Aku Bukan Orang Ketiga

Aku Bukan Orang Ketiga
Bab 13 : Aku dijodohkan


__ADS_3

Sudah satu jam berlalu sejak kedatangan para tamu di rumah Tari, mereka masih santai dengan perbincangan yang Tari sendiri kurang tertarik dengan topik pembicaraan yang sedang dibahas. Tak berapa lama salah seorang dari tamu tersebut memanggil ibu Tari. Tiba-tiba suasana menjadi sangat hening, salah seorang tamu akhirnya mengawali pembicaraan yang serius.


Dari pembicaraan tersebut Tari akhirnya mengetahui bahwa mereka adalah keluarga pak Handoko, teman dari ayahnya Tari. Kedatangan keluarga pak Handoko kerumah mereka sebenarnya dengan maksud melamar Tari untuk putra semata wayang mereka yakni Prasetyo. Tari kaget bukan main, karena tak satupun keluarganya yang pernah menyinggung masalah perjodohan ini. Ibu dan ayahnya pun tak pernah meminta persetujuan darinya sama sekali. Sejak tadi ia hanya terdiam seribu bahasa. Semakin lama perbincangan itu semakin menyebalkan baginya, tanpa berkata apapun Tari segera masuk ke dalam kamarnya. Ibu dan neneknya pun segera menyusul.


"Tari, tunggu" ucap ibunya sambil membuka pintu kamar


"Ibu, apa maksud semua ini?" tanya Tari


"Tari, ini semua demi kebaikanmu nak" jawab ibunya


"Untuk kebaikanku? Mengapa masalah sebesar ini ibu tidak berbicara padaku dulu?" tanya Tari dengan penuh kemarahan


Ibunya terdiam tak bisa menjawab sepatah kata pun.


"Tari, kamu tak usah mempertanyakan seperti itu pada orang tuamu, yang pasti mereka semua mengharapkan yang terbaik untuk kamu" ucap neneknya


"Nenek, aku hidup di jaman modern, sudah bukan waktunya lagi untuk di jodoh-jodohkan seperti orang jaman dulu, aku tidak mau" ucap Tari


"Tari, Pras itu anak yang baik, dia sangat ramah. Dia sangat menyukaimu" ucap ibunya


"Menyukai aku? Ibu jangan bohong lagi sama aku, aku dan Prasetyo sama sekali tidak pernah bertatap muka, kami tidak kenal, bagaimana bisa ibu berkata bahwa Pras menyukai aku" ucap Tari


"Dia pernah melihatmu saat berada di pesta pernikahan sepupumu setahun yang lalu. Dan setelah mendengar bahwa kamu membatalkan pertunangan dengan Ardi, dia meminta keluarganya untuk melamarmu" ucap ibunya


"Tapi Bu, mengapa Ayah dan Ibu tidak pernah meminta persetujuanku sama sekali? Apa aku ini gadis yang tidak laku sehingga harus dijodoh-jodohkan?" ucap Tari


"Nak, sudahlah. Jangan menolak lamaran ini, sudah cukup ayah dan ibumu merasakan malu atas kegagalan pertunanganmu dengan Ardi, jangan sampai mereka merasakannya untuk yang kedua kalinya." ucap Nenek


"Jadi Nenek menyalahkan aku?" tanya Tari


"Bukan seperti itu" jawab Nenek


"Nek, apa Nenek tidak paham, siapa yang telah berbuat salah selama ini? Mengapa Nenek melempar semua kesalahan mereka padaku?" ucap Tari sambil menangis


"Bukan seperti itu Nak" ucap Nenek

__ADS_1


"Fina dan Ardi, salahkan saja mereka. Merekalah yang menari di atas penderitaanku selama ini" ucap Tari


"Tari, ibu mohon mengertilah" ucap ibunya


"Sudahlah, aku ingin di kamar sendirian. Dan tolong beritahu ayah bahwa aku tak mau dijodohkan" ucap Tari


Ibu dan neneknya segera keluar dari kamar, mereka kembali menuju ruang tamu. Lama sekali perbincangan serius itu berlanjut hingga akhirnya keluarga Tari tetap menerima lamaran dari keluarga pak Handoko meskipun Tari sama sekali tidak menyetujuinya. Tanpa berpikir panjang Tari segera mengambil tasnya, ia berjalan mengendap-endap agar tak ada orang yang melihatnya, ia segera keluar rumah melewati pintu belakang.


