Aku, Kamu Dan Cinta

Aku, Kamu Dan Cinta
part 31


__ADS_3

*flash back*


petugas kepolisian tersebut memberikan Hp tersebut pada Rachel.


"saya kira Hp ini gak bakal diambil karena sudah cukup lama disini"


"maaf pak, mungkin keluarga saya belum ada yang sempet kesini. saya juga baru sembuh soalnya"


polisi tersebut mengangguk faham.


"apa nak Rachel sudah bisa mengingat kejadiannya?"


Rachel menggeleng pelan.


"saya usahakan pak supaya cepet bisa inget semuanya dan memberi kesaksian"


"semoga isi dari Hp ini benar-benar bisa membantu nak Rachel untuk mengingat semuanya"


Rachel mengangguk sambil tersenyum.


"saya permisi dulu pak"


"iya...hati-hati di jalan..."


Rachel mengangguk lalu keluar dari kantor polisi tersebut.


Rachel menaiki sebuah tadi dan menuju taman terdekat di sana.


setelah tiba,Rachel langsung membuka isi Hp tersebut mulai dari chat, akun sosmed hingga galery nya.


Rachel tersenyum getir setelahnya.


"pasti sakit rasanya kalau jadi dia. tapi kenapa aku gak bisa inget apapun tentang dia? yang aku bisa rasain cuma jantung aku yang berdetak lebih cepat kalau liat dia"


Rachel mengusap wajahnya pelan.

__ADS_1


Rachel pun kembali teringat dengan ucapan Adrian,gurunya itu.


"gak ada tanda-tanda atau bukti apapun aku Deket sama dia. tapi kenapa dia bilang kita Deket?"


Rachel perlahan berjalan meninggalkan taman tersebut dan saat diperjalanan dia melewati beberapa toko pinggir jalan. Matanya teralih saat melihat toko boneka dengan boneka besar yang sama persis seperti yang ada di kamarnya namun hanya beda warna yaitu berwarna coklat muda.


Rachel menatap boneka itu yang terlihat tidak asing baginya. makin lama mendadak kepala Rachel terasa sakit dan beberapa gambaran mulai teringat dikepalanya. Rachel yang merasakan sakit berdiri dengan tidak seimbang lalu tanpa sengaja menabrak seseorang yang tengah lewat.


"aduh mbak...hati-hati dong...!"


ucap wanita tersebut yang terlihat kesal.


"ma..maaf mbak..."


Rachel menatap tangan wanita tersebut yang terlihat terbalut perban dan berbagai gambaran muncul lagi di kepalanya membuatnya makin merasakan sakit di kepalanya.


Rachel membungkuk menahan sakit dikepalanya dan saat dia membuka matanya, tepat liontin kalungnya berada di depan matanya.


"kalung ini"


gambaran acak yang semula seperti puzzle berantakan seakan mulai tersusun kembali di otaknya.


perlahan dia berjalan menuju halte di dekatnya dan duduk lalu menyender di tiang Halte di sana.


"dari mana aja?"


*flashback end*


####


Juna memeluk erat Rachel sambil terus mencium pucuk kepalanya.


"maaf,kalau aku bikin kamu sakit hati"


Rachel memeluk erat Juna sambil terisak.

__ADS_1


"aku yang minta maaf. Kamu terus kena celaka gara-gara nyelametin aku"


Jihan,Risky dkk tersenyum dan merasa lega akhirnya Rachel bisa mengingat semua dengan baik.


"Minggu depan sidangnya Johnny. itu artinya kamu bisa ngasi kesaksian di sana Hel"


ucap Risky.


Rachel mengangguk pelan.


"thanks Ky, kalo bukan Lo yang inget sama kejadian di kantor polisi,mungkin Johnny gak akan ketangkep"


"gak juga. Lo lupa,tanpa bantuan kita,Lo bisa kabur dari rumah itu"


Juna tersenyum lalu mencium kening Rachel.


"kamu emang pacar yang pinter"


Rachel tersenyum simpul.


"kenapa gak dari kemarin waktu di pantai kamu cerita?"


"aku masih belum sempurna ngingetnya waktu itu"


"udah,yang penting kan sekarang semuanya udah clear... dan untung aja Rachel sempet sadar sebelum dipengaruhin sama pak Adrian"


Juna mengepalkan tangannya kesal.


"guru itu emang gak bisa ngelewatin kesempatan"


Rachel mengusap lengan Juna.


"udah lupain. kan aku udah inget"


Rachel kembali memeluk Juna senang yang dibalas juga oleh Juna.

__ADS_1


"akhirnya aku bisa ngerasain pelukan ini lagi"


####


__ADS_2