
Sejak berangkat ke kampus Pras selalu mengikuti Tari kemanapun dia pergi, termasuk mengikuti jam kuliah. Pras menyelinap duduk diantara mahasiswa yang mengikuti kuliah pagi itu. Panas semakin terik, jam kuliah telah berakhir. Tari tak ingin berlama-lama di kampus, ia segera berjalan pulang. Di tengah perjalanan Pras mencoba mengajaknya bicara, tapi ia sama sekali tak menggubris semua pembicaraan Pras. Pras tetap setia mendampingi di belakangnya, tetapi tiba-tiba langkah Tari terhenti ketika melihat seseorang yang ia kenal.
"Dina!" ucap Tari pelan
"Siapa?" tanya Pras
"Eh, ssttt......jangan keras-keras ngomongnya" Tari spontan membekap mulut Pras. Ia segera menarik tangan Pras untuk masuk ke sebuah toko buku yang tak jauh dari tempatnya berdiri tadi.
"Sudah diam disini saja!" Tari memerintah Pras dengan seenaknya
"Ada apa sih?" tanya Pras penasaran,
"Sudah, diam saja disini, jangan berisik" ucap Tari sambil mengintip Dina dari toko buku
Rupanya Dina sedang bertengkar dengan seorang perempuan yang usianya terlihat lebih tua darinya. Entah apa yang diributkan, di luar terlalu berisik dengan suara kendaraan yang berlalu lalang sehingga suara mereka tidak begitu jelas terdengar. Tak berapa lama terlihat mobil milik Redy berhenti disana. Redy keluar dari mobil, wanita itu tampak semakin ganas berusaha menyerang Dina. Redy segera melerai mereka, tak diduga Redy menarik wanita itu dan membawanya masuk kedalam mobil.
Pras yang sedari tadi berdiri disamping Tari mulai paham dengan apa yang diamati oleh gadis pujaannya tersebut. Ia tak paham apa yang sedang terjadi tapi ia ikut memperhatikan pertengkaran antara Dina dan perempuan tersebut. Dina terlihat menangis, kali ini tampak Redy dan Dina sedang berdebat. Dina kemudian berjalan pergi tetapi Redy menahan tangannya, Dina segera menampar Redy dengan keras dan ia segera berlari menjauh sambil menangis. Mobil Redy pun segera meninggalkan tempat itu.
"Itu bukannya cewek yang tadi pagi ya?" tanya Pras
"Iya" jawab Tari singkat
"Dia kenapa?" tanya Pras
"Mana ku tahu" jawab Tari sambil berlalu meninggalkan Pras.
Tari segera keluar dari toko buku tersebut dan melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda. Sepuluh menit kemudian ia telah sampai di kost bersama dengan Pras. Ia segera masuk tanpa menghiraukan Pras sama sekali. Pras kemudian duduk di depan kost sendirian. Tak lama kemudian Nunung keluar untuk membuang sampah, ia melihat Pras duduk sendirian di depan kost. Nunung heran mengapa Tari mengabaikan Pras di depan kost sendirian sedangkan dia malah bercanda dengan Rima di kamarnya. Nunung kemudian menyapa dan mengobrol bersama Pras. Tari yang mendengar suara Nunung dan Pras tertawa segera keluar kamar untuk melihatnya.
"Hei, kamu ngapain sih masih disini?" tegur Tari pada Pras
"Aku? Aku sedang berbicara sama mbak cantik ini" ucap Pras menggoda Tari
"Jangan cemburu loh Tar, ntar cepet tua" ucap Nunung meledeknya
Tari hanya terdiam memandang Pras dengan tatapan yang tak menyenangkan, ia segera berbalik untuk masuk kedalam lagi, tapi Pras memegang pergelangan tangannya. Pras bisa membaca kalau Tari sedang marah dengannya. Ia mencoba menenangkan emosi Tari dengan cara menggodanya.
__ADS_1
"Kamu marah sama aku?" tanya Pras
"Enggak" jawab Tari ketus
"Aku akan pergi dari sini bila kamu yang meminta" ucap Pras
"Pergi aja, Kenapa tidak pergi dari tadi" ucap Tari
"Bukannya kamu yang membiarkan aku terus disini? Kamu suka kalau aku ada di dekat kamu terus kan?" goda Pras
"Udah deh pulang sana" ucap Tari sambil menarik tangan Pras untuk segera berdiri
"Tuh kan, kamu seneng banget deh pegangan tangan aku" goda Pras lagi
"Sanaaa..." ucap Tari sambil mendorong punggung Pras dengan kedua tangannya agar Pras segera pergi.
