
"Kenapa Dira belum sampai juga in?". Tanya isan setelah beberapgadis menunggu kedatangan mereka. Isan sangat mengkwatirkan keadaan wanita tersebut.
" Sabar san,dia kan ada Andri! kamu yang tenang dong,sedari tadi udah kayak setrikaan aja!". Ujar indi mulai risih.
"Aku susul mereka kerumah sakit! ". Ucap isan mulai panik.
" Isan bisa telpon mereka! cobalah dulu dihubungin!". Saran ini sebelum isan gegabah mencari Adira dan Andri.
"Oh iya,makasih in udah ngasih saran!". Ucap isan,langsung menyambar ponselnya di atas meja tamu.
Isan menekan nama Dira, langsung menelponnya. Tersambung dan isan menunggu beberapa saat.
" Hallo assalamualaikum?". Ucap wanita di telpon isan.
"Waalaikumussalam,dira dimana? kenapa belum nyampe? Dira masih Sakit? ". Tanya Andri penasaran dan khawatir.
"Isan tanyanya satu satu dulu,dira bingung mau jawab apa?". Jawab Dira kebinggungan.
" Isan khawatirrrrrr dira sayang!!!!!". Tegas isan dengan resah.
" Ihh apaan isan,dira baik aja". Ujar dira.
"Dira ini minumannya,nelpon siapa ?". Ucap seseorang mengajak dira bicara.
" Andri tunggu,dira lagi telponan. Jangan cimpratin air ke adira,asinn ni ha!". Ujar dira kepada Andri,obrolan meraka terdengar jelas oleh isan.
"Oh yaudah dulu Dira, cepat pulang ya?". Ucap isan mengakhiri telpon.
" Mereka kepantai rupanya?". Batin isan.
__ADS_1
"Gimana san?". Tanya indi ,setelah melihat ekspresi isan berubah.
" Ayo ikut aku in!". Ucap isan,tanpa aba-aba menarik pergelangan tangan indi, dan menyuruh gadis itu duduk di atas motor.
Indi masih bingung dengan sikap lelaki satu ini. Motor itu melaju menuju tempat wisata,suara gemuruh ombak nyaring ditelinga.
"Pantai!". Pekik indi,senyumnya menggembang lebar.
" Ayo,kita cari mereka? ". Ucap isan membuyarkan pikiran indi.
" Ehh..nyari Andri dan Dira? ". Tanya indi,kirain mereka bakalan nyantai dipantai.
" Udah ayo in". Ujar Isan buru-buru mencari keberadaan Dira.
Sosok yang mereka cari,sudah terlihat di tepian pantai, tengah asik bermain dengan gelombang ombak laut. Senyuman dira sangat mengembang lebar,tawanya meriuh menjadi satu di gulungan ombak.
" Isan tunggu ,dira gak bisa berenang!". Ucap dira mengakui bahwa ia tidak bisa berenang.
"Lepasin dira san!". Ucap Andri menarik tangan dira yang satunya. Dira merasa dua lelaki ini tengah memperebutkan dirinya.
" Ihhh lepasin aku...!". Pekik Dira melepaskan genggaman dua pria itu.
Dira melangkah ketepi,namun air mulai pasang. Kaki Dira tanpa alas tersebut,terinjak karang di bawah.
"Awww...". Pekik dira,meringis kesakitan. Tubuh Dira terhuyung mau tumbang.
" Dira!". Pekik kedua lelaki yang masih mematung,dan berlari mengejar gadis itu.
Happ..
__ADS_1
Tubuh dira berhasil di topang.
"Andri??". Ucap dira kaget,tubuhnya berada dalam dekapan andri.
" Kamu gak apa-apa kan?". Tanya Andri khawatir.
"Kaki ku luka an.!". Ucap dira merasakan perih karena luka tersebut terbasah air garam.
" Dira bisa jalan?". Tanya isan di belakang mereka.
Tanpa menunggu jawaban,Isan menarik lengan dira ,sehingga dira terlepas dari dekapan andri,dan lalu mengendong dira. Gadis itu terkejut,dan terpaksa melingkarkan tanganya dileher isan.
"Aku ingin bicara tolong nurut!". Pinta isan ,sedikit berbisik ke telinga Adira. Adira hanya menggangguk pelan.
Dari kejauhan indi melihat isan memopong seorang gadis,indipun bergegas bangkit. Andri masih memaku dan berlahan menyusul dira.
" Aku pulang bareng dira,indi sama Andri aja ya??". Ujar isan,membuat Andri memandang tidak suka. Indi hanya merasa mereka sedang menarik dirinya untuk terlibat dalam kisah mereka.
Isan menaruh tubuh dira ke bangku di tepian pantai. Berjongkok dihadapan dira menggangkat kaki dira diatas ,lalu memberikan hansaplash untuk menutupi luka dira.
"Dir,kamu okey?". Tanya indi penasaran.
" Oh..okey in!". Jawan Dira enteng.
"Andri kita pulang yuk?". Ujar indi memberi isyarat untuk segera pergi. Dengan terpaksa ,Andri pulang bersama indi.
Bersambung..
Like,comment dan favorite
__ADS_1