
Kadang Adira merasa sunyi setelah perubahan isan kepadanya. Ada rasa kehilangan meski tidak besar. Dan Adira mencoba melupakan masalahnya dengan isan,karena sebentar lagi sibuk dengan masalah keberangkatan dari pulau ke pulau.
Semua barang bawaan sudah di list oleh Adira, untuk keperluan selama berada disana. Andri Sulistyo ketua kelompok,yang meminta secara langsung kepada Adira ,untuk membantu mencatat dan melist semua barang kelompok yang sudah di perintahkan untuk dibawa. Hal ini untuk membantu seketaris dalam tugasnya.
"Adira..semua barang sudah dilistkan? Dan beritahu juga,barang apa saja yang masih belum ada!". Pinta Andri melalui saluran telepon.
" Udah semua kok,yang lain sudah menghubungin Dira,masalah barang-barang yang mau dibawakan!". Jelas Adira.
Entah bagaimana awalnya bisa nyambung dan intens berhubungan dengan Andri ,walau hanya sekedar chat dan telponan. Adirapun merasa karena, pembawaan Andri yang welcome,energik,dan ceria. Siapapun pasti nyaman berteman dengan Andri.
Dira tidak mau kalau kedekatannya ini berakhir sama seperti isan. Tapi,sifat dan kepribadian Andri berbeda dengan isan. Andri bersifat sanguinis.
Sanguinis
***Selalu mendahulukan perasaan daripada pemikiran adalah karakter khas tipe Sanguinis. Selalu bersemangat dan hangat kepada setiap orang yang ia temui membuat dirinya dicintai banyak orang akibat keramahannya tersebut.
Sangat tidak suka dengan kesedihan membuat Sanguinis selalu mencari cara untuk terus bahagia. Dan sisi negatif dari Sanguinis adalah mereka orang yang takut untuk tidak populer. Mereka menyukai kepopuleran dan akan stress jika mereka tidak populer dalam hidup.***
Kedekatan Adira dan Andri semakin hari semakin erat,Andri menemani dira kemana saja. Sampai hari keberangkatan,Andri duduk di sebelah Adira. Gadis itu tampak gelisah,karena Andri belum sadar bahwa Adira memiliki psikosomatis .
Bus mini kampus berangkat dari kota ke pelabuhan,selama perjalanan Adira hanya sedikit berbincang dengan Andri. Andri melihat gelagat Adira yang tidak baik-baik saja,membuatnya merasa khwatir dengan Adira.
"Adira kamu sakit ya? Wajahmu pucat dan sedari tadi keringatmu bercucuran keluar dari wajahmu! dan kenapa badanmu sangat bergemetaran ?". Selidik Andri penasaran. Sambil memegang bahu Adira ,yang mulai bergemetaran.
__ADS_1
Rasa tercekat tenggorokkan Adira ,untuk menjawab pertanyaan Andri,Adira hanya menggeleng-geleng kepala. Mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja. Adira berlahan mencoba menutup matanya,seketika ia hanyut dalam mimpi yang sudah memanggilnya.
Andri memerhatikan lebih dekat ,wajah gadis disebelahnya. Tampak lucu dan menggemaskan,dari kejauhan isan memperhatikan gerak-gerik Andri terhadap Adira.
Gadis itu terlelap,tanpa malu bersandar dibahu Andri.Dira memeluk lengan Andri seperti bantal. Andri tersenyum melihat tingkah Adira yang sangat menggemaskan.
" Ihhh menggemaskan, pipinya pow dan hidung peseknya saat tidur ini ingin dicubit!". Batin Andri membuat pipinya bersemu merah.Cukup lama Adira terlelap.
"Hooaaamm". Adira menguap sembari menutup bibirnya yang mengangga. Matanya berlahan membuka,melihat sekelilingnya. Seketika saja,Adira terperanjat,sehingga Andri menyadari hal tersebut,karena Andri juga terlelap dalam tidur.
" Sudah bangun dir!". Sapa Andri menyentuh Adira.Sambil mengucek matanya.
" Ehh..!". Dira terkejut ketika tangan Andri dibahunya. Adira menjauhkan tangan Andri lalu menunduk kepala.
" Eh..gak apa-apa dir!". Tutur Andri sembari menyunggingkan senyuman termanisnya.
Perjalan ini menempuh waktu yang cukup lama,pergi semejak matahari terbit,hingga matahari terbit kembali. Mereka menempuh sehari perjalanan darat,malamnya menempuh perjalanan laut.
Malam itu sangat indah dengan langit bertabur bintang kerlap kerlip,cahaya rembulan memeberi sedikit penerangan,dan terdengar suara mesin kapal seakan ikut berirama dengan suara gelombang laut.
Adira berdiri diatas stage kapal dilantai atas,berdiri di samping pagar besi menghadap laut. Angin malam sangat membekukan tubuh. Adira merasa seluruh tubuhnya mulai kaku.
"Dir,kamu gak dingin?". Suara pria dari arah belakang,memecahkan keheningan.
__ADS_1
" Eh Andri! iya dingin,palingan bentar lagi masuk kedalam room.".Jawab Adira sambil tersenyum,terlihat bibir Adira sedikit membiru karena kedinginan.
"Yaudah ni pakai jaket Andri aja! ". Tutur Andri ,sambil melepaskan jaket yang ia kenakan.
" Gak usah an! pake aja lagi,Dira okey kok!". Jawab Adira merasa tak enak sama Andri.
Tapi Andri tidak menghiraukan ucapan Adira,kini dia berani meletakkna jaket itu ke tubuh Adira. Adira terpaku membisu,seakan terbius dengan perlakuan manis Andri. Dari kejauhan isan menatap kesal,ia menggepalkan tangannya dan pergi berlalu.
Dari tempat yang berbeda,isan terduduk ditepi belakang kapal,sambil mengacak-acak rambutnya,menyentuh wajahnya dengan kasar.
"Adira,aku gak habis pikir,kamu bisanya sama dia! kamu nolak aku hanya karena dia,gak mungkin masalah siska kan!". Dengus isan sambil memegang kepalanya.
" Eh,isan kamu disini? kenapa gak masuk,udaranya dingin banget loh!". Tutur seorang perempuan dari arah belakang isan. Isan menoleh.
"Eh indi,ayo sini duduk. Dingin sih! tapi, kepala dan hatiku panas ndi!". Ucapnya sambil tersenyum lirih.
" Mau cerita dengan ku,mungkin bisa mengurangi beban berat di kepala mu!". Tutur indi sembari mendaratkan pantatnya disebelah isan. Isan menggangguk pelan,menyetujui tawaran indi.
Indi sosok wanita yang lemah lembut,dia juga cantik. Dia cukup mahir dalam menggunakan make up dan selalu tampil modis tapi,tidak norak dan berlebihan.
Bersambung...
janga lupa tinggalkam jejak like,comment dan favorite kan untuk terus mengikuti cerita ini!! happy fun readingnya guyss!!!
__ADS_1