Aku Bukan Orang Ketiga

Aku Bukan Orang Ketiga
Bab 16 : Juna mengikuti kemauan istrinya


__ADS_3

Kabar yang kurang baik akhirnya terdengar sampai ke telinga Juna, istrinya pergi meninggalkan rumah


orang tuanya. Hal itu membuat Juna harus mengambil cuti dari pekerjaannya untuk datang ke rumah mertuanya. Sudah tiga jam berlalu sejak keberangkatannya dari rumah dan sampailah ia di rumah mertuanya. Pak Seno dan istrinya telah menyambut kedatangannya, namun sepertinya bu Yana, istri pak Seno tampak tak begitu suka dengan kehadiran Juna. Mereka segera masuk ke rumah dan membicarakan masalah Mira.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi hingga Mira pergi dari rumah Pak?" tanya Juna


"Aku membentaknya dengan sangat keras karena dia pulang kesini lagi, mungkin dia sakit hati padaku" jawab pak Seno berusaha menutupi kesalahan Mira yang sebenarnya


Juna terdiam mendengar penjelasan mertuanya.


"Aku tidak menyangka Mira akan berbuat nekat seperti ini" pak Seno melanjutkan kata-katanya.


"Maafkan aku Pak karena tidak menjaga Mira dengan baik" ucap Juna


"Ini bukan kesalahanmu, hanya saja Mira yang memang terlalu manja dan kurang dewasa" ucap pak Seno


"Kenapa Ayah malah menyalahkan Mira? Andai saja suaminya bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Mira pasti Mira juga tidak akan seperti ini" sahut bu Yana sambil memandang ke arah Juna dengan sinis.


"Jangan pernah menyalahkan menantu kita, sikap seperti inilah yang membuat Mira menjadi tidak dewasa. Ini adalah kesalahan kita yang terlalu memanjakan Mira sehingga Mira menjadi seperti ini" ucap pak Seno dengan nada tinggi kepada istrinya


Bu Yana terdiam mendengar ucapan pak Seno

__ADS_1


"Mira menikah dengan Juna pun atas keinginannya sendiri, harusnya Mira bertanggung jawab atas pilihan hidupnya." ucap pak Seno melanjutkan kata-katanya.


Mereka kemudian saling terdiam beberapa saat.


"Apa Bapak sudah menghubungi teman-teman terdekatnya?" tanya Juna berusaha mencairkan suasana yang sempat tegang


"Sudah, tapi mereka tidak tahu keberadaan Mira, kami juga sudah berkali-kali meneleponnya tapi tak pernah diangkat. Mira juga menonaktifkan fitur lokasi di ponselnya, sehingga kita tidak bisa melacak keberadaannya" ucap Pak Seno


"Aku akan mencoba menelepon Mira lagi Pak, mungkin dia akan mengangkat teleponnya" ucap Juna


Juna mencoba menghubungi Mira berkali-kali, tapi tak diangkat. Ia masih tak menyerah dan mencoba menghubunginya lagi.


***


"Iya, hallo" ucap Mira


"Sayang, kamu dimana?" tanya Juna


"Ada apa?" Mira berbalik bertanya


"Saat ini aku sedang berada di rumahmu, kamu tidak ingin pulang dan bertemu denganku?" Juna mencoba membujuk

__ADS_1


"Kamu datang untuk menjemputku? Maaf tapi aku tidak ingin pulang bersamamu" ucap Mira


"Kenapa?" tanya Juna


"Karena aku memang tidak ingin pulang ke rumahmu" ucap Mira


"Baiklah, aku akan mengikuti semua keinginanmu. Aku akan tinggal disini bersamamu, tapi aku mohon pulanglah" kata Juna


"Kamu yakin?" tanya Mira


"Tentu saja. Aku sudah memikirkannya. Aku akan segera mengurus kepindahanku kesini" ucap Juna meyakinkan Mira


"Baiklah, tapi aku tidak ingin pulang saat ini, aku akan pulang setelah kamu benar-benar pindah ke rumah orang tuaku" ucap Mira dan langsung menutup teleponnya.


Usai menutup telepon Mira segera bangkit dan mengenakan pakaiannya, saat ia akan turun dari ranjang tiba-tiba Johan menahannya. Johan memeluknya dengan sangat erat seakan tak ingin melepasnya. Johan menciumi setiap inci tubuhnya dengan mesra dan Mira sama sekali tak keberatan untuk membiarkan lelaki yang bukan suaminya itu menyentuh seluruh lekuk tubuhnya. Pakaian yang telah ia kenakan perlahan-lahan terurai kembali oleh tangan lelaki itu. Mira sangat menikmati setiap sentuhan yang ia rasakan, begitupun Johan yang telah memporak -porandakan pagar suci pernikahan Mira dan suaminya. Mereka saling bercumbu layaknya sepasang suami istri. Hubungan terlarang itu tak terelakkan, menodai bingkai pernikahan Mira dan Juna.


***


Juna begitu mencintai istrinya, meskipun sekian lama ia saling berjauhan dengan Mira, tapi bukan berarti ia mengabaikan dan tak memikirkan Mira sama sekali. Ia bersikap seperti itu karena ingin agar istrinya lebih dewasa dan mandiri. Tetapi melihat keadaan yang terjadi saat ini sungguh diluar dugaannya, pada akhirnya ia harus mengalah demi ketentraman rumah tangga mereka.


Juna segera mengutarakan keinginannya untuk pindah mengikuti kemauan istrinya kepada pak Seno, mertuanya itu sangat mendukung keputusan Juna tersebut. Pak Seno juga berjanji akan membantu proses kepindahannya ke kota S agar lebih mudah dan tidak memakan waktu yang lama, akan tetapi Juna menolak bantuan mertuanya.

__ADS_1


Bukan karena tak mau, tetapi Juna tak ingin merepotkan mertuanya. Pak Seno sangat menghargai keputusan menantunya tersebut. Tak lama kemudian ia berpamitan kepada kedua mertuanya untuk pulang karena ia ingin segera mempersiapkan segalanya sebelum ia pindah.


__ADS_2