
Setibanya mereka dirumah Keenan....
"Sayang... aku gugup.." ucap Tari dengan tangan keringat dingin.
"Jangan khawatir sayang... ada aku.." ucap Keenan sambil menggenggam tangan Tari.
"Ya ampun sayang tangan kamu dingin sekali.." ucap Keenan agak khawatir.
"Yah karena aku gugup maaass..." ucap Tari sambil menggerak kan jari kaki nya.
Sedangkan mereka masih berada di dalam mobil.
"Yah sudah tarik nafas sekarang.. hembuskan perlahan... hirup udara yang banyak... rileks..." ucap Keenan menenangkan Tari yang sungguh gugup saat ini.
Mereka pun turun dari mobil saat Tari sudah lebih tenang dari kegugupan nya.
"Sayang.. ingat, apapun itu aku mencintaimu..ok.." ucap Keenan sambil memeluk Tari dan mencium keningnya.
Mereka masuk ke dalam rumah yang memang sudah di tunggu oleh keluarga Keenan.
Tari berusaha rileks walaupun hatinya daq diq duq der..
tapi sedikit lebih tenang karena Keenan menggenggam tangan nya.
"Malam semua..." ucap Keenan sambil tersenyum.
"Malam juga sayang anak ku.." jawab mommy nya Keenan.
"Malam juga anak lelaki nakal ku.." jawab daddy nya Keenan.
__ADS_1
"Kakak... kemana saja sih, aku kan rindu padamu..." tanya audrey , adik kesayangan Keenan.
Setelah mencium pipi mommy nya dan daddy nya, begitu juga dengan adik kesayangan nya.
Lalu Keenan memperkenalkan Tari..
"Mom..dad... kenalkan ini Tari.." ucap Keenan yang tidak melepaskan tangan Tari dari tangan nya.
"Malam om..tante.." ucap Tari sambil mencium tangan kedua orang tua Keenan.
"Malam juga nak...oohh cantik nya kamu.." jawab mommy nya Keenan.
"Hai audrey.." sapa Tari sambil menjabat tangan audrey lalu cipika cipiki.
"Hai kaka Tari..." jawab audrey sambil tersenyum manis.
"Malam juga Tari.." jawab daddy Keenan.
"Iya tante.." jawab Tari sambil tersenyum.
Lalu mereka makan malam dengan sangat seru..
Mommy Keenan yang selalu menanyakan bagaimana keadaan Shinta dan cucu nya. Sedangkan daddy Keenan yang selalu menanyakan keadaan perusahaan, lalu audrey yang selalu menanyakan kapan Keenan ada segera menikahi Tari.
Tari hanya tersenyum mendengar percakapan mereka, mommy Keenan juga sekali sekali menanyakan aku dan keluargaku.
"Kak Tari, aku denger kaka mahasiswanya kak Keenan yah?" tanya audrey penasaran.
"Ah iya itu memang benar.." jawab Tari sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hati hati kak Tari, kak Keenan tukang modus sama cewek cewek cantik di kampus.." ucap audrey mengingatkan.
"Apaan sih kamu rey.." ucap Keenan sambil mencubit lengan adiknya.
"Oh ya? suka modus yah sama cewe cewe, apalagi kalo cewe nya cantik?" ucap Tari penuh penekanan sambil menatap horor ke arah Keenan.
"Enggak sayang... jangan dengerin omongan rey..aku cuma modus nya sama kamu doang koq.." jawab Keenan sambil menggenggam tangan Tari lalu nyengir kuda.
"Awas yah kamu maas.." ucap Tari dengan nada mengancam.
"Enggak sayang...sumpah deh.." jawab Keenan sambil memberikan dua jari nya di hadapan Tari.
Audrey yang melihat kakak nya ketakutan dan bucin sama Tari hanya tertawa terbahak bahak melihat kelakuan kakak nya itu.
Setelah makan malam , mereka berbicara banyak tentang niat Shinta untuk segera mencarikan pengganti dirinya agar Keenan tidak kesepian dan sendiri, begitupun dengan putrinya.
Keluarga Keenan menerima kedatangan Tari di keluarga besarnya..
Waktu sudah menunjukkan jam 11 malam.
"Tante... om ...saya pamit pulang dulu, terima kasih sudah mengundang saya makan malam." ucap Tari sambil mencium tangan ke dua ortu Keenan.
"Sama sama nak Tari, bilang keluargamu yah lusa kami akan datang kerumah mu, kita akan bicarakan tentang ini.." ucap mommy Keenan.
"Iya tante, akan saya sampaikan.." jawab Tari tersenyum.
"Daah rey...sampai ketemu lagi yah.." ucap Tari sambil cipika cipiki sama audrey.
"Iya kak.. hati di jalan yah.." jawab rey.
__ADS_1
Mobil Keenan keluar dari pekarangan rumah keluarga Keenan.
Malam ini Keenan mengantarkan Tari pulang kerumah.