
Tiga hari berlalu sejak Tari pulang kampung, rasanya begitu membosankan harus berdampingan dengan para serigala berbulu domba disini. Tari masih belum melupakan semua itu, rasa bencinya terhadap Fina masih begitu membara di hatinya. Bukan karena Tari masih mencintai Ardi, sama sekali bukan, tetapi karena benci dengan kemunafikan mereka. Andai saja mereka jujur dari awal, pasti tidak perlu terjadi pertunangan antara Ardi dan Tari.
Bukankah itu sangat memalukan bagi keluarga Tari, tentu saja itu yang membuat Tari begitu membenci Ardi dan Fina.
Sehari-hari Tari hanya mengurung diri di kamar karena tak ingin menjadi gunjingan para tetangga. Semua itu sudah cukup bagi Tari, ia tak ingin menambah beban pikiran orang tuanya lagi. Seperti biasa, Tari menghabiskan waktu dengan bersosial media. Tapi ada yang aneh menurutnya, Juna sepertinya tiga hari ini tidak pernah online. Sudah tiga hari ini juga tidak menghubunginya lewat telepon. Entah apa yang terjadi.
Tanpa terasa satu minggu telah berlalu, seperti sebelumnya, Juna tidak kunjung menghubunginya, tentu saja ia mulai khawatir. Tari mencoba menghubungi Juna lewat telepon, tapi tidak diangkat. "Apakah Juna sibuk bekerja?" pikir Tari.
Dua jam kemudian tiba-tiba Juna menghubungi Tari. Tari sangat senang dan segera mengangkat telepon Juna.
"Hallo kak Juna, apa kabar? apa kakak baik-baik saja?" tanya Tari cemas.
"Iya dek, aku baik-baik aja, Adek bagaimana kabarnya?" Juna kembali bertanya
__ADS_1
"Aku baik-baik saja kak, kenapa kakak tidak pernah online lagi? kakak juga tidak menghubungiku seperti biasanya, aku pikir kakak sakit" kata Tari
"Dek, tolong dengarkan kakak ya, tolong jangan menghubungi kakak lagi, tolong jangan cari kakak dan hapus nomor kakak ya, anggap adek nggak pernah kenal sama kakak" ujar Juna memohon
"Bagaimana kakak bisa bicara seperti itu? Memangnya apa yang salah dengan Tari kak? kenapa kakak harus seperti ini sama Tari?" tanya Tari sambil menangis
"Seperti inilah yang kakak khawatirkan, kenapa adek menangis???" tanya Juna kembali
Tari diam seribu bahasa, dia hanya bisa menangis.
"Kakak membenciku?? Baiklah, anggap saja kakak tidak paham perasaanku saat ini, tapi bisakah kakak tidak menyuruhku untuk berhenti berteman denganmu kak?" ucap Tari sambil terus menangis
"Ini semua akan menyakiti perasaanmu sendiri dek" ucap Juna
__ADS_1
"Tidak kak, aku tidak akan berharap apapun dari kakak, tapi jangan menganggap bahwa kakak tidak pernah mengenalku selama ini. Biarkan aku tetap mengenalmu sebagai saudaraku" pinta Tari
"Baiklah, tapi aku takut adek akan sakit hati padaku" ucap Juna
"Tidak kak, percayalah" ucap Tari
Semua ini begitu menyakiti hati Tari, tapi ia masih bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi pada Juna hingga ia melontarkan kata-kata seperti itu. Matanya begitu sembab, ia mencoba menenangkan perasaannya dengan bersosial media lagi. Tetapi semua itu percuma, Tari tak bisa fokus. Hatinya begitu terguncang kali ini. Ya, ternyata Tari memang benar-benar telah jatuh cinta pada Juna dalam waktu sesingkat itu. Dan Juna kenapa dia begitu peka, dia sangat memahami perasaan Tari. Sebenarnya lelaki seperti inilah yang diharapkan oleh Tari, tapi mengapa Juna tiba-tiba bersikap seperti itu padanya.
Malam ini Tari tak bisa tidur, begitu pula dengan Juna. Sebenarnya semenjak pertemuan mereka yang tak disengaja di jalan Diponegoro itu Juna benar-benar telah terpesona dengan Tari. Tapi sudah tak mungkin bagi Juna untuk memiliki hubungan dengan Tari. Juna sebenarnya telah bertunangan dengan seorang gadis yang bernama Mira, dan beberapa hari lagi akan segera melangsungkan pernikahan.
Selama ini Juna hanya menganggap Tari sebagai adiknya, karena Juna juga memiliki adik perempuan yang sifatnya sangat mirip dengan Tari. Juna hanya ingin menghibur Tari yang sedang mengalami kesedihan. Tapi sedikit banyak perasaan Juna pun akhirnya terpengaruh. Juna juga mulai menyukai Tari, mulai dari wajahnya yang cantik, gaya penampilannya, kelembutannya, suaranya, kebodohannya, kepolosannya, dan sifat manja Tari yang selalu membuat Juna ingin menghubungi Tari lagi dan lagi.
Tapi bukankah Juna adalah orang yang bertanggungjawab? Tentu saja, sehingga selama satu minggu ia berusaha melupakan Tari dan melanjutkan hubungannya dengan Mira yang sudah hampir menuju pelaminan. Juna selalu sadar bahwa apa yang dilakukannya pasti akan menyakiti orang lain, untuk itu ia berusaha meluruskan keadaan yang seharusnya sebelum semuanya menjadi semakin rumit dan sebelum Mira mengetahui semuanya karena Juna pun masih mencintai Mira dihatinya. Semua itu tak bisa Juna hindari, semua membutuhkan penyelesaian, dan itu adalah cara terbaik menurut Juna, mengembalikan semua di posisi awalnya.
__ADS_1
Beberapa hari berlalu, Tari sudah kembali ke rumah kostnya di kota T. Semuanya begitu sepi seperti sebelumnya, tidak ada Tari yang tertawa manis, tidak ada kegaduhan Dina dan kawan-kawan yang selalu usil menggoda Tari. Tari begitu pendiam dan murung sekembalinya dari pulang kampung. Dina tak berani mengganggu Tari sama sekali karena Dina berpikir semua ini ada hubungannya dengan keluarga Tari dan gagalnya hubungan Ardi dan Tari. Mereka hanya bisa menebak-nebak karena Tari belum menceritakan apapun pada mereka.