Aku Bukan Orang Ketiga

Aku Bukan Orang Ketiga
Percakapan 3 angel


__ADS_3

Esok hari nya..


Vonny Venny dan Tari sedang membuat rujak di taman belakang rumah.


"Tar.. aku mau nanya , koq bisa sih kamu mau sama dosen mu itu?" tanya vonny.


"Iya Tar.. dia kan sudah beristri?!" tanya venny juga.


"Mau tau ajah apa mau tau banget?" tanya Tari pada mereka.


"Mau tau banget lah.." jawab mereka kompak.


"Baiklah... begini cerita nya.." ucap Tari sambil menceritakan awal mula pertemuan mereka sampai bisa jadi sekarang ini.


Bla bla bla bla


Mereka bertiga serius sekali saling bercerita sambil menikmati rujak yang mereka buat sendiri.


"Oalah... begitu toh cerita ne.." ucap Vonny sambil mengunyah mangga yang kecut. Tapi tidak sekecut ketiak nya Vonny.


Hahaha... Author bisa ajah mengarang nya..


"Trus waktu di malang gimana apakah terjadi sesuatu gituh?" tanya venny penasaran.

__ADS_1


"Yah pasti terjadi sesuatu lah, waktu itu malam hujan petir menggelegar, aku takut spontan ajah meluk dia...mungkin dia kaget balik meluk aku juga.." ucapku sambil makan bangkuang.


"Trus trus selanjutnya ?" tanya si kembar kompak.


"Eemmm... selanjutnya.... apa nya...?!" jawab Tari bikin mereka berdua penasaran dan kesal.


"Akhirnya... kami berdua berciuman... sangat mesra...mulai dari pipi..trus bibir.. truss...truss..." ucap Tari sambil membayangkan kejadian malam itu di Malang.


"Trus apa Tar..?" cerita nya separo separo sih tanya venny.


"Truss... eeemmm.... dia meraba semua nya.. aku menikmati sentuhan nya... kecupan nya.. aahh... serasa hati ini ingin lebih dari itu waktu malam itu... tapi entah kenapa... situasi dan kondisi juga mendukung kegiatan kami malam itu... teruuussss.... eeemmm... kita sudah polos... teruuuus... eemmm... kita akhirnya melakukan nya... untukku yang pertama kali.." ucap Tari sambil mengunyah kedondong walaupun asem.


Vonny dan Venny hanya tertegun mendengar cerita Tari sambil membayangkan itu pada diri mereka sendiri... tanpa sadar air liur pun ikut ngeces.


"Astaga.. ya ampun Tari bikin kaget ajah sih.." ucap vonny akhir nya sadar dari lamunan nya.


"Hai sist... hello..." tanya Tari ke venny sambil menjentikkan jari nya di depan muka venny.


"Aahhh... iya ada apa sih?" jawab venny gelagapan.


"Udah mending kita lanjutin ajah ngerujak nya.." ucap vonny sambil mencolek sambel gula.


"Tapi Tar, waktu pertama melakukan nya... emm.. sakit gak?" tanya venny.

__ADS_1


"Yah sakitlah... aku sampe menjerit dan tuh seprai aku remas remas, rambut dia ajah aku jambakin.." jawab Tari menjelaskan.


"Ohhh okok jadi betul toh yang orang orang bilang.." ucap Vonny melanjutkan makan.


"Tapi setelah nya ada kenikmatan yang tidak bisa di ungkap dengan kata kata.. hehehe.." kata Tari sambil minum limun dingin.


Tari sedang membayangkan, disaat dia dan babang Keenan melakukan yang kedua ketiga keempat dan seterusnya... sambil senyum senyum sendiri.


"Sist... tapi jangan bilang siapa siapa yah ceritaku ini, cuma kalian ajah yang tau.." ucap Tari pada mereka.


"Siiyaaap 86..." jawab mereka berdua.


Lalu mereka melanjutkan ngrujak yang tinggal separo.. sambil bersenda gurau dan ngobrol ngalor ngidul.


Acara makan rujak mereka selesai begitupun dengan curhat curhatan mereka..


Lalu mereka bertiga ke ruang tv dan menonton drakor terbaru sambil santai.


Namun berbeda dengan Tari...


Matanya nonton drakor tapi pikiran nya ke babang Keenan.


"Sayang... kamu lagi apa?" isi chat Tari ke babang Keenan.

__ADS_1


__ADS_2