
Pagi ini Tari dan Dina tidak ada jam di kampus, Dina tampak begitu sibuk menata penampilannya di depan cermin. Tari hanya memandanginya sambil tiduran di kasur. Dina tampak sedikit berbeda dibanding hari biasanya yang selalu tampil seadanya. Tari merasa heran dengan perilaku sahabatnya itu.
"Mau kemana Din, bukannya libur ya hari ini?" tanya Tari
"Ada deh pokoknya" jawab Dina singkat
"Ihh....sekarang kayak gitu ya kamu'' ucap Tari sedikit ketus
"Ssst.......jangan bilang siapa-siapa aku mau jalan sama mantan" ujar Dina dengan suara pelan
"Hah, mantan? si Ham brengsek itu ya?" tanya Tari
"Ya enggak lah Tar, emang mantan gue cuma si Ham, kan enggak. Aku jalan sama Redy" jawab Dina
"Redy? siapa tuh, kamu gak pernah cerita ke aku sebelumnya" ujar Tari
" ntar aku ceritain, adek kecil bobok aja di kamar tungguin kakak pulang ya, nanti kalo ibuk kost ato temen-temen nyariin aku bilang aja kalo aku ada acara reuni sama teman SMA" kata Dina
"Gak mau, aku disuruh bohong ya? emang ntar pulangnya aku dibawain apa? hihihi...." Tari menggoda.
"Spesial kesukaan kamu, martabak telor pake daging yang banyak" ucap Dina pelan
"Bener nih? iya deh, tapi ini pasti ada acara rahasia ya makanya kamu berani nyuap aku pake martabak telor spesial" ucap Tari
"Sudahlah, ntar aku ceritain pokoknya nurut aja, aku brangkat dulu ya udah ditungguin di luar" ucap Dina
__ADS_1
Tari segera berdiri dan berlari mengikuti Dina dari belakang, ternyata Dina menghampiri seorang laki-laki bertubuh tinggi besar yang sedang berdiri di samping mobil putih di seberang jalan depan kost. Ia tak pernah melihat laki-laki itu sebelumnya, Dina pun tak pernah bercerita apapun tentang laki-laki bernama Redy. Kemudian ia segera kembali menuju kamarnya. Saat ia menuju kamar, Tari melihat Nunung sedang membersihkan kamar sendirian. Tari segera menghampirinya.
"Hai Nung, kamu sedang apa? Beresin buku ya?" ucap Tari bertanya.
"Iya Tar, kamu dari mana kok sendirian, Dina mana? ayo sini masuk" ucap Nunung
"aku habis nganter Dina keluar" ucap Tari
"Dina mau kemana?" tanya Nunung
"Nggak tau, katanya sih mau pergi reuni" jawab Tari
"Eh, kamu udah ketemu sama anak kamar sebelah? Kemaren udah datang sih, tapi kayaknya cuma nganter barang-barangnya aja, aku belom lihat dia lagi sampe hari ini." ujar Nunung
Mereka berbincang-bincang sampai tak terasa sudah siang, Tari segera kembali ke kamarnya. Sesampai di kamar ia langsung berbaring di kasur, nampaknya ia sangat bosan di kamar sendirian. Ia berusaha mencari kesibukan dengan membaca novel yang bertumpuk di pojok kamar milik Dina.
Sementara itu, Juna masih tetap tidak ada perubahan, hubungannya dengan Mira masih terasa panas. Mira pun masih belum mau mengalah, berharap Juna akan menyusulnya di kota S dan ikut tinggal disana. Masalah ini membuat Juna sedikit stress. Terkadang ketika merasa bosan ia menghubungi Tari lewat telepon. Percakapan dengan Tari membuat dirinya melupakan masalah rumah tangganya. Tapi ia tak pernah sekalipun bercerita kepada Tari tentang gejolak rumah tangganya yang setiap hari semakin memanas.
Hari sudah malam tapi Dina belum juga pulang. Tari segera melihat jam, ternyata sudah pukul 9 malam. Ia sedikit khawatir dengan sahabatnya, dan berusaha telepon tapi tidak kunjung diangkat. Tari menunggu di depan kost, tidak ada tanda-tanda Dina pulang.
" Kemana aja sih bocah ini, bikin cemas aja" gumam Tari.
"Kamu sedang apa Tar?" tanya Nunung tiba-tiba
"Ah kamu Nung, ngagetin aja" jawab Tari
__ADS_1
"Dina belum pulang Nung, aku khawatir ada apa-apa sama dia" ucap Tari melanjutkan
"Sejak pagi tadi sampai malam begini belum pulang ya?" tanya Nunung
"Iya, aku telpon juga gak diangkat" jawab Tari
Tiba-tiba terdengar suara motor datang, ternyata Rima dan Ajeng pulang berbelanja kebutuhan bulanan mereka. Mereka membawa banyak barang belanjaan sampai kesusahan untuk turun dari motor. Nunung dan Tari segera menghampiri mereka dan membantu memasukkan barang-barang tersebut di kamar.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil datang, Tari segera berlari keluar, dan ternyata benar itu memang Dina. Dina berbincang sebentar dengan lelaki itu, kemudian lelaki itu segera memacu mobilnya pergi meninggalkan Dina. Dina terlihat sangat senang dan tersenyum sendiri. Melihat perilaku sahabatnya itu Tari semakin heran, ia begitu penasaran kepada Dina.
"Halo adek kecil, ini aku bawain kesukaan kamu martabak telor spesial" ujar Dina sambil menyuguhkan sekotak martabak telor yang masih hangat.
"Wah....beneran nih, makasih kakak tersayang. Gak sia-sia nih aku bohong sama temen-temen" ucap Tari sambil segera menyantap makanan kesukaannya itu. "Eh kamu bikin dosaku nambah aja, darimana aja kamu Din, jam segini baru pulang?" tanya Tari
"Aku seneng banget hari ini, aku jalan-jalan ke tempat wisata di kota S sama dia" jawab Dina
" Ke kota S? pantesan aja jam segini baru pulang. Itu cowok siapa sih, tampangnya kayak om-om gitu" tanya Tari
"Kan udah aku kasih tau siapa dia" jawab Dina sambil senyum-senyum sendiri
"Jadi cuma itu aja yang mau kamu kasih tau ke aku?" ucap Tari
"Sementara itu aja, kapan-kapan aku kasih tau deh, pokoknya hari ini aku seneng banget, gak bisa cerita apa-apa lagi" ucap Dina sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
Malam ini mereka tidak terlalu banyak ngobrol seperti biasanya. Dina segera tertidur setelah selesai mandi, ia begitu kelelahan seharian pergi bersama lelaki itu. Setelah menghabiskan makanan kesukaannya Tari juga segera beristirahat karena malam semakin larut.
__ADS_1