Aku Bukan Orang Ketiga

Aku Bukan Orang Ketiga
Masih butuh vitamin


__ADS_3

"Sayyaang...aakkhh...sudah cuukup.." ucap Tari dengan tubuh yang menegang karena kli- maks untuk yang kedua kalinya.


Keenan tidak bergeming tetap menghisap dan bermain disana..dan membersihkan sisa sisa cairan kenikmatan yang Keenan bilang adalah vitamin untuknya.


Dengan nafas yang tak beraturan Tari hanya menatap Keenan yang masih berada dibawah sana.


"Sayaang ini nikmat sekali..." ucap Keenan sambil menggigit kecil kacang kenariku dan sesekali menghisap nya.


Aku sudah pasrah dengan apa yang dia perbuat saat ini dan aku hanya bisa menikmatinya saja.


Lanjuuuut.....


Dia memberikan ku waktu sejenak untuk mengatur nafasku yang tidak beraturan sembari dia membuka seluruh pakaian nya dan juga yang aku kenakan.


Yaaah..polooos lagi dah..


Dengan si otong nya yang sudah tegak berdiri bagai tiang listrik yang tinggi menjulang... dia langsung menyatukan tubuhnya dengan ku...


Dengan gerakan yang berirama...


Dan selanjutnya readers bisa bayangkan sendiri saja menurut versi masing masing... hehehe...


Sampai 3 ronde akhirnya kamipun kelelahan dan tidur dalam satu selimut yang sama.


Tengah malam Tari terbangun... membuka matanya perlahan dan melihat ke samping, menatap Keenan yang tertidur pulas..

__ADS_1


Tari hanya tersenyum..lalu memeluk Keenan dan mencari kenyamanan disana.


Tari pun benar benar terbangun disaat tidurnya sudah cukup walaupun pinggang nya masih sedikit pegal karena semalam..


Sudah jam 5 subuh ternyata..


Tari bergerak perlahan takut membangunkan Keenan.. tapi apa daya Keenan menahan Tari untuk tidak beranjak dari ranjang, padahal Keenan sudah bangun dari tadi..hanya pura pura memenjamkan mata saja.


"Sayang... kau mau kemana?" tanya Keenan dengan seraknya.


"Tidak kemana mana, hanya ingin bangun saja.." ucap Tari sambil mengusap pipi Keenan.


Keenan pun langsung memeluk Tari dan menciumi lehernya.. tangan nyapun tidak tinggal diam..dia meraba meremas di tempat yang seharusnya... hehehe..


menikmati setiap sentuhan dan ciuman yang Keenan berikan..


Lalu di dalam balik selimut Keenan terus turun ke bawah dan bawah...


Membuka nya dan menghirup nya dalam dalam..


kemudian menyentuhnya... menjilat nya..menghisapnya..


Ya ampun Keenan... baru juga melek mata..


si Tari nya jadi merem melek deh.. hehehe

__ADS_1


Selanjutnya serangan fajarpun terjadi...


bukan dengan suara senpi yang menggelegar tapi dengan suara ******* ******* nikmat...


Keringatpun bercucuran bukan karena berlarian melawan musuh tapi bercucuran keringat karena aktifitas turun naik..keluar masuk dan maju mundur...


Readers bayangkan saja sendiri aktifitas seperti apa yang mereka lakukan.. 😰


Sampai jam 8 pagi mereka baru selasai melakukan aktifitas senam paginya.


Dan bangunpun bersama.


Masih posisi di ranjang... masih dalam selimut yang sama yang pasti bukan selimut tetangga... 🤪


Keenan dan Taripun membersihkan diri masing masing kemudian b'fast bersama dan segera check out.


Karena siang ini keluarga Keenan datang dari australia, dan Keenan akan menjemput mereka dari bandara.


Dalam perjalanan pulang..


"Sayang... terima kasih telah menemaniku semalam..aku sudah sembuh sekarang..sudah fit lagi.." ucap Keenan sambil mengecup tangan Tari.


"Iya sama sama, tapi kamu tuh bukannya sakit mas, kamu tuh lagi mupeng.." jawab Tari sedikit kesal.


Karena kenyataan nya Keenan sembuh dari sakit tapi Tari yang sekarang sakit, gimana gak sakit semalaman sampai tadi serangan fajar, pinggang pegal semua, badan terasa remuk.. yah walaupun Tari juga menikmatinya... ☺️

__ADS_1


__ADS_2