Aku Bukan Orang Ketiga

Aku Bukan Orang Ketiga
Bab 12 : Aku harus pulang


__ADS_3

Tari segera berjalan menuju kelasnya, tak disangka ponsel di dalam tasnya berdering. Tangannya segera meraba-raba ke dalam tas mencari keberadaan ponselnya itu dan ia segera menemukannya. Setelah dilihat ternyata Melinda, kakak perempuannya yang menelepon dan ia segera mengangkatnya.


"Halo, ada apa Mbak?" ucap Tari


"Hari ini kamu harus pulang ya" kata Melinda


"Ada apa?" tanya Tari


"Ada hal yang penting, pokoknya kamu pulang saja" jawab Melinda


"Aku gak bisa pulang, besok....." ucap Tari


"Pokoknya pulang" ucap Melinda tegas


"Tapi mbak..." ucap Tari


"Gak ada tapi-tapian, sudah pulang saja, nenek yang meminta kamu pulang" ucap Melinda dan langsung menutup teleponnya


"Menjengkelkan sekali orang ini. Dasar diktator" gumam Tari dalam hati


Hari ini begitu cepat berlalu, ia segera berjalan pulang bersama anak-anak lainnya. Di tengah perjalanan ia melihat Dina masuk ke dalam mobil, belum sempat Tari memanggilnya tapi mobil itu telah melaju. Ia sudah mengenalinya, mobil berwarna putih itu adalah milik Redy. Setelah sampai di kost ia segera berkemas karena ia akan segera pulang. Belum selesai ia berkemas ternyata Ajeng mengetuk pintu kamar dan memanggilnya.


"Tari...bukain pintu dong" ucap Ajeng


"Iya, ada apa Jeng?" ucap Tari sambil membuka pintu


"Nih, ada bingkisan buat kamu" ucapnya sambil menyodorkan sebuah kotak terbungkus plastik besar


"Dari siapa?" tanya Tari


"Pacar kamu" jawab Ajeng


"Siapa? Aku gak punya pacar, salah kirim kali ya" ucap Tari sedikit kaget, ia segera meletakkan bingkisan itu ke lantai


"Siapa lagi kalo bukan Juna, dia sendiri loh yang antar kesini tadi" ucap Ajeng

__ADS_1


"Ssttt.....gak boleh ngomong gitu, dia itu suaminya orang" ucap Tari


"Hahaha" Ajeng hanya tertawa


"Beneran ini tadi dari Juna?" tanya Tari


"Iya, bener" jawab Ajeng bersungguh-sungguh


"Isinya apa ya?" tanya Tari penasaran


"Mana aku tahu. Ayo buruan dibuka Tar" Ucap Ajeng


Tari segera membuka kotak itu, dan ternyata itu adalah kue black forest berukuran besar. Ia teringat malam itu saat berada di pinggir pantai Tari sempat melihat ada beberapa anak muda seumuran dengannya yang merayakan ulang tahun di tepi pantai. Melihat kue blackforest yang menurutnya terlihat sangat enak ia berujar bahwa ingin sekali mencicipinya. Tak disangka siang ini Juna datang mengantarkan kue untuknya. Ia ingin segera memotong kue itu tapi bila diingat bahwa kue tersebut adalah pemberian Juna rasanya ingin menyimpannya dalam waktu yang cukup lama.


"Sayang banget ya, ini adalah kue" ucap Tari pelan


"Kenapa emangnya? tanya Ajeng


"Aku ingin menyimpannya" jawab Tari sambil tersenyum


"Iya iya sabar, nih aku potongin" ucap Tari sambil memotong kue


"Makasih...hemmm  kelihatannya enak!" ucap Ajeng


"Ini ya aku potongin sekalian tolong bagiin ke teman-teman" ucap Tari


"Siap! Emm enak banget Tar, aku mau lagi dong agak banyak buat aku, hahaha" ucap Ajeng


