aku gak tau. Aku gak tau kenapa pak Adrian bisa kayak gitu. Aku gak tau siapa yang ngirim bonekanya. Aku aja gak pernah deket sama dia"


Juna berjalan mendekat ke arah Rachel membuat jantung Rachel berdetak cepat hingga Rachel menutup matanya ketakutan.


Rachel merasakan tangan Juna melingkar di pinggangnya dan tangan satunya lagi berada di tengkuk lehernya.


Dia bisa merasakan hembusan nafas Juna di dekat wajahnya lalu benda kenyal menyentuh bibirnya membuatnya kaget dan membuka matanya. Dilihatnya kini bibirnya dan bibir Juna saling bersentuhan dengan mata Juna yang menatap matanya.


Rachel hendak bicara namun Juna malah memperdalam ciumannya.


Tubuh Rachel menjadi kaku dan mulai terasa agak panas.


Juna mulai ******* bibirnya dan Rachel yang terbawa suasana menutup matanya perlahan.


Ini pertama kalinya Rachel berciuman sehingga membuatnya terlihat kaku namun lama kelamaan dia membalas ******* Juna.


Beberapa menit kemudian, mereka melepaskan ciumannya lalu menarik nafas panjang.


Juna yang melihat bibir Rachel yang memerah dan agak membengkak tersenyum simpul lalu mengusap bibir Rachel dengan jarinya.


"maaf... Aku cemburu. Aku gak mau kehilangan lagi"


###


"apa-apaan ini? Gak, aku gak terima"

__ADS_1


Rossa melempar map yang baru saja selesai dibacanya.


"terima apa enggak, aku udah ngurus semuanya ke pengadilan"


"gak bisa gitu dong pa. Salah aku apa? "


Alex menarik nafas panjang.


"aku baru sadar, selama ini kamu udah buat aku makin jauh sama putri kandungku. Bahkan aku sampai gak bisa ngenalin putriku lagi"


Rossa tersenyum sinis.


"itu kan salahmu pa. Kamu yang setuju sama saranku"


"itu karena kamu setiap hari ngehasut aku, Ros. Aku selalu percaya sama omongan kamu"


"apa maksud kamu? Jadi menurut kamu,aku bohong, gitu? "


Alex menatap tajam Rossa.


"Rachel udah cerita semuanya. Hari itu kamu yang nyerang Amanda duluan, makanya Rachel refleks melindungi mamanya dengan nyerang kamu"


"tapi kan bukan salah aku sampai Amanda bunuh diri"


"oke, kalau kamu mau cerai, aku terima. Tapi aku mau seluruh harta dan aset dibagi 2. Aku gak mau kalau hidupku sama anakku harus jatuh gitu aja"


Alex mengepalkan tangannya geram.


"apa kamu menikah karena harta? "


Rossa tersenyum smirk.


"aku gak bakal ngelakuin sesuatu yang merugikan diriku sendiri. Tentu aku perlu seorang suami dan papa yang baik dan sempurna untuk anak-anakku"


"ternyata, apa yang Rachel bilang semua benar. Kamu menikah hanya karena Harta"


"sejak dulu dia memang anak pintar kan? "


Alex mengambil map yang dibuang Rossa tadi.


"tanda tangan, dan setengah hartaku bisa kamu ambil"

__ADS_1


Rossa menerima map itu lalu mengambil pulpen di saku kemeja Alex dan menanda tangani surat tersebut.


Setelah selesai, Alex mengambil surat tersebut lalu menuju wardrobe dan mengemas pakaiannya.


"kamu akan menyesal Rossa"


###


Rachel baru saja hendak tidur sampai akhirnya dia mendenhar pintu kamarnya diketuk seseorang.


"Juna? "


Rachel membuka pintunya dan melihat Alex dalam keadaan mabuk ditemani Bagas datang ke sana.


"kenapa ini? "


"papa gugat cerai mama"


Rachel terdiam sejenak.


"bawa masuk... "


Bagas pun membawa Alex masuk dan membaringkannya di ranjang Rachel.


Dalam keadaan mata terpejam, Alex terus menyebut nama Amanda.


Rachel pun melepas sepatu dan kaos kaki Alex sedangkan Bagas membantu melepas jasnya.


"makasi... "


"dia juga papaku"


Rachel melirik ke arah Bagas.


"seenggaknya, dia yang udah ngajarin aku jadi seorang pria mandiri selama ini"


"kenapa gak dibawa pulang? "


"kita keluar dari rumah"


"kita? "

__ADS_1


###


__ADS_2