
Beberapa hari Tari terus berdiam diri hingga akhirnya Dina memberanikan diri untuk bertanya pada Tari. Tari menangis saat menceritakan apa yang telah terjadi antara dia dan Juna. Dina terus menenangkan sahabatnya itu dengan memeluknya erat.
Tak disangka disela-sela Tari curhat pada Dina tiba-tiba Juna menghubungi Tari lagi, mereka bercanda seperti biasanya lewat telepon, itu membuat hati Tari berbunga-bunga lagi. Kepedihan itu seketika menghilang, Tari tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Juna karena dia sungguh menutup rapat masalah pribadinya terhadap Tari. Tak berapa lama kemudian terdengar suara ibu kost mengetuk pintu kamar, Tari segera menutup teleponnya dan membukakan pintu kamar.
"Tari, Dina perkenalkan ini teman kost baru kalian, kamarnya ada di paling depan sana ya" ujar ibu kost dengan sangat ramah.
mereka segera memperkenalkan diri masing-masing,
"Hai, saya Tari" ucap Tari sembari tersenyum
"Hai, saya Dina" sahut Dina
__ADS_1
"Saya Nunung, saya berasal dari kota R, salam kenal ya" ucap Nunung
"Besok akan ada dua orang lagi yang datang, mereka juga dari kota R sama seperti Nunung, kalian yang akrab ya" ujar ibu kost.
"Iya bu," jawab mereka bersamaan, ibu kost segera berlalu, mereka segera memasuki kamar masing-masing.
Dina segera membereskan pakaian kotornya, ia akan segera mencuci baju. Begitu pula dengan Tari, mereka memang selalu melakukannya bersamaan. Tari mulai ceria lagi, kini Tari juga sudah tidak seaktif seperti dulu ketika bersosial media. Ia lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan cara membaca buku, dengan begitu dia ada kesibukan agar tidak merasa jenuh.
Mira adalah seorang gadis dari keluarga kaya raya, apapun yang dia inginkan pasti harus ada, dia terbiasa hidup dengan segala kemudahan sehingga membuat ia menjadi gadis yang keras kepala dan tidak mau mengalah, terkadang Juna juga merasa kewalahan menghadapi sifat Mira.
Semua berjalan seperti hari-hari biasanya, tidak begitu banyak yang diketahui Tari tentang Juna, ia bahkan belum tahu bahwa Juna akan segera menikah dengan Mira, meskipun setiap hari Tari dan Juna masih saling menghubungi lewat telepon tapi Juna sedikitpun tidak pernah mengabarkan hal itu kepada Tari.
__ADS_1
Sampai pada hari yang ditunggu-tunggu oleh Juna dan Mira akhirnya tiba, mereka segera melakukan persiapan pernikahan. Sudah dijadwalkan bahwa pernikahan akan dilangsungkan pada jam 7 malam. Juna begitu bahagia melihat calon pengantinnya berdandan di depan cermin. Dalam hati ia sudah membulatkan tekad bahwa Mira adalah pelabuhan cinta terakhirnya. Juna melihat jam di tangannya, waktu ini sudah hampir mendekati proses pernikahan. Diambilnya ponsel miliknya yang ada di saku bajunya, ia segera menghubungi seseorang.
Di lain tempat Tari sudah begitu ceria bersama teman-temannya di kost. Mereka bercanda sampai suasana menjadi berisik sekali. Tiba-tiba ponsel Tari berdering, dilihatnya perlahan ternyata Juna yang ingin menghubunginya. Tari segera mengangkatnya.
"Hallo, kak Juna, apa kabar?" tanya Tari
"Seperti inilah dek, luar biasa, aku baik-baik saja" jawab Juna
"Kak Juna sepertinya sangat senang malam ini?" tanya Tari dengan penasaran.
"Dek Tari, doain kakak ya.....Kakak sebentar lagi akan segera menikah, kakak mohon maaf tidak mengundang dek Tari, kakak cuma minta doa dari dek Tari saja..."ucap Juna
__ADS_1
Seketika itu Tari seakan tersambar petir, hatinya hancur tak karuan, dengan berat hati Tari berkata "Iya kak, Tari doain semoga kakak bahagia selamanya, maafin Tari, Tari sering menyusahkan kakak". Tari segera menutup teleponnya dan menangis sejadi-jadinya. Tari baru mengetahui hari ini bahwa inilah alasan sebenarnya mengapa Juna meminta untuk melupakannya.