
Pagi ini dua orang baru yang pernah dibicarakan ibu kost ternyata datang, mereka bernama Yessa dan Lita. Sebenarnya mereka telah datang dini hari tadi saat anak-anak kost sedang tidur. Bus yang mengangkut mereka terjebak kemacetan yang amat parah karena ada kecelakaan di jalur yang mereka lalui sehingga dini hari mereka baru sampai di kost. Mereka berdua tampak ramah dan bersahabat. Tidak butuh waktu yang lama mereka sudah bisa membaur dengan anak-anak kost lainnya.
Pagi ini Dina berdandan lagi, Tari semakin penasaran karena tidak biasanya Dina berdandan berlebihan seperti ini. Tari mencoba mengorek informasi dari Ajeng dan Rima tapi mereka juga tidak mengerti, bahkan tentang lelaki yang bernama Redy mereka juga baru mendengarnya kali ini. Ternyata sia-sia Tari bertanya pada mereka, jalan satu-satunya agar ia bisa tahu semuanya hanyalah dari Dina sendiri. Tapi Dina masih menutup rapat masalah ini.
"Din, mau kemana sih pagi-pagi buta begini" tanya Tari
"Ada deh...." jawab Dina singkat
"Sama Redy lagi ya" Tari kembali bertanya
"Kok tau? Semalam nguping percakapan aku sama Redy ya?" Dina balik bertanya
"Enggak kok, cuma nebak? Emang tadi malem kamu telponan ya sama dia" ucap Tari
"Iya,,,tuh kak Juna mu tadi malem juga telponin kamu terus tapi kamu molor aja kayak kebo" ujar Dina
"Ah, kak Juna telpon aku?" ucap Tari sambil mencari ponselnya yang tersembunyi di balik bantal.
Ternyata benar ada dua panggilan tak terjawab dari Juna. Tari merasa penasaran, tapi ia tak berani menelepon Juna karena takut mengganggu hubungannya dengan istrinya. Ia tahu kalo Mira tidak begitu menyukai dirinya karena dia terlalu dekat dengan Juna. Wajar saja, tidak ada seorang istri yang suka bila ada perempuan lain dekat dengan suaminya.
Jauh di kota S, Mira merasa hubungannya bersama Juna semakin tidak sehat, ia berencana untuk pulang ke rumah Juna dan membujuknya agar mau tinggal di rumah orang tuanya. Sebelum pergi Mira menyempatkan diri untuk berbelanja di Mall. Baginya, berbelanja adalah hobi yang menyenangkan. Ia berputar memilih pakaian, sepatu dan barang-barang lainnya. Tiba-tiba dari arah samping ia bertabrakan dengan seseorang.
__ADS_1
"Ah,,,barangku jatuh semua" ucap Mira
"Gimana sih, kalo jalan pake mata dong" Mira melanjutkan kata-katanya dengan marah.
"Mira, itu kamu" ucap seorang lelaki
Mira segera menoleh ke arah lelaki tersebut, "Johan, jadi yang nabrakin aku tadi kamu ya, aku kira siapa, maaf deh kalo gitu" ucap Mira seraya tersenyum.
"Kamu bawa belanjaan sebanyak ini, sama siapa? Sendirian?" tanya Johan sambil menoleh kanan kiri
"Iya, aku sendirian, kamu sendiri ngapain disini? Janjian sama teman ya?" ucap Mira berbalik tanya
"Maya ulang tahun?" tanya Mira
"Iya. Eh kamu ada waktu nggak Mir? bantuin aku dong cariin kado buat Maya, nanti kamu aku anterin pulang deh sekalian mampir kerumah kamu, boleh nggak?" ucap Johan
"Iya deh. Udah lama juga kamu nggak main ke rumah aku" ucap Mira
"Sini aku bawain belanjaan kamu itu biar nggak berat" ucap Johan
"Makasih, kamu pengertian banget" ucap Mira sambil memberikan barang-barang belanjaannya pada Johan
__ADS_1
Mereka berdua kemudian melanjutkan belanja sambil berbincang-bincang. Tak terasa hari sudah siang, Mira dan Johan sedang asyik makan siang. Sepertinya Mira membatalkan rencananya untuk pulang ke rumah Juna hari ini. Ia begitu menikmati pertemuannya bersama Johan saat ini. Johan adalah masa lalu Mira, mereka pernah menjalin hubungan selama tiga tahun saat kuliah. Tapi hubungan mereka tiba-tiba putus ditengah jalan saat Johan melanjutkan kuliahnya di luar negeri.
