
Minggu pagi jam 8, supir mas Keenan sudah menjemput bu Ratih ke panti.
Setiba nya bu Ratih dirumah disambut oleh mas Keenan.
"Silahkan masuk bu.. Shinta didalam.." ucap mas Keenan mempersilahkan.
"Sayaang... kamu masih tidur?" tanya mas Keenan pelan.
"Gak mas, aku sudah bangun dari tadi koq.." jawab Shinta sangat pelan.
"Coba liat siapa yang datang?!" mas Keenan menunjuk ke arah pintu, disana bu Ratih berdiri.
"Ya Allah.. bu Ratih..." ucap Shinta sambil menangis, dan bu Ratih pun mendekat.
"Nak Shinta... kenapa gak ngabarin ibu nak kalo kamu sakit..?" ucap bu Ratih ikut menangis dan saling berpelukan dengan Shinta.
"Maaf bu... sebenarnya aku ingin memberi tau tapi aku takut merepotkan ibu.." jawab Shinta sambil tersenyum tipis.
"Ya Allah naak... ibu gak nyangka akan seperti ini.. ibu hanya bisa mendoakan saja.." ucap bu Ratih sambil mengusap pucuk kepala Shinta.
"Iya bu terima kasih banyak atas doanya.. bagaimana kabar ibu?" tanya Shinta.
"Alhamdulillah naak.. yah beginilah orang sudah tua.. tidak bisa kelelahan juga.." jawab bu Ratih.
"Anak anak di panti gimana bu?" tanya Shinta lagi.
__ADS_1
"Mereka semua baik baik saja naak.." jawab bu Ratih sambil mengelus tangan Shinta.
"Syukurlah...." ucap Shinta pelan.
Dan mereka berdua terlibat pembicaraan yang serius.. bla bla bla bla..
Tepat jam 12 siang bu Ratih di antar pulang oleh mas Keenan.. tidak lupa mas Keenan memberikan oleh oleh untuk anak anak di panti.
"Bu.. terima kasih banyak sudah menjenguk Shinta..dia pasti merasa terhibur, karena Shinta hanya sebatang kara, keluarga satu satunya hanyalah di panti.." ucap mas Keenan.
"Sama sama nak.. lebih seringlah menjaga Shinta, kamu jangan terlalu sibuk dulu..Shinta butuh kamu saat ini.." ucap bu Ratih.
"Iya bu.." jawab mas Keenan singkat.
Mas Keenan terdiam saat ini.. yah memang akhir akhir ini dia sangat sibuk dengan pekerjaan.
-----
Satu jam kemudian mas Keenan tiba di cafe, sementara aku sudah menunggu nya sekitar 30 menit yang lalu.
"Sayaang maaf yah terlambat, aku tadi habis mengantarkan bu Ratih pulang ke panti.." ucap mas Keenan sambil mengecup keningku lalu duduk di sebelahku
"Iya mas gak apa apa, aku juga lagi nulis novel ku mas.." ucapku santai.
"Mas mau pesen apa? tanyaku.
__ADS_1
"Seperti biasa ajah sayaang" ucapnya sambil menggenggam tanganku.
"Sekalian pesan makan siang kan sayaang? Aku lapar.." tanya mas Keenan.
"Iya aku pesankan seperti biasa.." ucap tari sambil tersenyum.
Selesai makan kami lanjut pembicaraan kami semalam.
"Jadi gimana sayaang? kapan kamu mau adakan acara pertunangan kita?" tanya mas Keenan.
"Sekarang bulan januari, bagaimana kalau akhir bulan ini mas, atau pas hari ultahku nanti ?" jawabku.
"Tanggal 25 januari, berarti 2 minggu lagi yah sayang.." ucap mas Keenan.
"Baiklah kalau begitu.." ucapnya lagi.
Akupun tersenyum senang.. dan memeluk nya.
"Sayaang... udah stop jangan cium cium bibir aku kayak gitu sayaaang..." ucap mas Keenan.
"Iya maaf... aku gemes sama kamu mas.." ucap ku sambil terkekeh.
Aku tetap terus menciuminya..
"Sayaaang... kalau kamu terus begini bisa menguji iman ku sayang..menguji imunku.. dan imron ku sayaaang..., kamu gak niy udah tegang?" ucap mas Keenan sambil menarik tanganku untuk menyentuh sesuatu yang bangun di bawah sana.
__ADS_1
"Hahaha... maafkan aku mass... akuuuu... eemmm... sengajaa..." ucapku sambil meraba nya dan menggodanya.