
Rachel,Febry dan Bagas hadir di sidang perceraian Alex dan Rossa.
Mereka sama-sama sudah setuju untuk bercerai.
"sesuai kesepakatan, harta milik saudara Alex Sanjaya akan dibagi dua kepada saudari Dwi Rossalinda dimana itu sebuah Rumah yang sebelumnya ditempati. Rumah itu akan dilelang dan hasilnya akan dibagi dua"
Rossa dan keluarganya kaget.
"apa maksudnya pak hakim? Kenapa cuma rumah? "
"karena berdasarkan laporan dan data, hanya rumah lah harta dengan atas nama pak Alex Sanjaya"
"lalu perusahaan? Restoran dan butik? "
"itu semua milik Amanda. Dan Amanda mewariskan itu semua pada Rachel, bukan padaku. Aku hanya bekerja di perusahaan itu sampai Rachel siap untuk melaksanakan tugasnya"
Rossa dan keluarganya tampak kaget.
"Rachel? Jadi selama ini..."
"iya, selama ini kalian menggunakan uang milik Rachel"
"makanya tante, tante harus tau darimana asal uang yang tante pake. Bukannya seenaknya aja"
Rachel terkekeh pelan.
"kamu bercerai tapi cuma dapet uang rumah. Itupun cuma setengah nya. Bodoh kamu Rossa" keluh mamanya.
Febry menatap tajam ke arah Rachel yang tertawa pelan penuh kemenangan.
"I win... "
###
Alex memeluk Rachel sambil menangis dan penuh penyesalan.
"papa minta maaf Ra... Papa udah bikin hidup kamu hancur selama ini"
__ADS_1
"bukan salah papa. Itu karena tante Rossa. Dia jadi benalu yang penuh racun di hidup papa. Rachel juga minta maaf malem itu Rara marah-marah ke papa."
Alex mencium pucuk kepala putrinya.
"wajar kamu marah sayang. Dulu papa udah marahin kamu dan mukulin kamu sama mamamu. Papa emang pantes dihukum untuk itu. Gara-gara papa, mamamu bunuh diri"
"sekarang mama pasti udah tenang liat papa udah lepas dari mereka. Apalagi sekarang Rara udah punya kak Bagas"
Rachel menggenggam tangan Bagas.
Alex merangkul bahu Bagas.
"makasi kamu udah selalu bantu papa selama ini.."
"Aku yang harusnya makasi pa. Papa mau terima aku dengan baik dan memperlakukan aku seperti putra papa sendiri"
"tapi gimana sama Febry? "
###
Juna baru saja tiba di depan rumahnya seusai mengerjakan tugas kelompok di rumah Risky.
Tanpa dia sadari, seseorang sudah menantinya sejak lama di depan rumahnya.
Perlahan dia mendekati Juna lalu dalam sekejap
Tttsuukkkk.......
Juna berbalik dan melihat Rachel menahan pisau dari Febry dengan tangan kosong.
"Rachel...!!! "
Juna berteriak keras.
Darah pun mulai mengalir dari tangannya.
"jangan pernah nyentuh Juna"
__ADS_1
"Hel... tanganmu Hel... "
Rachel menendang tubuh Febry hingga terpental.
Orang-orang yang mendengar suara teriakan langsung saja keluar rumah.
Dengan tangan masih berdarah, Rachel menarik kerah hoddy Febry dan menatapnya tajam.
"lo gak tau seberapa kuatnya gue ngelindungin orang yang gue sayang kan? Ayo lo liat sendiri"
Rachel memukul wajah Febry dengan sangat keras hingga mulut Febry berdarah.
"Rachel... "
Juna menahan tubuh Rachel.
"woy... Pisahin... Pisahin... "
Beberapa warga mulai mengamankan Febry.
Juna merobek bajunya untuk membalut luka di tangan Rachel.
"bawa dia ke rumah sakit Jun. Biar yang ini kita bawa ke kantor polisi."
Juna bergegas membawa Rachel naik ke motornya.
"pegangan Hel... "
Rachel tersenyum simpul.
"kamu gapapa Jun? "
"pertanyaan macem apa itu? Kamu liat tangan kamu itu hah? Kenapa kamu sebego itu? "
"aku gamau kamu luka"
"Rachel... Udah bentar lagi kita sampe rumah sakit. Tahan sebentar"
__ADS_1
###