Setelah mereka berpisah, Mira bertemu dengan Juna saat Juna bekerja sebagai asisten pribadi ayahnya. Karena sifat Juna yang baik, jujur dan bertanggung jawab maka ayahnya sangat mendukung hubungan Mira dan Juna hingga akhirnya mereka menikah. Tak disangka saat ini Mira bertemu kembali dengan Johan yang baru saja pulang dari luar negeri.
Siang itu, Johan segera mengantarkan Mira pulang ke rumah. Di rumah itu Johan bertemu dengan ibunya Mira yang dari dulu memang sudah begitu akrab dengan Johan. Mereka nampaknya sangat senang dengan kehadiran Johan dirumah itu. Ibunya Mira segera bercerita panjang lebar tentang kehidupan Mira bahkan sampai masalah rumah tangga antara Mira dan Juna juga tak luput dikupas tuntas oleh ibunya.
Hari sudah semakin sore, Johan belum juga pulang dari rumah Mira. Pak Seno, ayah Mira pulang ke rumah setelah seharian bekerja, ia terlihat kaget dengan keberadaan Johan di rumahnya. Pak Seno tampak tidak begitu senang dengan kedatangan Johan kali ini. Baginya Johan adalah masalalu putrinya, ia merasa bahwa tidak pantas bagi seorang wanita bersuami berbincang sangat akrab dan begitu dekat dengan lelaki lain saat suaminya tidak berada di rumah.
Pak Seno merespon kehadiran Johan dengan kurang baik. Ia berusaha menyuruh Johan agar segera pulang, tetapi istri dan anaknya bersikukuh agar Johan tidak pulang dulu dengan alasan mereka sudah lama tidak bertemu. Akhirnya mau tidak mau Pak Seno mengalah dan membiarkan mereka berbincang-bincang sampai puas. Setelah Johan pulang Pak Seno marah besar, ia menyalahkan Mira yang terlalu akrab dengan mantan pacarnya itu.
"Mira, apa yang kamu lakukan? apa itu yang diajarkan oleh ayah padamu?" tanya Pak Seno dengan tegas
"Ayah, aku dan Johan hanya teman, Ayah tidak perlu marah seperti itu" ucap Mira
"Teman? seperti itukah teman?" ucap Pak Seno dengan nada meninggi, lalu ia melanjutkan perkataannya lagi "Apa pantas kamu duduk bersebelahan dan bersandar di bahunya Johan seperti tadi? Coba kamu pikir bagaimana kalau Juna tahu kelakuanmu seperti ini dibelakangnya? Kamu mau mempermalukan ayah dengan kelakuanmu itu?" ucap Pak Seno dengan penuh emosi.
"Ayah. Ayah berpikir terlalu jauh, aku tidak seperti itu, aku hanya berteman dengan Johan, itu saja. Sudahlah Ayah jangan terus-terusan mengatur hidupku, aku bukan anak kecil lagi" ucap Mira sambil berlalu dari hadapan ayahnya.
"Mira, kamu sudah berani melawan ayahmu?" ucap Pak Seno dengan sangat marah.
Malam itu Pak Seno juga menyalahkan ibunya Mira yang terlalu memberikan kebebasan pada putrinya. Pak Seno begitu marah dengan kelakuan mereka. Karena kejadian itu Pak Seno bertekad untuk memulangkan Mira ke rumah Juna besok pagi, bahkan dia sendiri yang akan mengantar Mira sampai di rumah Juna.
__ADS_1