"Iya deh, aku pergi. Tapi kamu jangan kangen sama aku loh ya" ucap Pras sambil tersenyum menggoda
"Ih, ngapain aku kangen sama kamu" ucap Tari
"Udah, pulanggg. Cepet pergi" ucap Tari
Nunung hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua. Pras segera masuk ke mobil yang sedari tadi sempat ia tinggalkan begitu saja di depan kost Tari. Ia membuka jendela mobilnya dan berpamitan untuk pulang, Tari hanya diam memandangnya dan tak menyahut sama sekali. Perlahan mobil itu berjalan menjauh, Tari tetap memandangnya sampai mobil itu tak terlihat sama sekali. Ia segera masuk kembali ke kamar, begitu juga dengan Nunung.
Hampir setengah jam berlalu sejak kepergian Pras, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar. Dina segera membukanya, ternyata Lita sedang mencari Tari. Lita mengatakan bahwa di luar ada seorang lelaki yang ingin bertemu dengan Tari. Tari yang sedang menata bunga di vas segera menghentikan aktivitasnya dan bergegas keluar, sesaat setelah sampai di pintu ia begitu terkejut karena ternyata Pras kembali lagi.
"Kamu? Ngapain lagi sih balik kesini?" tanya Tari
"Aku cuma mau nganterin ini buat kamu sama teman-teman" ucap Pras sambil menyodorkan dua tas plastik besar
berisi beberapa kotak.
"Apa ini?" tanya Tari keheranan
"Itu makanan, aku tahu kamu belum makan siang kan" ucap Pras
__ADS_1
"Makasih" ucap Tari pelan sambil menerima bingkisan tersebut
"Aku pulang dulu ya, kamu jaga diri baik-baik ya. Kalau butuh sesuatu hubungi saja aku, aku akan berusaha kesini
untuk kamu" ucap Pras
"Rumah kamu jauh, butuh waktu dua jam untuk kamu sampai kesini" ucap Tari
"Tidak akan terasa jauh kalau untuk bertemu seorang wanita yang aku cintai" ucap Pras, ia segera berbalik untuk pergi
Tari tertunduk malu, ia meletakkan bingkisan tersebut di sebelah pintu kemudian berjalan mengikuti Pras, mengantarkan Pras sampai ke depan gerbang.
"Pras" Tari memanggil
"Iya" jawab Pras
"Makasih ya" ucap Tari
"Sama-sama" Pras melontarkan senyuman yang manis padanya, Ia segera masuk kedalam mobilnya.
"Emm,,,, Pras!" Tari memanggilnya lagi
"Ada apa?" tanya Pras
"Kamu hati-hati di jalan ya" ucap Tari
"Siap nyonya Prasetyo" balas Pras sambil tersenyum
Tari kembali menunjukkan ekspresi kecutnya, bibirnya yang indah tampak manyun cemberut. Pras segera memacu mobilnya meninggalkan rumah kost tersebut. Tari segera kembali masuk membawa bingkisan dari Pras. Sesampainya di kamar ia membuka bingkisan tersebut yang ternyata berisi beberapa kotak nasi dan bermacam-macam makanan ringan. Tari segera membagikan makanan tersebut pada teman-temannya.
Setelah selesai makan, Tari kembali menata bunga di vas. Bunga itu adalah pemberian Pras tadi pagi, baunya semerbak mewangi membuatnya tak tahan ingin mencium bunga tersebut. Sangat indah, dia menyukai bunga tersebut. Di dekat lemari tampak berjejer rapi dua buah tas berukuran sedang, ia pun segera membukanya. Ternyata isinya adalah gaun berwarna coklat yang sangat indah, ia segera mencobanya. Ukurannya begitu pas di tubuhnya. Ia kemudian bercermin, lekuk tubuhnya terlihat indah, tetapi pakaian ini masih cukup sopan dan tidak tampak berlebihan.
Setelah selesai mencoba pakaian tersebut, ia kemudian membuka tas selanjutnya. Rupanya tas itu berisi sepatu high heels yang begitu indah. Tetapi ia kemudian terdiam cukup lama, pikirannya malah teringat pada Juna. Tari memasukkan barang-barang itu kembali pada tempatnya. Melihat semua pemberian Pras ini, Tari malah takut bila suatu saat perasaannya tetap tak bisa berubah pada Pras.
"Oh Tuhan, aku ingin memberikan tempat di hatiku untuk Pras, tapi mengapa terasa begitu sulit? Sedangkan Juna tak mungkin menjadi milikku, tolong aku agar aku bisa menghapus Juna dari hatiku, aku tak ingin berharap padanya" gumam Tari pelan.
__ADS_1