
Adira menatap jauh dalam lamunannya,membuat ia tidak sadar bahwa tujuan mereka sudah sampai.
" Dir..dir..dira!". Panggil Andri membuat gadis itu terkejut.
" Ehhh..iya?". Ucap dira terkejut.
" Kamu kenapa sih dir? Apa kamu ada masalah? Sedari tadi melamun dan banyak diam!". Ucapnya Andri merasa gelagat dira berbeda.
" Gak apa-apa An,dira cuma kurang enak badan!". Ucap dira berbohong,sambil mengaruk hidungnya.
"Ihh gak usah bohong! kamu tu gak bisa bohong,kalau belum siap cerita .Yaudah,nanti aja okey?". Ujar Andri sambil mengelus puncak kepala dira. Gadis itu langsung bersemu memerah.
" Dira,ayo main banana boad yok?". Ucap indi menghampiri dira dan andri.
" Ehh,dira gak bisa berenang! :( ". Sesal dira.
" Irsan bisa renang kok,nanti kan pake safety dulu dir!". Jelas irsan,sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" Ha..betul tu dir,ayolah..kita datang buat senang-senang!". Ucap indi .
" Andri gimana?". Tanya dira sambil menoleh Andri.
" Andri bisa renang dikit-dikit sih!". Ujarnya sambil mengaruk kepala belakangnya.
" Yaudah deh,ayok!". Ujar dira pasrah.
Mereka mengantikan pakaiannya dengan pakaian renang. Dira merasa gugup sekali,ia memang menyukai air tapi,ia juga punya ketakutan terhadap air.
" Tenanglah aku duduk di belakangmu kok!". Ujar Andri memegang pundak dira,memberi kekuatan kepada gadis yang sedang merasakan resah.
Saatnya mereka bermain di tengah lautan,seketika bananaboad tersebut terbalik,dira merasa kesulitan. Andri dibelakang nya hilang. Dira menoleh mencari pria itu,ia melihat irsan sedang membantu indi ke darat.
" Irsannnnnnnnnnnnn!". Pekik dira. Pria itu langsung menghambur diri ke air.
kini tangis dira pecah,ia memeluk irsan. Ia tidak melihat Andri.Irsan langsung menyelam dan mencari rivalnya tersebut.
__ADS_1
Dira mencoba mengayuh kakinya ke darat,dan langsung di peluk indi. Isak tangis dira meledak.
Irsan sesekali muncul dipermua
kaan,irsan di bantu petugas keamaanan pantai. Dira tak henti-henti menangis.
Sudah cukup lama irsan menyelam kedasar lautan,ia menarik seseorang hingga kepermukaan.
"Andriiiii!". Pekik dira sambil berdiri menatap tubuh lelaki itu di bopong irsab dan penjaga pantai ketepian,dia berlalri menghampiri pria yang selama ini banyak membantunya.
menatap nahar ke arah pria tersebut,bulir demi bulir bergulir di matanya. Tangisnya kembali histeris,indi sekuat tenaga menenangkan adira. Namun,gadis itu tidak bergeming sedikitpun.
Dira berusaha menguncang tubuh Andri, seketika irsan mencoba memeriksa denyut nadi Andri. Irsan langsung memompa dada Andri dengan tangannya,sesekali mendekatkan telinganya ke wajah Andri. Untuk mendengar nafas Andri.
Berkali-kali ia melakukan hal yang sama,sampai andri memuntahkan air dari mulutnya. Ternyata paru-parunya sudah terisi air.
"Uhuuukkk.." Andri tersedak air,kini tubuhnya mulai bergerak kembali.Andri menoleh kearah dira,mata gadis itu sudah sangat bengkak menangis,lalu ditatapnya irsan yang sudah berpeluh keringat dan ngos-ngosan.
__ADS_1
" Andri kamu gak apa-apa? kalau gak kita ke rumah sakit aja?". Ujar irsan membantu andri berdiri untuk bangkit.