
(As Irsan).
Begitulah akhirnya hubunganku dengan Adira, walau aku sering masih suka jeles liat kedekatan dira dengan andri. Bukannya aku brengsek,tapi aku jujur status ku pada gadis itu.
Berbeda dengan Andri ia sangat apik membohongi adira,aku ingin sekali menghajar cowok yang terlihat polos tapi berhati devil tersebut.
Aku sudah berkali-kali mengutarakan hatiku,dan berkali-kali pula ia menolakku. Hmm ini membuatku sangat frustasi.
Aku mengutara segala rasaku kepada indi,saat dira tak lagi dapat ke genggam. Indi tak pernah bosan mendengarkan aku menceritakan wanita lain dihadapannya. Bahkan berbeda dengan dira,dia terlalu mudah ketahuan kalau sedang cemburu.
Indi membuka mata ku,melihat aku sebagai manusia disaat orang-orang sekitar menganggap diriku sampah. Aku sadari memang benar aku keras kepala dan bermulut kasar,hingga membuat sebagian anak-anak di posko tidak menyukaiku.
Tapi,hanya indi yang megerti seperti apa diriku. Aku bersyukur bertemu dengannya. Aku sering menculiknya untuk membagi kisah sedih hidupku,tak pernah ku dengar ia mengeluh mendengar ceritaku.
__ADS_1
Aku sadari bahwasan mempertahankan hubungan yang seperti ini tak cukup dengan kata dan janji yang ku lontarkan buat indi. Tapi harus ku nyatakan dengan tindakkan,aku mengakhiri hubunganku dengan pacarku.
Aku sudah menemukan sosok yang selama ini mampu menghadapiku dengan kesabarannya,bahkan tak pernah ku dengar tuntutan yang ia lontarkan. Ia terlalu sabar untuk ukuran lelaki seperti ku.
Mamaku pun sangat menyukai indi,ini langkah baik bukan. Orang tua indipun dapat menerimaku dengan baik,aku bersyukur jalan kami ini dapat sokongan dari orang terdekat kami.
Aku tidak pacaran dengan indi,tapi aku berkomitmen dengannya. Aku harap dialah pelabuhan terakhirku. Tiada lagi kecewa dan air mata untuk kami kedepannya.
(As Indi).
" Apakah secepat dan semudah itu mencinta san!". Ucapan indi bergema nyaring di gendang telingaku.
" Apakah mencintai harus memiliki alasan? Semua terjadi mengalir apa adanya,tanpa aku ingin dan kehendaki in!". Jawabku hati-hati.
__ADS_1
" Aku masih meragu san,maaf kalau masih belum bisa untuk membuka hati. Sudah terlalu lama aku menutup diriku pada lelaki! Bahkan aku tak pernah berniat,bakalan cinlok dengan teman satu tim sendiri!". Ujar indi terus terang,pandangannya menghadap deburan ombak di lautan.
" Beri aku kesempatan,dan biarkan aku membuktikannya! aku pasti akan menepati janjiku in!". Ujarku meyakinkan indi.
" Aku ingin kembali lagi di tempat ini,tempat kita mengukir setitik demi setitik kenangan!". Ujar indi sambil menyunggingkan senyuman termanisnya.
" In syaa Allah akan in,kembali dengan mu kesini adalah doa yang selalu aku Aamiinkan!".Ucapku sambil menggenggam jari jemari indi,terasa dingin mungkin karena terpaan angin laut.
" Aku tak minta kamu berjanji ini itu untuk menenangkanku san,cukup bagiku kamu membuktikannya! aku takkan kemana-mana,selesai urusanmu baru kembali padaku!". Ujarnya kini ia menatapku dengan senyuman tipis di wajahnya.
" Aku akan buktikan dan berikan aku waktu untuk menyelesaikannya in,aku harap kamu tetap sabar dan setia dalam penantian ini!". Ucapku membalas kembali senyumannya.
# Bersambung..
# Like dan comment ,butuh masukkan dan dukungan dari reader..
__ADS_1
# Jangan lupa singgah di novel ku yang lain.