Tak ada yang menyadari kepergian Tari dari rumahnya, kecuali Prasetyo. Pras tak sengaja melihat Tari keluar dari pintu belakang saat ia sedang menerima telepon dan berjalan keluar karena di dalam terlalu berisik. Ia terus mengamati kepergian Tari dari kejauhan, ia hanya tersenyum melihatnya.


Tari berjalan semakin jauh, Pras segera masuk ke dalam rumah Tari dan mengambil kunci mobil. Ia berpamitan pada keluarga untuk keluar sebentar karena ada hal yang mendesak, dan mereka mengijinkannya. Ia segera memacu mobilnya untuk mengejar Tari. Tak berapa lama ia melihat Tari yang sedang berjalan terburu-buru. Ia segera mengarahkan mobilnya untuk parkir di pinggir jalan.


"Tari..." Pras memanggil


Alangkah terkejutnya Tari saat melihat Pras sudah ada di depannya. Ia tak bisa berkata apapun. Seketika ia berhenti dan Pras pun menghampirinya.


"Tari, kamu mau kemana?" tanya Pras


"Apa urusanmu?" Tari berbalik bertanya


Tari hanya terdiam


"Kamu ingin kabur?" tanya Pras, ia segera melanjutkan kata-katanya "Jika kamu menolak perjodohan ini, aku tak masalah" ucap Pras


"Benarkah? Bagus sekali, terimakasih kamu mau mengerti" ucap Tari


"Aku tak masalah jika kamu menolak, tapi aku harap kamu mau memberikan waktu untuk kita saling mengenal lebih dekat lagi" ucap Pras


Tari terdiam


"Tari..." ucap Pras


"Maafkan aku Pras, aku mencintai orang lain" ucap Tari


"Aku tak masalah Tari, aku tahu kamu masih mencintai Ardi kan?" tanya Pras

__ADS_1


"Bukan" ucap Tari


"Ya sudah, biar saja, entah siapapun itu yang kamu cintai aku tak peduli Tari, aku mohon berikan sedikit waktu" ucap Pras


"Aku tak bisa" ucap Tari


"Baiklah Tari, jika seiring berjalannya waktu kamu tetap tidak bisa mencintaiku, maka aku akan rela kamu menolak perjodohan ini" ucap Pras


Tari terdiam, ia berpikir sejenak.


"Baiklah" ucap Tari pelan


"Kamu setuju?" tanya Pras memastikan


Tari hanya mengangguk.


"Kamu mau kemana? Aku akan mengantarmu" ucap Pras


"Tidak usah. Kamu kembalilah, aku akan pulang ke tempat kostku" ucap Tari


"Aku bisa mengantarmu, ini sudah malam" ucap Pras


"Tidak perlu" ucap Tari meyakinkan


"Kamu yakin tidak mau kuantar?" tanya Pras


"Iya, kalau orang tuaku mencariku bilang saja kalau aku harus kembali ke kost karena besok pagi ada ujian" jawab Tari


"Baiklah, kamu hati-hati dijalan" ucap Pras


"Terimakasih" ucap Tari


Tari segera pergi, begitupun Pras segera kembali ke rumah Tari. Tari segera mencari bus agar tidak terlalu malam ketika sampai di kost. Di perjalanan Tari hanya terdiam memikirkan nasib dirinya yang semakin hari terasa semakin rumit. "Oh Tuhan, aku harus bagaimana?" gumamnya dalam hati. Malam semakin gelap, Bus yang ia tumpangi telah tiba di terminal, ia segera turun.


 

__ADS_1


 


__ADS_2