"Ih, ntar tambah gendut loh" ucap Tari


"Enggak, habis ini aku puasa makan malam, hahaha" ucap Ajeng bercanda


"Hahaha...." mereka tertawa bersama


Usai menikmati dan membagi-bagikan kue kepada semua sahabatnya Tari segera melanjutkan aktivitasnya mengemasi barang-barang yang akan dibawa pulang sore ini. Tak berapa lama kemudian ia segera pamit kepada semua temannya untuk pulang. Alangkah terkejutnya ia saat membuka pintu ia berpapasan dengan Dina yang tiba-tiba datang sambil menangis. Ia menoleh keluar pintu, ternyata di luar ada Redy yang langsung masuk kedalam mobil dan segera memacu mobilnya dengan sangat kencang. Tari tidak begitu mempedulikan mereka, ia ingin segera pulang karena neneknya telah menunggu di rumah.

__ADS_1


Sesampainya di rumah ia segera masuk, rupanya keluarga besar telah menantikan kehadirannya. Di rumahnya telah berkumpul kakek nenek beserta kerabat lainnya termasuk Fina. Tari merasa heran, ia tak mengerti apa yang terjadi di rumah ini karena sudah lama ia tidak pulang. Nenek segera menghampiri Tari dan mengajaknya masuk ke dalam kamar, begitupun dengan kedua orang tua Tari segera mengikuti mereka memasuki kamar.


"Ini ada apa Nek?" Tari merasa penasaran


"Kamu duduk dulu Nak" ucap Nenek


Tari dan neneknya segera duduk di pinggir tempat tidur, sedangkan ayah dan ibunya tetap berdiri disamping mereka. Tak berapa lama paman Tari pun masuk dan berbisik pada ayah Tari. Tari semakin bingung dengan suasana yang dihadapinya saat ini. Ayah Tari segera keluar dari kamar, terdengar suara beberapa mobil berhenti di depan rumahnya.


"Nek, ini ada apa sih?" tanya Tari


"Tolong kamu dengarkan nenek baik-baik" ucap Nenek mengawali pembicaraan


"Iya nek," ucap Tari


"Di luar ada tamu, tolong kamu segera mandi yang cepat dan ganti pakaian yang rapi, ibu kamu sudah membelikanmu baju baru, ayo ini dipakai" ucap Nenek


"Sekarang?" tanya Tari


"Iya sekarang, ayo cepat jangan lama-lama" ucap Nenek


"Iya Nek." ucap Tari


Ia segera mandi, dari dalam kamar mandi itu ia mendengar percakapan anggota keluarga dengan beberapa orang yang terdengar asing baginya. Percakapan mereka terdengar sangat akrab, Tari berpikir mungkin keluarga sedang mengadakan arisan keluarga atau acara reuni. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian ia segera kembali masuk ke kamarnya. Ternyata nenek dan ibunya masih duduk di tempat yang sama.


"Tari, ibu sudah siapkan minuman untuk para tamu kita, setelah ini kamu yang menyuguhkan minuman untuk mereka ya" ucap Ibu Tari


"Ibu, aku baru aja sampai rumah, masa sih aku yang harus ngantar minuman untuk mereka, kan ada Fina" ucap Tari menolak


"Jangan" ucap Ibu Tari


"Tari capek Bu, mau istirahat" keluh Tari


"Tari, menurut saja sama ibu ya Nak" ucap Nenek


"Iya deh" ucap Tari

__ADS_1


Tari segera keluar kamar dan mengantarkan minuman yang telah disediakan untuk para tamu keluarga. Dilihatnya satu per satu orang tersebut tapi tak ada sama sekali yang ia kenal. Setelah menyuguhkan minuman tersebut ia segera masuk kembali ke kamarnya tapi ibunya melarang dia berada di kamar dan menyuruhnya untuk tetap di ruang tamu dan duduk bersama keluarga lainnya. Alhasil ia segera kembali ke ruangan tersebut dengan berat hati.


__ADS_2