Aku,Kamu dan Senja

Aku,Kamu dan Senja
17. Ini cinta?


__ADS_3

" Entah apa namanya,akupun tidak tau dengan perasaan ini. Takut kehilangan tampak nyata saat ini terpampang diraut wajahku! Apakah aku menepis perasaan ini selalu!". Batin dira,sesaat menatap Andri tengah terbaring di kamar tidurnya.


" Dir istirahat lah,biar adi dan isan yang jagain kondisi andri!". Pinta Adi menyuruh adira untuk lebih memerhatikan kesehatannya juga.


" Iya dir,ayo kita kembali ke kamar!". Ajak indi mengenggam pergelangan tangan dira.


Dira hanya mengikuti indi dan bergegas masuk ke kamar. Pikirannya masih kepada Andri. Entah ia baru menyadari bahwa selama ini rasa itu tumbuh ,tanpa ia kehendaki. Rasanya menyesakkan. Adira melangkah mengantikan pakaiannya. Lalu,mengambil kunci di gantungan ruang tamu.


Adi menoleh menatap dira bergegas menyalakan motor, adi menghampiru gadis itu.


"Kamu mau kemana dir?". Tanyanya penasaran.


" Mau pergi nenangin diri sebentar di.. boleh aku pergi?". Ucap dira meminta izin.


" Jangan pergi sendirian,kamu butuh ketenangan ambil ini!". Adi menyerahkan sesuatu kepada gadis itu.


" Al-Qur'an? aku gak bisa baca di!". Ucap dira tertunduk.


" Indi pasti bisa ngajarin kamu,dan sekarang masuklah sebentar lagi magrib. Jangan kemana-mana,kita akan mulai sholat berjamaah!". Pinta adi sambil masuk kembali ke kamar.


Dira masih mengenggam kitab Al-Qur'an tersebut. Ia sudah lama tidak membaca kalam sang Khaliq. Tiba-tiba air matanya tumpah mengalir deras.



(@aisyahaqilahh as Adira).


Tetesan air matanya membasahi pipi sehingga meninggalkan jejak di pipinya. Adira kembali masuk,dan langsung memeluk indi dikamar. Gadis itu terheran kebingungan,entah apa yang terjadi kepada temannya ini.


" Kamu kenapa dir?". Ujar indi sambil mengelus lembut punggung dira.

__ADS_1


" Ajari aku baca ini in?".


Ucap dira sambil terisak-isak,ia mengangkat kitab tersebut,sehingga indi dapat melihat kitab Al-Qur'an tersebut.


" Iya dira,indi akan bantu ajari. Sekarang berhenti nangisnya,ayo kita wudu' dulu ya?". Ajak indi sambil mengenggam tangan dira.


Perubahan dira berlahan-lahan tampak,ia sudah mulai rajin sholat dan membaca Al-Qur'an.


Malam ini langit berhias bintang-bintang,sehingga cahaya rembulan memberi penerangan yang indah.


"Dir mau ikut aku sebentar!". Ucap Andri, sehingga menghalau lamunan adira sesaat menatap langit dari jendela ruang tamu.


" Kemana? ". Ucap dira penasaran.


" Soalnya sangat susah untuk bicara dengan mu saat ini,apa aku ada berbuat kesalahan padamu?". Tanya andri, membuat dira tertohok. Ia hanya mengelengkan kepalanya.


" Ayook!". Ucapnya sambil mengenggam tangan adira. Gadis itu hanya mengikut saja,tampilannya sederhana sekali.



(@aisyahaqilahh as Adira).


" Masih jauhkah?". Tanya dira protes,karena penampilan sangat santai sekali dengan sandal jepit.


" Gak kok,kamu pasti suka tempat ini!". Ucap andri sambil menyunggingkan senyuman termanisnya.


" Awas ya,kalau gak bagus tempatnya!". Ujar dira sedikit mengancam andri,dengan tatapan tajam yang sangat menusuk.


" Ahahaha..gak akan ngecewakan kamu dira!". Ujarnya sambil mengelus puncak rambut dira dengan lembut. Gadis itu bersemu memerah.

__ADS_1


" Aku kadang rindu saat bersama mu an jalan bareng,makan bareng bahkan ketawa bareng!". Ujar dira seketika ,sampai Andri langsung menatap netra hitam gadis di sisinya tersebut.


" Andri adakah berbuat salah akhir-akhir ini ke dira? soalnya dira ngejahuin andri tiba-tiba! ". Ucap Andri merasa gadis itu menjauhinya.



(@rezali19 as Andri).


Tujuan mereka sampai di depan yang penuh dengan kerumunan orang-orang. Adira seketika tersenyum sangat manis,andri tidak melewatkan moment langka ini,ia langsung mengabadikannya melalui kamera ponselnya.


" Aku mau gula kapas an!". Rengek dira sambil memanyunkan bibirnya ke andri.


Andri mencubit pipi gadis yang sangat menggemaskannya tersebut.


Andri mengenggam tangan dira,mereka melangkah ke gerai gula kapas . Adira menatap setiap proses gula pasir yang dimasuki sebuah mesin yang merubahnya menjadi serat benang kapas yang halus.



(Ilustrasi cotten candy/gulali/arum manis).


Andri membawa adira berkeliling pasar malam, sambil menikmati cotten candy masing-masing.


Mata andri tidak bisa lepas menatap gadis yang digenggamnya ini,terasa nyaman dan nyambung untuk membahas berbagai topik.


"Dira mau naik itu?". Ujar andri menunjuk sebuah wahana permainan biang lala yang tinggi. Gadis itu langsung menatap kearah yang andri tunjuk. Ia mengangguk setuju,dan mereka berdua bergegas lari menuju wanaha tersebut.


Sesaat membeli tiket di depan loket karcis,dira memikirkan suatu hal. Apakah hari ini ia bicara tentang apa yang sedang menganggu dia!.


Bersambung....

__ADS_1


like,comment and favorite


__ADS_2