Aku Bukan Orang Ketiga

Aku Bukan Orang Ketiga
Bab 5 : Aku berharap kau selalu bahagia


__ADS_3

Malam itu di kediaman Mira telah berlangsung pesta pernikahan yang sangat meriah. Semua teman akrab Juna dan Mira datang menghadiri pesta itu. Semua yang hadir ikut berbahagia atas pernikahan mereka. Jauh di kota T, Tari hanya bisa merenung, dia terdiam seribu bahasa merasakan semua yang telah terjadi.


Hari-hari berlalu, apa yang diharapkan Tari memang dikabulkan semua oleh Juna. Juna tetap sering menghubungi Tari, dia menganggap Tari seperti adiknya sendiri. Tapi bagaimana tanggapan Tari? Tentu saja masih sangat mencintainya meskipun dengan perasaan yang tertutupi. Tari hanya berharap ia bisa melihat Juna berbahagia dengan istri tercintanya. Karena sudah sangat tidak mungkin baginya untuk bersama Juna.


Suatu hari Tari jatuh sakit, badannya demam tinggi selama dua hari. Saat Juna mendapat kabar ia langsung datang untuk menjenguk Tari.  Dia datang bersama istrinya. Mira adalah wanita yang cantik, penampilannya terlihat mewah. Dari penampilannya sudah terlihat bahwa dia berasal dari keluarga berada. Dari tegur sapanya tidak bisa ditutupi bahwa dia memiliki sifat yang angkuh.


Tak berapa lama Mira bisa melihat ada yang tidak beres dengan sikap Tari terhadap Juna, ia menduga bahwa Juna dan Tari pernah memiliki hubungan khusus. Nada bicaranya semakin lama semakin ketus, tentu saja Juna segera menangkap sinyal kecemburuan pada istrinya tersebut. Mereka segera berpamitan untuk pulang. Di tengah perjalanan pulang mereka bertengkar hebat.


"Mas Juna, kamu suka ya sama gadis kampung itu?" tanya Mira


"Siapa?'' Juna berbalik tanya


"Siapa lagi kalo bukan Tari," jawab Mira


"Kata siapa?" Juna kembali bertanya

__ADS_1


"Aku lihat sendiri" jawab Mira dengan nada tinggi


"Itu tidak benar," sahut Juna


"Aku ini bukan anak kecil yang bisa kamu bodohi Mas, aku sekarang mengerti kenapa kamu nggak mau tinggal dirumahku, kamu ngotot tinggal di kota ini supaya leluasa untuk bertemu dengan Tari" ucap Mira dengan marah


"Ini tak ada hubungannya dengan Tari, kamu jangan sembarangan mengaitkan masalah yang sama sekali tak ada hubungannya." ucap Juna


"Bohong" kata Mira sambil menangis


"Aku hanya berbicara kenyataan" sambung Mira


Malam itu pertengkaran terus berlanjut hingga mereka sampai dirumah. bahkan sampai larut malam Mira masih terus mengungkit hal itu, tentu saja mereka akhirnya tidur terpisah untuk menenangkan diri masing-masing. Juna sebenarnya tak ingin masalah ini terus berlarut, dia cukup paham bahwa istrinya merasa cemburu pada Tari. Tapi Juna sepertinya tidak mampu menenangkan amarah Mira malam itu.


Di tempat kost, Tari saling curhat dengan Dina. Kali ini Dina mengalami patah hati, Ham kekasih Dina yang sering berkunjung ke tempat kost ini juga ternyata menghianati Dina. Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba Ham memutuskan hubungan dengan Dina dan tiga hari kemudian Ham mengadakan pesta pertunangan dengan kekasih barunya, sungguh tragis kisah cinta Tari dan Dina, kini mereka senasib seperjuangan. Mereka saling bertukar cerita kesedihan. Ternyata malam ini sungguh malam yang kelam.

__ADS_1


Pagi harinya Tari berangkat ke kampus, di tengah perjalanan ia berjumpa dengan Dani. Dani menawarkan tumpangan untuknya, karena mereka memang berada di kelas yang sama maka Tari menerima tawaran itu. Sebenarnya semua orang pun tahu bahwa Dani teramat menyukai Tari, tapi Tari memang tak pernah bisa menerima perasaan Dani. Tari hanya menganggap Dani sebagai teman dan tidak lebih.


"Tari, aku dengar pertunanganmu telah dibatalkan, apa itu benar?" Dani bertanya sambil berjalan keluar halaman parkir kampus.


"Itu sudah lama, kamu tahu darimana?" tanya Tari


"Tahu darimana itu tidak terlalu penting" jawab Dani


Mereka terus berjalan menuju kelas, tetapi Dani tiba-tiba berhenti.


"Tari, apa kamu benar-benar tidak ingin memberikan aku sedikit kesempatan untuk memiliki hatimu?" Dani melanjutkan kata-katanya " kenapa kamu lebih memilih lelaki yang sudah beristri, kamu berharap terlalu banyak darinya, sedangkan aku disini bisa memberikan apa yang kamu inginkan dan menjaga kamu dengan baik." ucap Dani.


"Dani, kamu salah. Tolong mengertilah. Sesuatu yang dipaksakan itu tidak akan baik pada akhirnya." jawab Tari.


Mereka kemudian segera memasuki kelas. Rasanya waktu berputar lebih lambat,Tari merasa kurang nyaman duduk disebelah Dani, ingin rasanya ia keluar kelas, tapi tidak bisa. Akhirnya yang ditunggu telah tiba, waktunya pulang. Dani ingin sekali lagi mengantarkan Tari pulang ke kost tapi Tari menolak karena tidak ingin memberikan harapan yang lebih untuk Dani.

__ADS_1


Sementara dilain sisi, Juna selalu bertengkar dengan istrinya melalui telepon. Mira tidak betah tinggal dirumah Juna karena menurutnya kota T tidak seperti kota kelahirannya yang begitu ramai. Dan yang paling sulit baginya adalah tidak ada asisten rumah tangga di rumah Juna, ia merasa keberatan karena memang tidak terbiasa melakukan pekerjaan rumah, itu yang membuatnya tidak betah dan pulang kerumah orang tuanya di kota S. Tentu saja Juna tidak bisa menerima sikap istrinya yang seperti itu, ia berharap istrinya bisa sedikit mandiri dan menjadi ibu rumah tangga yang baik. Perbedaan pendapat itulah yang membuat hubungan mereka semakin renggang.


__ADS_2