Aku Bukan Orang Ketiga

Aku Bukan Orang Ketiga
Bertemu keluarga


__ADS_3

Hari sabtu pagi semua sudah berkumpul dirumah tanteku.


Kami sedang menunggu kedatangan mas Keenan dan mbak Shinta.


Tepat jam 9 pagi mereka datang ke rumah tanteku.. mbak Shinta duduk di kursi roda dan di dorong oleh mas Keenan dan putri kecil nya berjalan berdampingan.. sementara baby sitter dan suster mengikuti dari belakang.


"Kalian sudah datang... masuklah.." ucapku sambil tersenyum.


eemm.. jawab mas Keenan singkat.


"Mari silahkan duduk..Keenan dan Shinta" ucap tanteku mempersilahkan.


Kami bertiga duduk berhadapan dengan mas Keenan dan istrinya..


Mas Keenan membuka pembicaraan..


"Jadi begini tante maksud kedatangan kami kesini... bla bla bla bla..." Mas Keenan menjelaskan.


Semua keluarga ku mendengarkan dengan seksama keinginan Shinta.


"Baiklah jika itu keinginan Shinta.. kami disini semua mengharapkan yang terbaik untuk kedepannya... tapi semuanya kami serahkan kepada Tari.." jawab mamaku.


"Bagaimana Tari..apakah kau bersedia? Dengan semua konsekuensinya? tanya tanteku.


"Ya... aku bersedia.." jawabku mantap dan tak ragu.


"Terima kasih tante dan terima kasih Tari , sudah mau memenuhi keinginan terakhirku" ucap mbak Shinta sambil tersenyum tipis.


Pertemuan di pagi itu berlangsung cukup hangat antara keluargaku... mas Keenan dan istrinya.


Sampai acara makan siang bersama..


Setelah itu mereka pulang, kami mengantarkan mas Keenan dan istrinya sampai mereka masuk ke dalam mobil.


Aku melihat mobil mas Keenan menjauh dan dan tak terlihat lagi, baru aku masuk kedalam.


"Ma... aku kekamar dulu yah.." ucapku datar.


"Eemm.. istirahatlah sayang.." ucap mamaku.

__ADS_1


Dikamar.. aku mengganti pakaian rumahan..mencuci muka.. dan langsung berbaring ditempat tidur.


Sambil mengingat perkataan mbak Shinta tadi pagi.. dia ingin aku dan mas Keenan bertunangan segera mungkin.


Aku dan mas Keenan akan mencari waktu yang pas untuk acara itu.


Lambat laun aku mengantuk dan mataku terpejam, akhirnya aku tertidur juga.


...,,,...


Aku menggeliat.. kubuka mataku perlahan, aku lihat jam di dinding ternyata sudah jam 5 sore.


Aku bergegas bangun dan mandi.


Malam harinya, mama ku dan tanteku bertanya lagi padaku tentang keputusanku itu.


Mamaku bilang.. apakah aku sudah siap menjadi seorang istri yang bersuami kan duda anak 1, apakah aku siap menjadi ibu sambung untuk putrinya, apakah aku siap menelan pil pahit kehidupan berumah tangga?


Akupun tanpa ragu ragu menjawab iya siap... (bukannya aahh siyaaap nya ata halilintar yah 🤣)


Keputusanku sudah mantab untuk hal ini.


Waktu menunjukkan sudah jam 9 malam..


Mas Keenan menelpon ku.. video call tepatnya..


"Sayang.. kamu lagi apa?" tanya mas Keenan.


"Aku baru saja selesai menulis novel ku mas.." jawabku sambil tersenyum tipis.


"Belum mau tidur khan?" tanya nya lagi.


"Belum mas.." jawabku singkat sambil terus menatap wajah nya yang rupawan.


"Besok kita ketemu yah pas waktu makan siang ditempat biasa?" tanya nya penuh harap.


"Ada apa mas?" jawabku belaga bego.


"Kita mau membicarakan untuk pertunangan kita sayyyaaaang..." ucap nya penuh penekanan.

__ADS_1


"Hehehe..iya iya.." jawabku sambil terkekeh.


"Mas lagi apa?" tanyaku.


"Diruang kerja masih menyelesaikan beberapa dokumen.." jawabnya menjelaskan.


"Oohh..jangan tidur terlalu malam yah, jaga kesehatan yah mas..." ucapku padanya.


"Iya saayang.." ucapnya mas Keenan sambil memberikan kecupan jarak jauh..


Aku pun melakukan hal yang sama padanya


"Mmmuuchhh...." balasku di depan kamera.


""Sayang sudah malam.. tidurlah.." ucap mas Keenan.


"Iya bentar lagi mas.. " jawabku pelan.


"Aku sudah selesai dengan pekerjaanku.." ucap mas Keenan sambil merapikan kertas keetas yang ada di meja dan menutup laptopnya.


"Baiklah aku tidur sekarang.." ucapku sambil menggeliatkan badanku.


"Selamat tidur sayang.." ucap mas Keenan.


"Selamat tidur mas.." jawabku juga.


"Jangan lupa besok siang yah?" tanya mas Keenan mengingatkan ku.


"Iya mas...aku gak akan lupa koq.." jawabku.


"Mimpikan aku yah sayaang.."


"Pasti mas...di setiap tidurku kamu selalu ada.." jawabku.


Mas Keenan pun tersenyum..


Kami mengakhiri percakapan kami selama kurleb 1,5 jam.


------

__ADS_1


Keenan udah gak sabar buat tunangan sama Tari.. udah kebelet pengen jadiin Tari miliknya yah maaassss????! 😬


Readers... tolong dikomen, di like, di vote juga yah... masih panjang niy episodenya...


__ADS_2